Categories
Kesehatan Virus Corona

Benarkah Virus Corona COVID-19 Senjata Biologi?

Benarkah Virus Corona COVID-19 Senjata Biologi?. Ada sebagian orang berpendapat bahwa virus corona COVID-19 adalah senjata biologis yang dibuat oleh manusia. Namun apakah pendapat tersebut masuk akal ?!

Disini kita akan membahas apa yang dimaksud virus dan virus corona COVID-19.

Virus adalah mahluk hidup juga seperti halnya manusia. Bedanya virus merupakan mahluk hidup dengan ukuran penampang yang paling kecil. Virus berukuran kurang dari 1 mikrometer. Virus terkecil memiliki ukuran 20 nanometer (20 x 10-9 meter).

Bakteri dan kuman adalah mahluk hidup yang memiliki ukuran lebih besar dari virus, dengan rentang ukuran antara 1 mikrometer hingga 1 millimeter. 

Jika virus bisa dibuat, berarti manusia saat ini juga sudah bisa menciptakan mahluk hidup baru. Orang yang memiliki agama tentu menolak klaim bahwa manusia sudah bisa menciptakan mahluk hidup.

Virus corona diduga sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu. Beberapa jenis (strain) virus corona bisa Anda baca di link ini :   https://bestekin.com/2020/02/27/virus-corona-dan-serba-serbi-penyakit-yang-ditimbulkan/ .

Dalam 20 tahun ini sudah 3 kali dunia diserang oleh virus corona. Serangan pertama terjadi di China tahun 2003. Penyakit baru dari virus corona yang ditemukan saat itu diberi nama “SARS COVID”, dimana penyakit ini disebabkan oleh virus corona dari strain yang baru ditemukan. Serangan kedua terjadi tahun 2008 di timur tengah (negara-negara Arab), yang dilakukan oleh virus corona dari strain yang juga baru ditemukan. Penyakit yang ditimbulkan diberi nama Corona MERS.

Serangan ketiga adalah yang sedang berlangsung sekarang ini, berasal dari strain yang berbeda, dan diberi nama Novel Corona COVID-19.

Mengapa strain-strain ini baru ditemukan sekarang?

Ditemukan tidaklah berarti sebelumnya belum pernah ada. Hingga saat ini ahli-ahli biologi dunia terus menemukan spesies-spesies baru dari tanaman maupun hewan, termasuk juga flora dan fauna di Indonesia.

Jika dilogikakan dengan sapi, virus corona adalah sapi, jenis dari hewan mammalia. Sapi memiliki berbagai jenis lagi. Anda pasti tahu sapi Bali, sapi Australia, sapi India, sapi Amerika, dan sebagainya.

Untuk virus, umumnya penelitian yang menghasilkan penemuan baru biasanya dilakukan jika sudah membahayakan manusia. Padahal penemuan baru bukan berarti “baru muncul” atau “baru tercipta”, namun “penemuan baru” lebih kepada konteks “baru ditemukan”. Artinya sesuatu organisme yang sudah ada jauh sebelum ditemukan oleh manusia.

Mengapa virus bisa berubah menjadi ganas?

Kurang dari 20 tahun yang lalu Indonesia dan dunia pernah dilanda virus flu burung. Pada awalnya virus ini sudah menyerang burung selama ribuan tahun. Keganasan virus flu burung terjadi akibat terjadinya mutasi genetika. Mutasi genetika terjadi akibat persaingan (kompetisi) dalam kehidupan. Untuk hidup dan bertahan mahluk hidup terus memperbaiki penampilan dan pertahanan.

Sebut saja nyamuk. Nyamuk di kota-kota besar umumnya jauh lebih kebal terhadap racun insektisida buatan manusia dibanding nyamuk-nyamuk dari pedesaan dan daerah pinggiran hutan. Nyamuk-nyamuk perkotaan akan menyesuaikan diri terhadap racun serangga dengan cara memperkuat pertahanan.

Mutasi genetika adalah bagian dari evolusi mahluk hidup yang sudah berlangsung selama puluhan juta tahun lamanya. Dinosaurus, manusia purba, manusia viking, manusia neandertal, punah karena tak kalah bersaing dalam pertarungan kehidupan.

Tahun-tahun mendatang dapat dipastikan manusia bisa menjinakkan virus corona COVID-19, seperti halnya virus influensa. Virus influensa pernah membunuh manusia hingga 100 juta orang pada tahun 1918. Namun saat ini virus jenis ini bukanlah menjadi ancaman yang menakutkan bagi manusia.

Benarkah Virus Corona COVID-19 Senjata Biologi?

Hingga detik ini belum ada bukti manusia bisa membuat mahluk hidup. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah “tidak benar”.

Categories
Kesehatan Virus Corona

Virus Corona Tak Berdaya di Negara Tropis

Virus Corona Tak Berdaya di Negara Tropis. Virus ini terlihat tak berdaya di wilayah tropis dengan sinar matahari yang menyengat. Contohnya di Singapura dan Malaysia. Hingga hari ini (11/03/2010) belum 1 orang pun pasien virus corona di rumah sakit – rumah sakit di 2 negara ini yang tewas.

Padahal Singapura telah mendeklarasikan korban pertama jauh sebelum Italia dan Amerika Serikat. Penularan virus corona di Asean (Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam) termasuk pertama di luar China (China daratan, Hongkong, Taiwan), yaitu mulai pertengahan Januari.

Jika dikaitkan dengan geografi, terlihat bahwa di negara-negara tropis dan wilayah-wilayah tropis penampilan virus ini tak seganas di negara-negara sub-tropis dan wilayah-wilayah sub-tropis.

Pengaruh iklim terhadap Keganasan virus corona COVID-19 semakin jelas setelah mengamati perkembangan virus ini selama hampir 3 bulan. Negara-negara yang saat ini masih menyisakan musim dingin mendapat serangan yang hebat dan mematikan.

Namun di negara-negara tropis dan sub-tropis belahan selatan, penyebaran virus corona terlihat melambat dan cenderung tak berbahaya.

Hingga saat ini korban tewas akibat virus ini di wilayah ASEAN hanya 2 orang. 1 orang korban di Pilipina (turis asal Wuhan), 1 korban lagi dari Thailand. Korban dari Thailand tewas lebih karena komplikasi dengan demam berdarah.

Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat pada tabel di bawah ini. Data dicuplik pada (10/03/2020) pukul 23.20 GMT melalui situs worldometers.

Tabel Jumlah Korban Virus Corona vs Jumlah Korban Tewas di Tropis dan Sub-tropis

No. Negara Tropis/Sub-tropis Jumlah Korban COVID-19 Jumlah Kematian
1. Singapura Tropis 166 0
2. Malaysia Tropis 129 0
3. Vietnam Tropis 34 0
4. Thailand Tropis 53 1
5. Philipina Tropis 33 1
6. Indonesia Tropis 27 0
7. Ekuador Tropis 15 0
8. Meksiko Tropis 7 0
9. Colombia Tropis 3 0
10. Brazil Tropis 34 0
11. China Sub-tropis 80.761 3.136
12. Korea Selatan Sub-tropis 7.513 58
13. Jepang Sub-tropis 587 10
14. Italia Sub-tropis 10.149 631
15. Prancis Sub-tropis 1.784 33
16. Spanyol Sub-tropis 1.695 35
17. Amerika Serikat Sub-tropis 975 30
18. Belanda Sub-tropis 382 4
19. Inggris Sub-tropis 383 6
20. Swiss Sub-tropis 497 3

Dari tabel di atas terlihat bahwa Virus Corona Tak Berdaya di Negara Tropis.

Tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Jumlah korban virus corona COVID-19 jauh lebih tinggi di negara-negara sub-tropis yang saat ini masih menyisakan musim dingin.
  • Di Negara-negara sub-tropis belahan Selatan (Afrika Selatan, New Zealand, Venezuela) yang saat ini masih menyisakan musim panas perkembangan virus ini berlangsung lambat dan tingkat kematian masih 0%.
  • Negara-negara ASEAN adalah beberapa negara pertama yang terserang virus corona awal. Namun pertumbuhan korban positif corona baru berjalan lambat. Negara-negara ASEAN termasuk dalam wilayah tropis.
  • Di negara yang saat ini masih menyisakan musim dingin seperti Eropa dan Asia Timur, perkembangan penularan virus corona berlangsung cepat. Resiko kematian di negara-negara tersebut rata-rata 2%.
  • 1 korban tewas di Piliphina adalah turis yang berasal dari China.
  • 1 korban tewas di Thailand lebih disebabkan demam berdarah. Sedangkan corona virus adalah faktor penghambat kesembuhan yang menyebabkan korban tewas.
Categories
Korban Virus Corona Virus Corona

Perbedaan Korban Virus Corona Tropis dan Sub-tropis

Perbedaan Korban Virus Corona Tropis dan Sub-tropis dari data-data yang ada terlihat jelas, antara lain :

  1. Jumlah korban virus corona di negara-negara tropis lebih sedikit.
  2. Laju pertumbuhan korban virus corona di negara-negara tropis cenderung lebih lambat dibanding laju pertumbuhan korban virus corona di negara-negara sub-tropis
  3. Tingkat kematian korban virus corona di negara-negara tropis jauh lebih rendah dibanding di negara-negara sub-tropis.

3 kesimpulan sementara di atas diperoleh dari riwayat data-data tentang virus corona di berbagai negara tropis dan sub-tropis yang diambil dari situs worldometers.

Indonesia dan negara-negara Asean lainnya memiliki jumlah penduduk sekitar 600 juta jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk di negara-negara Eropa. Namun dalam angka jumlah korban dan angka kematian jauh lebih rendah dibanding jumlah korban virus corona di negara-negara Eropa dan negara-negara sub-tropis lainnya.

Jumlah angka kematian juga terlihat sangat rendah. Selama 60 hari sejak wabah virus ini mulai menyebar ke seluruh dunia, jumlah kematian di negara-negara Asean hanya 2 orang, 1 orang di Philipina dan 1 orang di Thailand.

Dari data-data juga terlihat bahwa 90% dari jumlah kematian akibat virus corona COVID-19 berasal dari negara-negara sub-tropis yang saat ini sedang dalam transisi dari musim dingin ke musim semi.

Berikut perbandingan data-data korban virus corona antara negara-negara tropis dan negara-negara sub-tropis, yang disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel Perbandingan Persentase Jumlah Korban di Negara Tropis VS Sub-tropis

No. Negara Tropis/Sub-tropis Jumlah Penduduk / Jiwa Penderita COVID-19 Persentase Korban/Jumlah penduduk
1. Indonesia Tropis 272.636.699 27 1 per 10 juta orang
2. Singapura Tropis 5.836.276 166 28 per 10 juta orang
3. Malaysia Tropis 32.238.519 129 40 per 10 juta orang
4. Filipina Tropis 109.132.467 33 3  per 10 juta orang
5. Thailand Tropis 69.746.758 53 7,6 per 10 juta orang
6. Vietnam Tropis 97.338.579 34 3,5 per 10 juta orang
7. Ekuador Tropis 17.560.477 15 8,5 per 10 juta orang
8. Meksiko Tropis 128.517.414 7 0,5 per 10 juta orang
9. Korea Selatan Sub-tropis 51.255.803 7.513 1500 per 10 juta orang
10. Iran Sub-tropis 83.662.473 8.042 100 per 10 juta orang
11. Jepang Sub-tropis 126.593.369 581 46 per 10 juta orang
12. Prancis Sub-tropis 65.229.639 1.784 27 per 10 juta orang
13. Italia Sub-tropis 60.488.719 10.149 1700 per 10 juta orang
14. Amerika Serikat Sub-tropis 330.410.645 950 29 per 10 juta orang
15. China Sub-tropis 1.437.632.388 80.761 560 per 10 juta orang

Tabel di atas dikutip dari berbagai sumber, salah satunya situs (website) odometers.

Dari tabel di atas terlihat bahwa (kesimpulan sementara) kemampuan virus corona untuk menginfeksi manusia di wilayah tropis lebih lambat dibanding di wilayah sub-tropis yang sekarang masih bercuaca dingin.

Kesimpulan sementara, ada Perbedaan Korban Virus Corona Tropis dan Sub-tropis, dalam hal jumlah, kemampuan virus untuk mematikan korban, dan beberapa bukti sementara lainnya.

Categories
Kesehatan Virus Corona

Cara Penggunaan Masker yang Tepat

Cara Penggunaan Masker yang Tepat sangat penting untuk diketahui saat wabah virus corona menyerang seluruh dunia. Bukti empiris memperlihatkan bahwa jumlah korban virus corona terus naik meskipun penggunaan masker pernafasan makin intensif dilakukan.

Tak hanya menyerang masyarakat biasa, namun virus corona juga menyerang tenaga-tenaga medis yang sudah menerapkan penggunaan masker secara tepat dan disiplin.

Akan tetapi masker sangat dibutuhkan untuk paling tidak menekan resiko tertular virus corona dan berbagai penyakit lainnya.

Masker memang menjadi salah satu sarana utama untuk menghalangi penularan virus atau bakteri ke dalam tubuh melalui mulut atau saluran pernapasan. Penggunaan masker juga disarankan guna mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) lebih menyarankan masker digunakan oleh mereka yang sedang sakit.

Virus corona dapat menular melalui cairan yang keluar saat seseorang bersin atau batuk. Namun virus corona juga terdeteksi pada kotoran manusia yang menderita penyakit ini.

Penggunaan masker untuk mencegah penularan akan lebih efisien jika dikenakan oleh pasien yang sedang sakit.

Cara penggunaan masker yang tepat juga harus memperhatikan kualitas produk masker yang akan digunakan, kerapatan pori-pori masker, dan beberapa aspek lainnya.

Dalam rangka pencegahan virus corona, WHO juga memberikan sejumlah saran terkait Cara penggunaan masker yang tepat, sebagai berikut:

1. Sebelum mengenakan masker, bersihkan tangan dengan alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air.

2. Tutupi mulut dan hidung dengan masker. Pastikan tidak ada celah antara wajah dan masker.

3. Jangan menyentuh masker saat menggunakannya. Apabila terpaksa melakukannya, cuci tangan memakai sabun dan air atau bersihkan dengan.

4. Segera ganti masker dengan yang baru setelah lembab dan jangan gunakan kembali masker setelah dipakai.

5. Untuk melepas masker, lepaskan dari belakang (jangan sentuh bagian depan masker). Segera buang masker di tempat sampah tertutup. Kemudian bersihkan tangan dengan sabun dan air atau bersihkan memakai alkohol.

6. Setelah melepas masker atau setiap kali secara tidak sengaja menyentuh masker bekas, cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air atau gunakan alkohol untuk membersihkannya.

7. Buang masker sekali pakai setelah setiap kali digunakan dengan segera Apabila anda mengalami gejala masalah pernapasan, segera kenakan masker medis saat berada di tempat umum, seperti sarana transportasi publik.

Cara Penggunaan Masker yang Tepat sangat dianjurkan apabila anda berada di kawasan yang terdampak infeksi virus corona. Sementara apabila berada di ruang tertutup dan tidak memakai masker, tutup mulut dan hidung dengan memakai tisu saat batuk atau bersin. Setelah itu, segera buang tisu ke tempat sampah dan cuci tangan dengan sabun dan air.

Rekomendasi untuk Mencegah Infeksi Virus Corona Kementrian Kesehatan RI menyarankan masyarakat menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, rajin berolahraga, cukup istirahat, serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, untuk menghindari penularan virus corona.

Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan buku Panduan Kesiapsiagaan menghadapi Novel Coronavirus atau COVID-19 (pdf) melalui lamannya. Selain informasi mengenai penyebab, gejala, penularan, dan pengobatannya, panduan tersebut juga menginformasikan sejumlah langkah untuk mencegah infeksi virus corona.

Berikut sejumlah langkah pencegahan yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI:

1. Saran Kesehatan

-Membersihkan tangan secara rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata. Hal ini penting dilakukan, terlebih setelah memegang instalasi di sarana publik.

-Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air bening dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Cara lainnya dapat menggunakan alkohol 70-80% (sebaiknya berjenis methanol).

-Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk menggunakan tisu, atau sisi dalam lengan atas. Tisu yang digunakan dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya dengan sabun dan air.

-Ketika memiliki gejala gangguan di saluran napas, gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan.

2. Saran saat Melakukan Perjalanan

– Hindari kontak dengan hewan (baik hidup maupun mati).

-Hindari mengonsumsi produk hewan mentah atau setengah matang.

-Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan. -Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.

-Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.

-Jika merasa kesehatan terganggu ketika berada di daerah wabah, terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari fasilitas layanan kesehatan.

-Setelah kembali dari daerah terdampak wabah virus corona, segera konsultasi dengan dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu riwayat perjalanan Anda.

Categories
Kesehatan Virus Corona

Cara Mencegah Penularan Virus Corona

Cara Mencegah Penularan Virus Corona adalah hal penting yang perlu diketahui oleh setiap orang untuk saat ini. Pertama, Anda harus tahu terlebih dahulu defenisi virus, ukuran virus, apakah virus merupakan mahluk hidup atau sejenis zat kimia, dan sebagainya.

Setelah mengerti tentang virus dan ukurannya, selanjutnya kita harus mengerti bagaimana pergerakan virus di udara, air, atau melalui transportasi zat padat.

Setelah memahami semuanya, barulah kita bisa merencanakan penanggulangan virus yang efektif.

Defenisi dan Ukuran Virus

Virus adalah mahluk hidup yang memiliki ukuran diameter terkecil. Kuman dan bakteri adalah mahluk hidup berukuran mikro, dengan diameter antara 1 mikrometer hingga 999 mikrometer, atau 10-6 m – 999 x 10-6 m. Makanya bakteri dan kuman digolongkan sebagai mikroorganisme, yaitu organisme yang memiliki ukuran mikron.

Virus memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari bakteri dan kuman. Ukuran virus rata-rata antara 20 nano meter hingga 999 nano meter, atau 20 x 10-9 m – 999 x 109 m.

Mekanisme Pergerakan Virus di Udara

Pergerakan virus sebenarnya lebih karena dibantu oleh aliran udara, air, dan zat padat. Di udara, virus yang terlepas akan mengikuti pergerakan udara. Sejauh mana? Tentu saja transmisi virus lebih ditentukan oleh kecepatan aliran udara, apakah udara terkena matahari langsung atau dalam suasana gelap.

Transportasi Virus Dalam Air

Virus termasuk organisme yang bersifat koloid dalam air. Contoh koloid yang terlihat mata antara lain cairan susu dan teh. Artinya virus sulit diendapkan menggunakan koagulan, sehingga selalu terbawa air. Untuk menyaring virus dari air, kita bisa menggunakan mesin pemurni air semacam RO (Reverse Osmosis).

Kita juga bisa mencurigai air mengandung virus jika air yang akan dikonsumsi tak jernih. Atau Anda bisa melewatkan sinar laser dari pointer laser ke dalam gelas bening yang berisi air bening. Jika cahaya laser terhalang dan menyebabkan terlihatnya cahaya dalam air di gelas, maka dipastikan air mengandung partikel koloid.

Namun untuk memastikan air tak mengandung virus apapun, sebaiknya kita menggunakan mesin Reverse Osmosis sebagai penyaring air.

Transportasi Virus Melalui Benda Padat.

Mekanisme pergerakan virus di benda padat terjadi jika benda padat yang terkena virus (bisa terkena melalui tempelan akibat pergerakan udara, atau cairan dari bersin, ludah, atau dari kotoran manusia dan hewan semacam tinja), menular saat bersentuhan dengan kulit yang selanjutnya terkena tangan dan masuk ke hidung, mata, atau mulut via tangan.

Cara Mencegah Penularan Virus Corona ke Tubuh.

Untuk mencegah penularan virus corona, maka kita harus memahami bagaimana cara masuk virus ke dalam tubuh manusia.

Dari pemahaman tentang virus di atas, maka langkah selanjunya adalah pencegahan virus menular ke tubuh kita. Virus corona tak bisa menular melalui kulit, dan tak bisa menembus kulit manusia dan hewan.

Namun kulit juga merupaka sarana tempat menempel virus, yang bisa saja karena terkena tangan masuk ke hidung atau mata.

Cara Mencegah Penularan virus corona ke tubuh sebagai berikut :

1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air bersih bening dan sabun (antiseptic), setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku.

Kenapa mencuci tangan? Karena tangan adalah bagian tubuh yang sangat aktif, bisa bergerak memegang bahan-bahan padat di sekitar kita. Termasuk memegang kulit yang telah ada tempelan virus corona.

2. Mandi dengan bersih menggunakan sabun anti kuman dan air yang bening.

3. Cuci pakaian yang digunakan sesering mungkin. Atau sering mengganti pakaian setiap selesai keluar dari rumah dan tempat kerja.

4. Menggunakan masker hidung dan mulut.

Tak ada jaminan masker akan menyelamatkan Anda dari serangan virus. Karena kecilnya ukuran virus, umumnya hampir semua jenis masker bisa ditembus oleh organisme ini.

Penggunaan masker seperti logika memasang tirai angin. Dengan memasang penghalang angin, setidaknya angin yang tembus ke hidung dan pernafasan berkurang dari situasi tanpa masker. Tertular atau tidaknya seseorang oleh virus juga ditentukan oleh sebanyak apa virus yang masuk ke dalam tubuh.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan virus, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko terserang virus Corona.

Jangan gunakan masker secara berualng-ulang. Karena bagian luar masker bisa saja telahj mengandung virus dan jika terpegang bisa menular ke pernafasan melalui tangan.

5. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.

6. Tidak pergi ke tempat kerumunan atau keramaian

7. Tidak pergi ke luar negeri. Seluruh bagian dunia saat ini telah terserang virus corona.

8. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari beberapa jenis hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Categories
Kesehatan Virus Corona

3 Penderita Virus Corona Singapore 3 Hari di Batam

3 Penderita Virus Corona Singapore 3 hari di Batam, tepatnya tanggal 21-23 Februari 2020.

Pada tanggal 1 Maret 2020 pukul 12 siang, Departemen Kesehatan Singapura telah mengkonfirmasi dan memverifikasi empat kasus infeksi COVID-19 di Singapura. Dari jumlah tersebut, tiga terkait dengan kluster di Wizlearn Technologies Pte Ltd, yang juga sempat menginap di Batam selama 3 hari. Pelacakan kontak sedang berlangsung untuk kasus yang tersisa untuk membangun tautan apa pun ke kasus sebelumnya atau sejarah perjalanan ke China, Daegu dan Cheongdo.

11 dari kasus yang dikonfirmasi Singapore, (Kasus 93, 95, 97, 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104 dan 105) terkait dengan Wizlearn Technologies Pte Ltd. 3 dari 11 kasus yang terkonfirmasi ini sebelumnya pernah tinggal di Batam selama 3 hari.

Kasus 103

Kasus 103 adalah seorang warga negara Singapura wanita berusia 37 tahun yang tidak memiliki sejarah perjalanan baru-baru ini ke Cina, Daegu dan Cheongdo, tetapi telah berada di Batam dari 21 Februari hingga 23 Februari. Suspek saat ini ditahan di ruang isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID). Dia adalah anggota keluarga dari Kasus 93, dan terhubung dengan Kasus 101.

Karena suspek 103 sebelumnya telah diidentifikasi sebagai kontak dekat dengan Kasus 93 dan dilaporkan tidak memiliki penyakit baru-baru ini, pemerintah mengeluarkan perintah karantina rumah pada 26 Februari. Pada tanggal 29 Februari, ia mengungkapkan bahwa ia memiliki gejala pada 20 Februari dan telah mencari perawatan di klinik dokter umum (GP) pada 25 Februari. Dia segera dibawa ke NCID dengan ambulans dan diisolasi. Hasil tes selanjutnya mengkonfirmasi infeksi COVID-19 pada 1 Maret pagi.

Kasus 104

Kasus suspek 104 adalah seorang wanita Myanmar berusia 25 tahun yang tidak memiliki sejarah perjalanan baru-baru ini ke Cina, Daegu dan Cheongdo tetapi telah berada di Batam dari 21 Februari hingga 23 Februari. Dia adalah pekerja rumah tangga asing yang dipekerjakan oleh suspek 103. Dia saat ini ditahan di ruang isolasi di NCID. Pada 29 Februari, ia mengungkapkan bahwa ia memiliki gejala pada 23 Februari. Dia segera dibawa ke NCID dengan ambulans dan diisolasi. Hasil tes selanjutnya mengkonfirmasi infeksi COVID-19 pada 1 Maret pagi.

Kasus 101

Diumumkan pada 29 Februari.

Kasus 101 adalah warga negara Singapura pria berusia 61 tahun yang tidak memiliki sejarah perjalanan baru-baru ini ke Cina, Daegu dan Cheongdo, tetapi telah berada di Batam dari 21 Februari hingga 23 Februari. Dia saat ini dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong (NTFGH). Ia terkait dengan Kasus 103.

3 Penderita Virus Corona Singapore 3 hari di Batam, sempat tinggal dan berinterksi. 3 kasus di Singapore ini mirip dengan proses penularan corona dari WN Jepang di Jakarta. Pemerintah RI perlu lebih teliti dan mendalami setiap informasi yang ada, agar proses penularan COVID-19 dapat dipersempit.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Cara Masuk Virus Corona ke Dalam Tubuh

Cara masuk virus corona ke dalam tubuh umumnya melalui pernafasan. Sebagian besar ahli mengatakan bahwa virus corona COVID-19 paling banyak menular melalui pernafasan. Meskipun ada juga sebagian yang mengatakan penularan bisa melalui mata dan mulut.

Virus corona COVID-19 umumnya dimulai dan berakhir di paru-paru, karena seperti flu, coronavirus umumnya adalah penyakit pernapasan.

Gejala awal penularan virus corona termasuk demam, batuk, dan sesak napas. Ini muncul segera setelah 2 hari, atau selama 14 hari setelah terpapar virus.

Mereka menyebar secara khas ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, menyemprotkan tetesan yang dapat menularkan virus kepada siapa pun yang berada dalam kontak dekat. Virus corona juga menyebabkan gejala seperti flu: Pasien mungkin mulai dengan demam dan batuk yang berkembang menjadi pneumonia atau lebih buruk.

Setelah wabah SARS, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa penyakit ini biasanya menyerang paru-paru dalam tiga fase: replikasi virus, hiper-reaktivitas imun, dan perusakan paru-paru.

Tidak semua pasien menjalani ketiga fase ini — faktanya hanya 25 persen pasien SARS yang mengalami gagal napas, tanda khas dari kasus yang parah. Demikian juga, COVID-19, menurut data awal, menyebabkan gejala yang lebih ringan pada sekitar 82 persen kasus, sedangkan sisanya parah atau kritis.

Melihat lebih dalam, novel coronavirus novel nampaknya mengikuti pola lain dari SARS, kata associate professor dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Matthew B. Frieman, yang mempelajari coronavirus yang sangat patogen (sumber).

Di awal infeksi, novel coronavirus dengan cepat menyerang sel-sel paru-paru manusia. Sel-sel paru itu dibagi dalam dua kelas: sel yang membuat lendir dan sel dengan tongkat seperti rambut yang disebut silia.

Lendir, meskipun kotor ketika berada di luar tubuh, membantu melindungi jaringan paru-paru dari patogen dan memastikan organ pernapasan seseorang tidak mengering. Sel-sel silia berdetak di sekitar lendir, membersihkan puing-puing seperti serbuk sari atau virus.

Frieman menjelaskan bahwa SARS senang menginfeksi dan membunuh sel silia, yang kemudian mengelupas dan mengisi saluran udara pasien dengan puing-puing dan cairan, dan ia berhipotesis bahwa hal yang sama terjadi dengan novel coronavirus. Itu karena studi paling awal pada COVID-19 telah menunjukkan bahwa banyak pasien mengembangkan pneumonia di kedua paru-paru, disertai dengan gejala seperti sesak napas.

Saat itulah fase dua dan sistem kekebalan tubuh masuk. Karena dihadapkan dengan kehadiran penyerang virus, tubuh kita melakukan perlawanan terhadap penyakit dengan membanjiri paru-paru dengan sel-sel kekebalan untuk membersihkan kerusakan dan memperbaiki jaringan paru-paru.

Ketika bekerja dengan benar, proses inflamasi ini diatur dengan ketat dan hanya terbatas pada area yang terinfeksi. Tetapi kadang-kadang sistem kekebalan tubuh Anda rusak dan sel-sel itu membunuh apa pun di jalan mereka, termasuk jaringan sehat Anda.

“Jadi, Anda mendapatkan lebih banyak kerusakan daripada respon imun,” kata Frieman. Bahkan lebih banyak puing menyumbat paru-paru, dan pneumonia memburuk.

Selama fase ketiga, kerusakan paru-paru terus meningkat — yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Bahkan jika kematian tidak terjadi, beberapa pasien bertahan dengan kerusakan paru-paru permanen. Menurut WHO, SARS membuat lubang di paru-paru, memberi mereka “penampilan seperti sarang lebah” —dan lesi ini juga ada pada mereka yang menderita coronavirus baru.

Lubang-lubang ini kemungkinan diciptakan oleh respons hiperaktif sistem kekebalan tubuh, yang menciptakan bekas luka yang melindungi dan mengencangkan paru-paru.

Ketika itu terjadi, pasien sering harus memakai ventilator untuk membantu pernapasan mereka. Sementara itu, peradangan juga membuat membran antara kantung udara dan pembuluh darah lebih permeabel, yang dapat mengisi paru-paru dengan cairan dan memengaruhi kemampuan mereka untuk mengoksigenasi darah.

“Dalam kasus yang parah, Anda pada dasarnya membanjiri paru-paru dan tidak bisa bernapas,” kata Frieman. “Begitulah orang-orang yang menderita virus corona dalam kondisi sekarat.”

Kerusakan organ tubuh lain akibat COVID-19

Kerusakan akibat infeksi virus corona COVID-19 tak selalu hanya menyerang paru-paru. Namun kerusakan juga bisa terjadi di bagian lain dari tubuh, terutama jika terkena sakit parah.

Perut dan usus

Beberapa orang dengan COVID-19 melaporkan gejala gastrointestinal, seperti mual atau diare, meskipun gejala ini jauh lebih jarang daripada masalah dengan paru-paru.

Sementara coronavirus tampaknya lebih mudah memasuki tubuh melalui paru-paru, usus tidak bisa dijangkau oleh virus-virus ini.

Laporan sebelumnya mengidentifikasi virus yang menyebabkan SARS dan MERS dalam biopsi jaringan usus dan sampel tinja.

Dua penelitian terbaru – satu di New England Journal of Medicine dan cetakan di medRxiv – melaporkan bahwa sampel tinja dari beberapa orang dengan COVID-19 dinyatakan positif virus. Namun, para peneliti belum tahu apakah penularan tinja dari virus ini dapat terjadi.

Jantung dan pembuluh darah

COVID-19 juga dapat memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Ini mungkin muncul sebagai irama jantung yang tidak teratur, tidak cukup darah masuk ke jaringan, atau tekanan darah cukup rendah sehingga membutuhkan obat-obatan. Namun, sejauh ini belum ada indikasi sumber terpercaya yang mengatakan bahwa virus tersebut langsung merusak jantung.

Hati dan ginjal

Ketika sel-sel hati meradang atau rusak, mereka dapat bocor lebih tinggi dari jumlah normal enzim ke dalam aliran darah.

Enzim hati yang meningkat tidak selalu merupakan pertanda masalah serius, tetapi temuan laboratorium ini terlihat pada orang dengan SARS.

Satu laporan baru-baru ini menemukan tanda-tanda kerusakan hati pada seseorang dengan COVID-19. Dokter mengatakan, tidak jelas apakah virus atau obat yang digunakan untuk merawat orang tersebut yang menyebabkan kerusakan.

Beberapa orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 juga mengalami kerusakan ginjal akut. Sumber terpercaya mengatakan, kadang-kadang membutuhkan transplantasi ginjal. Ini juga terjadi dengan SARS dan MERS.

Ada “sedikit bukti,” untuk menunjukkan bahwa virus secara langsung menyebabkan cedera ginjal, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia.

James Cherry, seorang profesor riset pediatri di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA, mengatakan kerusakan ginjal mungkin disebabkan oleh perubahan lain yang terjadi selama infeksi coronavirus.

“Ketika Anda menderita radang paru-paru, Anda memiliki sedikit oksigen yang beredar,” katanya, “dan itu dapat merusak ginjal.”

Sistem kekebalan

Dengan infeksi apa pun, sistem kekebalan tubuh merespons dengan menyerang virus atau bakteri asing. Walaupun respons imun ini dapat membersihkan tubuh dari infeksi, namun terkadang juga dapat menyebabkan kerusakan kolateral pada tubuh.

Ini bisa datang dalam bentuk respons peradangan yang intens, kadang-kadang disebut “badai sitokin.” Sel-sel kekebalan memproduksi sitokin untuk melawan infeksi, tetapi jika terlalu banyak dilepaskan, itu dapat menyebabkan masalah dalam tubuh.

“Banyak [kerusakan dalam tubuh selama COVID-19] disebabkan oleh apa yang kita sebut sindrom sepsis, yang disebabkan oleh reaksi imun yang kompleks,” kata Evans. “Infeksi itu sendiri dapat menghasilkan respons peradangan yang intens di dalam tubuh yang dapat memengaruhi fungsi berbagai sistem organ.”

Cara masuk virus corona ke dalam tubuh perlu Anda ketahui dalam rangka mencegah tertular atau menularkan virus ini ke orang lain. Karena dengan mengetahui cara masuk virus corona ke dalam tubuh, Anda bisa membuat perlindungan ekstra di pernafasan dan mulut menggunakan masker, dan mata menggunakan kaca mata.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Penular Virus Corona warga Depok Dirawat di Malaysia

Penular Virus Corona warga Depok dirawat di Malaysia Sejak 21 Februari. Kasus penderita virus corona Depok berawal dari interaksi dengan WN Jepang. Warga negara Jepang tersebut beberapa hari selanjutnya (21 Februari) dirawat di salah satu RS swasta di Malaysia, dan beberapa hari kemudian dinyatakan terkena virus corona oleh otoritas kesehatan Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia melaporkan tiga kasus baru Covid-19. Salah satunya WN Jepang berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Ia sempat dikabarkan melakukan perjalanan ke Indonesia. WN Jepang inilah yang sebelumnya melakukan kontak dengan warga Depok yang positif terkena virus corona di Jakarta.

WN Jepang yang terinfeksi Corona tersebut merupakan kasus ke-24 yang terkonfirmasi positif di Malaysia. Ia sempat melakukan perjalanan ke Indonesia pada awal Februari lalu dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat, 27 Februari 2020.

Direktur Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan saat ini WN Jepang tersebut tengah diisolasi.

“Dia sekarang dirawat di bangsal isolasi Rumah Sakit Kuala Lumpur,” kata Dr Noor, seperti diberikan Malaymail, Minggu, 1 Maret 2020.

Wanita Jepang berusia 41 tahun tersebut tercatat sebagai pasien suspek Corona ke 24 di Malaysia. Dan dia juga telah menulari 1 peserta perawat pelatihan di rumah sakit swasta tempat dia dirawat. Perawat tersebut menjadi pasien suspek corona ke-27 di Malaysia.

 “Dia diidentifikasi sebagai salah satu dari beberapa individu yang memiliki kontak dekat dengan seorang wanita Jepang berusia 41 tahun yang terinfeksi. Dia menangani kasus 24 (wanita WN Jepang) tanpa peralatan pelindung pribadi pada 21 Februari dan 22 Februari.

“Perawat tersebut dites positif pada 29 Februari dan telah dirawat di bangsal isolasi Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk perawatan dan observasi lebih lanjut,” kata Dr. Noor Hisham.

Ada kemungkinan Realitas jumlah suspek corona di Indonesia lebih tinggi, karena WN Jepang penular virus corona warga Depok telah dirawat di Malaysia Sejak 21 Februari

Dari kronologi penularan di atas, ada kemungkinan orang yang tertular corona virus dari WN Jepang tersebut lebih dari 2 orang, karena warga Depok yang tertular kemungkinan mulai terinkubasi sejak tanggal 14 Februari 2020.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Kronologi Warga Depok Terkena Virus Corona

Kronologi warga Depok terkena virus corona bermula dari Klub Malam Paloma. Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan kronologi 2 WNI terkena virus Corona dari WN Jepang.

Dalam penjelasannya di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020), Menkes menyebut semua berawal ketika satu di antara 2 WNI ini, yakni si putri, berdansa dengan WN Jepang yang menularkan virus Corona. Kemudian, si WN Jepang setelah beberapa hari berikutnya berangkat ke Malaysia. Dari Malaysia WN Jepang tersebut via telepon mengabarkan bahwa dia terkena virus Corona.

Kronologi warga Depok terkena virus corona sebagai berikut :

14 Februari 2020

Salah satu korban virus Corona berusia 31 tahun ini berdansa dengan WN Jepang, yang merupakan temannya di Klub Paloma. Namun tak dijelaskan lokasi klub ini. Terawan menyebut wanita 31 tahun asal Indonesia ini berprofesi sebagai guru dansa.

16 Februari

Guru dansa merasakan sakit batuk-batuk dan dirawat jalan di salah satu rumah sakit di Depok.

26 Februari

Guru dansa tersebut mengaku batuknya tidak hilang-hilang.

28 Februari

WN Jepang teman dansanya menelepon dari Malaysia. WN Jepang ini menyatakan dia tengah dirawat di Malaysia dan dinyatakan positif Corona.

29 Februari

Guru dansa ini melapor kepada tim medis tentang telepon teman Jepang-nya itu. Dia lalu dipindahkan ke RSPI Sulianto Saroso beserta ibunya yang tinggal bersamanya.

1 Maret

Guru dansa dan ibunya yang saat itu berstatus suspect Corona tersebut sampai di RSPI Sulianti Saroso.

2 Maret

Menkes Terawan mendapat laporan bahwa 2 WNI ini positif Corona. Menkes menyatakan kondisi 2 WNI ini batuk-batuk ringan.

Dua warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona sempat berobat ke RS Mitra Keluarga Depok. Usai menangani pasien tersebut, puluhan tenaga medis di RS Mitra Depok dirumahkan.

“Tujuh puluh orang itu bukan berarti positif, tapi yang berinteraksi dengan pasien, itu dirumahkan dan sedang kita pantau,” ujar Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad kepada wartawan di Balai Kota, Depok, Senin (2/3/2020).

Idris menyampaikan pihak rumah sakit merumahkan 70 tenaga medis tersebut untuk menghindari kontak dengan yang lain.

“Dikhawatirkan oleh pihak RS, karena 70 ini sempat berinteraksi mengobati mendampingi si pasien sementara dirumahkan agar tidak terjangkit ke yang lain,” kata Idris.

“Tenaga medis yang berinteraksi, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua, mereka semua dirumahkan,” sambung Idris.

Namun Menteri Kesehatan mengatakan klub tempat dugaan mulainya penularan virus belum diisolasi hingga saat ini.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Presiden Joko Widodo mengumumkan Virus Corona

Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona pertama di Indonesia. Kasus pertama ini menimpa 2 dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona. Menurut Jokowi, dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Warga Jepang tersebut terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran. “Orang jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan hari ini, Senin (2/3/2020). “Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona,” tutur Presiden.

Dengan pengumuman ini, maka untuk kali pertama ada penemuan orang yang terjangkit virus corona di Indonesia.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut rumah warga Depok yang positif terjangkit virus corona juga sudah diisolasi. “Sesuai prosedur, dinas kesehatan setempat langsung melakukan pemantauan, juga melakukan isolasi rumah dan sebagainya,” kata Terawan di Istana Kepresidenan hari ini, Senin (2/3/2020). Warga yang positif virus corona adalah seorang ibu berusia 64 tahun beserta putrinya berusia 31 tahun.

2 orang warga Depok ini saat ini telah berada di Rumah Sakit Khusus Sulianti Saroso dalam ruang isolasi khusus.

Dengan pengumuman ini, maka saat ini virus corona COVID-19 telah resmi masuk ke Indonesia, dan telah menyerang 69 negara dan teritori di seluruh dunia.

Dengan Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona yang menimpa 2 warga Depok ini, maka virus corona COVID-19 telah resmi masuk ke Indonesia, dan telah menyerang 69 negara dan teritori di seluruh dunia. Jumlah korban terpapar mencapai 89.081 orang, korban tewas 3.057 orang, dan yang dinyatakan sembuh 45.153 orang di seluruh dunia.

Beberapa hari sebelumnya melihat cepatnya transmisi penularan virus ke berbagai negara, bestekin.com sudah diperkirakan tak lama lagi virus ini akan memasuki Indonesia.