Tanah berpasir umumnya sulit untuk ditanami oleh berbagai jenis tumbuhan.

Teknik bercocok tanam di lahan berpasir membutuhkan sejenis bahan kimia yang mampu menahan air dalam waktu yang lama. Lahan pasir pada umumnya memiliki pori-pori yang sangat besar, sehingga tak mampu menahan air dalam waktu yang lama. Sedangkan tumbuh-tumbuhan membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang.

Pasir tak hanya melewatkan air yang jauh padanya, namun juga tak mampu menahan zat-zat kimia yang berfungsi sebagai sumber nutrisi tanaman.

Indonesia adalah negara kepulauan, yang sebagian besar garis pantainya memiliki lapisan pasir yang cukup tebal. Pada daerah-daerah berpasir ini, aktifitas pertanian mengalami hambatan. Akhirnya banyak bidang-bidang lahan yang terlantar karena tak mungkin bisa ditanami dengan baik.

Teknik Bercocok Tanam di Lahan Berpasir

Kata kunci untuk suksenya becocok tanam adalah air. Tanpa air, tanaman apapun akan mati. Agar air mampu bertahan lama di media pasir, kita membutuhkan tambahan zat kimia penangkap air. Zat kimia yang mampu menyerap air dalam jumlah besar adalah sodium poliakrilat. Bahan kimia ini mampu menyerap air hingga 1000 kali beratnya.

Misalnya, 1 kg sodium poliakrilat mampu menyerap hingga 1000 liter air tawar. Dan air yang telah terserap tidak mudah terlepas, meski dengan perlakuan menaikkan panas sekalipun.

Karena kekuatan inilah sodium poliakrilat diberi nama dagang yang lebih umum ; SAP. SAPadalah singkatan dari Super Absorbent Polymer. Dan hingga saat ini, istilah SAP atau super absorbent Polymer dipastikan merujuk kepada sodium poliakrilat (sodium polyacrylate).

Super absorbent polymer untuk media tanam

Nama-nama Umum dari Sodium Poliakrilat

Dalam dunia anak-anak, sodium poliakrilat diberi nama “Magic Ball”, karena bola kecil dari sodium poliakrilat bisa membengkak sangat besar saat direndam dalam air.

Pada pertanian, sodium poliakrilat berubah nama menjadi hidrogel (hydrogel).

Karena daya serap yang luar biasa, SAP banyak digunakan sebagai penyerap urin pada popok bayi. SAP juga digunakan pada lapisan dalam dari pembalut wanita.

Teknik Bercocok Tanam di Lahan Berpasir Menggunakan SAP (Hidrogel)

Untuk menanam di media pasir, lahan yang akan ditanami terlebih dahulu di pangkas  (cutting) hingga kedalaman 30 cm. Selanjutnya lahan yang telah di pangkas ditaburi oleh kristal SAP. Setelah ditaburi SAP (hidrogel) dalam jumlah yang cukup, lahan kemudian ditutup kembali menggunakan media pasir di atasnya.

Langkah selanjutnya adalah penyiraman. Saat tanah disiram air, SAP atau hidrogel akan menyerap sebanyak mungkin air yang masuk padanya. Hal ini menyebabkan terjadinya pergerakan tanah, dimana lapisan tanah bagian atas menggelembung akibat desakan SAP yang mengalami perbesaran volume.

Setelah penyiraman, proses berikutnya penyemaian atau penanaman bibit tanaman.

hidrogel untuk pertanian

SAP sebagai cadangan air pada lahan berpasir

Adanya SAP di lapisan akar tanaman membuat cadangan air menjadi tercukupi. Dan jika hujan turun, SAP akan segera menyerap air yang masuk, dan tentu dalam jumlah yang besar juga. Dengan cara ini, dipastikan tanaman yang ditanam di atas SAP tidak akan mengalami kekurangan air.