Artikel ini merupakan lanjutan dari “Sifat dan Reaksi Kimia Emas dan Perak”.

Sifat dan reaksi kimia logam emas berhubungan dengan proses pengolahan emas menggunakan sianida. Emas dan perak memiliki sifat yang berbeda. Namun secara umum 2 jenis logam ini juga memiliki beberapa kesamaan sifat.

Oleh karena itu lah 2 unsur kimia ini, termasuk ditambah tembaga, dijadikan satu golongan dalam tabel periodik unsur kimia.

Secara umum, di alam, setiap ada tembaga, dapat dikatakan kemungkinan terdapat juga logam emas dan perak bersamanya.

Sifat dan Reaksi Kimia Logam Emas

III.2. Logam Emas

Emas umumnya digunakan untuk perhiasan. Disamping itu, logam emas paling banyak disimpan dalam bentuk batangan oleh bank-bank sentral tiap-tiap negara.

Emas digunakan sebagai indikator kekuatan perekonomian suatu negara, khususnya menyangkut nilai mata uang negara tersebut. Emas menjadi pilihan investasi yang paling aman di saat situasi ekonomi dalam kondisi krisis.

Di era teknologi informasi yang memerlukan kecepatan transmisi dan komunikasi data, suara, dan gambar berkecepatan tinggi, logam emas yang memiliki keistimewaan sebagai super konduktor makin banyak digunakan dalam rangkaian elektronik, baik dalam bentuk komponen pasif, komponen aktif, maupun sebagai pelapis konduktor tembaga pada papan PCB (printed circuit board).

III.2.1. Sifat Fisika dan Kimia Emas

Emas memiliki nomor atom 79, berat atom 197, massa jenis 19,30 gram / ml, dan titik leleh 10640C, titik didih 28560C. Emas tahan terhadap asam anorganik, kecuali air raja yang mampu melarutkannya, dimana terbentuk anion kompleks tertakloroaurat(III), [AuCl4] .

Emas melarut sangat lambat dalam alkali sianida membentuk anion disianoaurat(I), [Au(CN)2] atau secara umum disebut sebagai emas sianida; pelarutan dapat dipercepat dengan kehadiran oksigen di dalam larutan.

Emas juga larut dalam garam thiosulfat, thiosianat, thiourea, membentuk garam kompleks yang mirip dengan emas sianida. Baik dalam bentuk valensi I maupun valensi III, emas dapat dengan mudah direduksi menjadi logamnya. Senyawa-senyawa emas(I) kurang stabil dibandingkan senyawa-senyawa emas (III).

III.2.2. Reaksi Kimia Emas dan Air Raja (Klorinasi)

Air raja menghasilkan gas Cl2 akibat reduksi ion klorida Cl oleh ion nitrat NO3. Gas Cl2 yang dihasilkan selanjutnya mengoksidasi logam emas menjadi larutan emas III klorida yang berwarna merah kecoklatan.

2 Au (s)           + 3 Cl2 (g)             =====>  2 AuCl3 (l)

Jika kandungan ion klor berlebihan dalam air raja, larutan senyawa ion emas III klorida kemudian membentuk senyawa kompleks hidrogen tetrakloroaurat.

2 AuCl3 (s)           + 2 HCl (l)             =====>   2 H[Au(Cl)4] (l)

Tingkat kestabilan larutan kompleks emas klorida sangat bergantung pada cukup tersedianya cadangan ion klor bebas dalam larutan. Penurunan jumlah ion klor makin memudahkan terjadinya reduksi emas menjadi logamnya.

Tingginya kandungan ion klor bebas menyebabkan makin stabilnya ikatan kompleks logam emas klorida.

Proses reduksi emas dari larutan garam kompleksnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain ; reaksi redoks menggunakan prinsip deret volta, reaksi redoks menggunakan larutan besi II, reaksi redoks menggunakan larutan sodium metabisulfit.

Reaksi redoks menggunakan prinsip deret volta, kita bisa menggunakan logam tembaga sebagai pengendap.

Sebelum logam tembaga dimasukkan perlu dilakukan pengurangan tingkat keasaman larutan, yaitu dengan cara pemanasan untuk menguapkan sisa asam, atau menaikkan pH mendekati 1 menggunakan larutan basa, atau menetralkan sejumlah ion menggunakan urea.

2 H[Au(Cl)4]+Cu  ====>2 AuCl3+  CuCl2   +  H2

2 AuCl3   +3 Cu=====>2 Au  +3 CuCl

_________________________________________________ +

2 H[Au(Cl)4] + 4 Cu ======> 2 Au + 4 CuCl2 + H2

Reaksi pengendapan emas dapat juga menggunakan besi II klorida ataupun besi II sulfat, atau menggunakan sodium metabisulfite. Pada contoh di bawah kita menggunakan besi II klorida :

2H[Au(Cl)4]+  2 FeCl2   ====> 2 AuCl3   +  2 FeCl3

2AuCl3   +6 FeCl2   ====>  2 Au  +  6 FeCl3

_____________________________________________ +

2 H[Au(Cl)4] + 8 FeCl2 ====> 2 Au + 8 FeCl3

 Pada reaksi di atas, larutan besi II mereduksi garam kompleks emas menjadi logamnya, dan besi II teroksidasi menjadi besi III klorida (FeCl3).

Agar proses reduksi ion emas berlangsung sempurna, perlu dilakukan pengurangan kandungan ion klor bebas terlebih dahulu, dan jika hal ini tak dilakukan, kemungkinan reaksi pengendapan tak menghasilkan proses yang maksimum, dan kemungkinan sebagian dari ion emas tak berhasil diendapkan oleh larutan besi II klorida.

Sodium sulfide, caustic soda, dan sodium metabisulfit juga dapat mengendapkan logam emas dari larutan kompleks kloridanya dengan metoda yang berbeda-beda.

III.2.3. Reaksi Emas Dengan Sianida

Emas membentuk ikatan kompleks dengan pelarut-pelarut sianida, thiosulfat, maupun thiourea dengan hasil akhir garam kompleks yang larut dalam air.

Identik dengan perak, emas larut dengan sianida dalam 4 tahap. Reaksi kimia antara emas dan sianida bisa Anda lihat di artikel sebelumnya, “SIFAT DAN REAKSI KIMIA EMAS DAN PERAK”.

Untuk melanjutkan silakan klik disini.