Manusia sebentar lagi menetap di Mars. Jalan menuju planet merah ini semakin terbuka. Perlombaan penjelajahan angkasa luar yang dilakukan oleh beberapa lembaga makin mengerucut.

Dua perusahaan yang sedang bersaing menguasai angkasa luar, NASA dan SpaceX mulai melakukan kerjasama yang makin erat.

Kurang dari 1 bulan yang lalu, SpaceX telah meluncurkan dan membawa 2 astronot NASA ke Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS).

Keberhasilan ini merupakan tonggak sejarah awal, karena SpaceX telah melakukan beberapa uji coba roket terbarunya, Falcon Heavy, yang akan membawa manusia ke bulan dan planet Mars.

Rencananya, kurang dari 10 tahun lagi SpaceX mulai meluncurkan roket yang membawa manusia ke planet Mars.

Manusia sebentar lagi menetap di Mars

Hasil penelitian yang dilakukan oleh robot Curiosity di Mars memperlihatkan bukti adanya air di planet tersebut. Digabung dengan ketersediaan gas CO2 dan methana, maka peluang untuk mengubah planet Mars menjadi seperti Bumi sepertinya bakal memungkinkan.

Planet Mars memiliki banyak persamaan dengan Bumi. Terutama percepatan gravitasi, yang sedikit lebih kecil dibanding konstanta gravitasi di bumi. Dengan miripnya konstanta gravitasi di 2 planet ini, dapat dikatakan bahwa manusia tak menemui kesulitan besar untuk beradaptasi di planet ini.

Sebelumnya, uji coba roket Falcon Heavy yang dilakukan oleh SpaceX juga sudah mengirim mobil Tesla Roadstar bersama boneka (manekin) yang diberi nama Starman. Mobil ini sekarang sedang mengarungi angkasa luar, menuju titik terjauh ke areah orbit matahari, yang pada akhirnya akan mendekati Planet Mars.

Alam raya begitu luas, dan bumi hanya sebesar debu jika dibandingkan dengan Galaksi Bima Sakti. Manusia, dengan kecerdasan otaknya, sangat diyakini suatu saat nanti akan menjelajah angkasa luar, baik di dalam orbit matahari, maupun di ekso-planet lainnya.

Sekilas SpaceX

SpaceX adalah perusahaan swasta yang dimiliki oleh milyuner sekaligus pemilik pabrik Tesla Motor, Elon Musk. Elon Musk sejatinya adalah seorang imigran yang dulunya berasal dari Afrika Selatan.

Dengan ide-ide brilian dan terbukti, manusia berharap banyak pada manusia jenius ini, untuk membawa spesies homo sapiens ke planet Mars.