Categories
Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga Virus Corona COVID-19

Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona

Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona di rumah tangga telah diterbitkan oleh US-CDC (United States Centers for Disease Control and Prevention). Pedoman ini juga berlaku dan tepat untuk diterapkan di negara kita.

Artikel ini sebagian besar berisi konten dari “Interim Recommendations for US Households with Suspected/Confirmed Coronavirus Disease 2019” yang berasal dari link ini.

Istilah “Disinfeksi” pada beberapa kalimat di bawah mengacu pada kata kerja “melakukan menggunakan cairan disinfektan”.

Latar Belakang Virus Corona

Ada banyak yang harus dipelajari tentang novel coronavirus yang menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19). Berdasarkan apa yang saat ini diketahui tentang novel coronavirus dan coronavirus dari strain yang berbeda (penyebab SARS dan MERS), umumnya spesies virus ini menyebar dari orang ke orang. Penyebaran paling sering terjadi pada jarak dekat, sekitar 6 kaki atau kurang dari 2 meter. Jenis penularan ini terjadi melalui kontak pernapasan.

Dengan kata lain, penularan coronavirus dari benda-benda atau permukaan lantai yang terkontaminasi virus kepada manusia belum didokumentasikan secara utuh.

Namun bukti terbaru menunjukkan bahwa coronavirus dapat bertahan selama berjam-jam pada permukaan yang terbuat dari berbagai bahan. Pembersihan permukaan yang tampak kotor diikuti oleh pembasmian kuman dan virus adalah tindakan praktik terbaik untuk pencegahan COVID-19 dan penyakit virus pernapasan lainnya, di rumah tangga dan masyarakat.

Tujuan Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona di Pemukiman

Panduan ini berisi rekomendasi tentang pembersihan dan disinfeksi rumah tangga di mana orang yang sedang diselidiki (suspek corona), atau mereka yang memiliki COVID-19 yang dikonfirmasi tinggal atau mungkin berada dalam isolasi sendiri.

Ini bertujuan untuk membatasi kelangsungan hidup virus di lingkungan tempat tinggal.

Pedoman ini difokuskan pada pengaturan rumah tangga dan dimaksudkan untuk digunakan oleh masyarakat umum.

Pembersihan mengacu pada pemisahan kuman dan kotoran dari permukaan benda dan permukaan lantai atau dinding. Membersihkan tidak bertujuan membunuh kuman, tetapi dengan menghilangkannya, akan menurunkan jumlah dan risiko penyebaran infeksi.

Disinfeksi mengacu pada penggunaan bahan kimia disinfektan, yang bertujuan membunuh kuman di permukaan benda atau ruangan. Proses ini tidak bertujuan membersihkan permukaan yang kotor atau membuang kuman. Tetapi proses disinfeksi menggunakan disinfektan dengan membunuh kuman di permukaan setelah dibersihkan, dapat semakin menurunkan risiko penyebaran infeksi.

Rekomendasi Umum untuk Pembersihan Rutin dan Disinfeksi Rumah Tangga

Anggota masyarakat dapat melakukan pembersihan rutin permukaan yang sering disentuh (misalnya: meja, gagang pintu, sakelar, pegangan, meja, toilet, keran, bak cuci) dengan pembersih rumah tangga dan desinfektan yang sesuai untuk permukaan tersebut. Untuk penggunaan disinfektan, Anda harus mengikuti instruksi label, atau mencari tahu cara penggunaan cairan disinfektan yang akan digunakan.

Label berisi instruksi untuk penggunaan yang aman dan efektif dari produk pembersih, termasuk tindakan pencegahan yang harus Anda ambil saat menggunakan produk. Misalnya harus mengenakan sarung tangan dan memastikan Anda memiliki ventilasi yang baik selama penggunaan produk.

Rekomendasi Umum untuk Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona Rumah Tangga dengan Orang-Orang yang Terisolasi dalam Perawatan di Rumah (mis. Diduga / Dikonfirmasi memiliki COVID-19)

  • Anggota rumah tangga harus mendidik diri mereka sendiri tentang gejala COVID-19 dan mencegah penyebaran COVID-19 di rumah.
  • Bersihkan dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari di area umum rumah tangga (mis. Meja, kursi bersandaran keras, gagang pintu, sakelar lampu, remote, gagang, meja, toilet, wastafel)
  • Di kamar tidur / kamar mandi yang digunakan untuk orang sakit: pertimbangkan mengurangi frekuensi pembersihan sesuai kebutuhan (mis., Benda dan permukaan yang kotor) untuk menghindari kontak yang tidak perlu dengan orang yang sakit.
  • Sebisa mungkin, orang yang sakit harus tinggal di ruangan khusus dan jauh dari orang lain di rumah mereka, mengikuti panduan perawatan di rumah.
  • Pengasuh dapat menyediakan persediaan pembersih pribadi untuk kamar dan kamar mandi orang yang sakit. Persediaan ini termasuk tisu, handuk kertas, pembersih, dan desinfektan.
  • Jika kamar mandi terpisah tidak tersedia, kamar mandi harus dibersihkan dan didesinfeksi setelah digunakan oleh orang yang sakit. Jika ini tidak memungkinkan, pengasuh harus menunggu setelah digunakan oleh orang yang sakit, untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang memiliki frekwensi sentuhan tinggi.
  • Anggota rumah tangga harus mengikuti panduan perawatan di rumah ketika berinteraksi dengan orang-orang yang dicurigai / dikonfirmasi COVID-19 dan kamar / kamar mandi isolasi mereka.

Cara membersihkan dan mendisinfeksi:

Permukaan

  • Kenakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkan dan mendisinfeksi permukaan. Sarung tangan harus dibuang setelah setiap pembersihan. Jika Anda menggunakan sarung tangan yang bisa dipakai ulang, sarung tangan tersebut harus digunakan hanya untuk membersihkan dan mendesinfeksi permukaan yang dicurigai tercemar COVID-19.  Artinya sarung tangan jangan digunakan untuk kepentingan lain. Konsultasikan instruksi pabrik untuk membersihkan dan mendesinfeksi produk yang digunakan. Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.
  • Jika permukaannya yang akan didisinfeksi kotor, mereka harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan deterjen atau sabun dan air, sebelum dilakukannya desinfeksi.
  • Untuk desinfeksi, larutan pemutih rumah tangga yang diencerkan (sodium hipoklorit atau hidrogen peroksida), larutan alkohol yang setidaknya memiliki konsentrasi 70%. Atau menggunakan beberapa jenis bahan kimia disinfektan rumah tangga yang terdaftar di EPA.
  • Larutan pemutih rumah tangga encer dapat digunakan jika sesuai untuk permukaan. Ikuti instruksi pabrik untuk aplikasi dan ventilasi yang tepat. Periksa untuk memastikan produk tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Jangan sekali-kali mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya. Pemutih rumah tangga yang tidak kadaluwarsa akan efektif melawan virus corona bila diencerkan dengan benar.
  • Siapkan larutan pemutih dengan mencampurkan: 5 sendok makan (1/3 gelas) pemutih per galon air, atau 4 sendok teh pemutih per liter air
  • Ikuti instruksi pabrik untuk semua produk pembersih dan desinfeksi (mis., Konsentrasi, metode aplikasi, dan lamanya waktu kontak, dll.).
  • Untuk permukaan lunak (keropos) seperti lantai berkarpet, permadani, dan gorden, singkirkan kontaminasi yang terlihat mata jika ada, dan bersihkan dengan pembersih yang sesuai untuk permukaan ini. Setelah dibersihkan, cuci barang sesuai dengan instruksi pabrikan. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Pakaian, handuk, linen, dan barang-barang lain yang masuk binatu

Pakailah sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor dari orang yang sakit dan kemudian buang (sarung tangan) setelah digunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, sarung tangan tersebut harus didedikasikan untuk membersihkan dan mendesinfeksi permukaan COVID-19 dan tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya. Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.

Jika tidak ada sarung tangan yang digunakan saat menangani cucian kotor, pastikan untuk mencuci dan mendisinfeksi tangan sesudahnya.

Jika memungkinkan, jangan kocok cucian kotor. Ini akan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus melalui udara.

Mencuci barang sesuai dengan instruksi pabrikan. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Kebersihan tangan dan tindakan pencegahan lainnya

  • Anggota rumah tangga harus sering membersihkan tangan, termasuk segera setelah melepas sarung tangan dan setelah kontak dengan orang yang sakit, dengan mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia dan tangan tidak tampak kotor, pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol dapat digunakan. Namun, jika tangan tampak kotor, selalu cuci tangan dengan sabun dan air.
  • Anggota rumah tangga harus mengikuti tindakan pencegahan normal saat bekerja dan di rumah termasuk kebersihan tangan yang direkomendasikan dan menghindari sentuhan mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Mencuci tangan dengan disinfektan juga harus Andas lakukan setelah :

  • Setelah menyentuh hidung, batuk, atau bersin
  • Setelah menggunakan kamar kecil
  • Sebelum makan atau saat menyiapkan makanan
  • Setelah kontak dengan hewan atau hewan peliharaan
  • Sebelum dan sesudah memberikan perawatan rutin untuk orang lain yang membutuhkan bantuan (mis. Seorang anak)

Pertimbangan lainnya

Orang yang sakit harus makan / diberi makan di kamar mereka jika memungkinkan. Barang-barang layanan makanan non-sekali pakai yang digunakan harus ditangani dengan sarung tangan dan dicuci dengan air panas atau dalam mesin cuci piring. Bersihkan tangan setelah memegang item layanan makanan bekas.

Jika mungkin, persembahkan tempat sampah berjajar untuk orang sakit. Gunakan sarung tangan saat mengeluarkan kantong sampah, penanganan, dan pembuangan sampah. Cuci tangan setelah memegang atau membuang sampah.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan departemen kesehatan setempat tentang pedoman pembuangan sampah jika tersedia.

Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Korban Virus Corona Virus Corona COVID-19

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona perlu dipelajari, mengingat makin mahalnya harga-harga disinfektan yang dikenal secara umum saat ini. Harga alkohol dan hidrogen peroksida mengalami kenaikan yang tajam hingga 10 kali lipat dari harga normalnya.

Ada banyak alternatif yang bahkan jauh lebih kuat dibanding alkohol dan peroksida, yang bisa digunakan sebagai disinfektan pembasmi virus corona.

Corona adalah jenis enveloped virus, yang memiliki lapisan lemak di permukaan luarnya. US EPA (United States  Environmental Protection Agency) telah menetapkan kombinasi antara senyawa kompleks perak sitrat dan asam sitrat sebagai salah satu dari jenis bahan kimia yang bisa digunakan sebagai disinfektan virus corona.

Sekilas Perak Sitrat

Pembentukan larutan kompleks sitrat perak / asam sitrat telah lama diselidiki. Meskipun perak sitrat sangat sedikit yang larut di dalam air, namun senyawa ini bisa dilarutkan dalam larutan asam sitrat.

Konsentrasi maksimum ion Ag + dalam larutan diperkirakan 23 hingga 25 g /L, jika konsentrasi asam sitrat yang digunakan setidaknya 4 mol / L atau lebih tinggi. Pelarutan perak sitrat dalam larutan asam sitrat dikaitkan dengan pembentukan kompleks perak sitrat dari formula umum [Ag3 (C6H5O7) n + 1] 3n−.

Larutan kompleks perak sitrat + asam sitrat telah menunjukkan aktivitas bakteriostatik dan bakterisida yang sangat kuat.

Sudah diketahui dengan baik bahwa perak dalam bentuk ionik atau senyawa kompleksnya lah yang aktif sebagai antimikroba. Sedangkan perak dalam bentuk logam, bahkan dalam apa yang disebut “nanoparticle”, tidak memiliki kemampuan anti mikroba.

Senyawa perak menarik digunakan sebagai disinfektan, karena pada kisaran konsentrasi yang berlaku, ion perak tidak menunjukkan toksisitas dan aktivitas karsinogenik terhadap tubuh manusia.

Perak sitrat adalah zat berwarna putih dengan kelarutan yang sangat terbatas dalam air. Di bawah kondisi fisikokimia normal, 1 bagian perak sitrat larut dalam 3500 bagian air, yang sesuai dengan 285 ppm ion Ag + dalam larutan.

Pemasukan larutan perak nitrat ke dalam larutan asam sitrat atau asam hidroksikarboksilat lainnya menghasilkan endapan.

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona

Proses pembuatan Larutan Perak Sitrat

Larutan perak sitrat dibuat menggunakan larutan perak nitrat sebagai bahan baku. Tahap-tahap pembuatan sebagai berikut :

  1. Melarutkan logam perak murni menjadi larutan perak nitrat, atau langsung menggunakan perak nitrat standar farmasi sebagai bahan baku.
  2. Mereaksikan larutan perak nitrat dengan larutan asam sitrat (sitrun), untuk mendapatkan endapan perak sitrat.
  3. Menyaring perak sitrat agar terpisah dari larutan asam nitrat.
  4. Melarutkan perak sitrat dalam larutan asam sitrat.

4 tahap di atas dijelaskan melalui reaksi kimia berikut :

Menggunakan perak nitrat farmasi sebagai bahan baku, yang direaksikan dalam larutan asam sitrat.

3AgNO3 + H3C6H5O7⟷Ag3C6H5O7↓+3HNO3              (i)

Dimana : 

AgNO3 = perak nitrat

H3C6H5O7 = asam sitrat atau sitrun.

Berikutnya adalah menyaring endapan perak sitrat menggunakan kertas saring..

Selanjutnya mereaksikan endapan perak sitrat dalam asam sitrat, seperti reaksi kimia berikut ini :

Ag3C6H5O7↓  + 2 H3C6H5O7 →   3 AgH2C6H5O7       (ii)         

2 Ag3C6H5O7↓+ H3C6H5O7   →  3 Ag2HC6H5O7          (iii)

Dalam larutan asam sitrat, perak sitrat larut dalam 2 senyawa kompleks, yaitu senyawa kompleks AgH2C6H5O7 dalam reaksi (ii), dan senyawa kompleks Ag2HC6H5O7 pada reaksi (iii).

Pelarutan sempurna jika semua endapan perak sitrat (Ag3C6H5O7) yang berwarna putih telah larut semua dalam asam sitrat. Jika masih tersisa endapan, langkah yang Anda lakukan adalah penambahan asam sitrat ke dalam media pereaksi.

Larutan kompleks perak sitrat yang memiliki konsentrasi tinggi, dalam beberapa minggu, dapat berubah sebagia menjadi endapan baru senyawa perak sitrat Ag3C6H5O7 yang tak larut. Ini artinya, terjadi penurunan kelarutan perak sitrat di dalam larutan asam sitrat.

Agar ini tak terjadi, maka proses pelarutan perak sitrat dalam asam sitrat harus menggunakan larutan asam sitrat yang encer, dengan perkiraan ion perak yang larut maksimum 13 g/L.

Pengenceran Larutan Perak Sitrat + Asam Sitrat

Larutan kombinasi perak sitrat + asam sitrat adalah larutan kompleks perak sitrat yang berada di dalam larutan asam sitrat.

Pengenceran dilakukan agar penggunaan perak tak terlalu boros.

Larutan perak sitrat yang memiliki konsentrasi ion perak (Ag+) sekitar 100 ppm (100 grak perak per 1000 liter cairan) sudah mampu membunuh berbagai jenis mikroorganisme dan virus, termasuk di dalamnya virus corona SARS-Cov2 atau yang lebih dikenal COVID-19.

Kemampuan perak sitrat membunuh 99,99% virus corona sekitar 1 menit, yang setara dengan penggunaan sodium hipoklorit dan hidrogen peroksida, dan jauh lebih kuat dibanding alkohol.

Keekonomian Perak Sitrat sebagai Disinfektan Virus Corona

Ion perak dalam cairan disinfektan perak sitrat diperkirakan sekitar 100 gram dalam 1000 liter larutan. 100 gram perak saat ini memiliki harga sekitar Rp 900.000,-, dimana 1 gram logam perak dijual di pasaran seharga Rp 9.000,-.

Jika dibagi dalam sartuan liter, larutan kompleks perak sitrat menggunakan bahan baku logam perak seharga Rp 900,-, yang jauh lebih murah dibanding harga alkohol maupun senyawa kimia lainnya.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Cara Masuk Virus Corona ke Dalam Tubuh

Cara masuk virus corona ke dalam tubuh umumnya melalui pernafasan. Sebagian besar ahli mengatakan bahwa virus corona COVID-19 paling banyak menular melalui pernafasan. Meskipun ada juga sebagian yang mengatakan penularan bisa melalui mata dan mulut.

Virus corona COVID-19 umumnya dimulai dan berakhir di paru-paru, karena seperti flu, coronavirus umumnya adalah penyakit pernapasan.

Gejala awal penularan virus corona termasuk demam, batuk, dan sesak napas. Ini muncul segera setelah 2 hari, atau selama 14 hari setelah terpapar virus.

Mereka menyebar secara khas ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, menyemprotkan tetesan yang dapat menularkan virus kepada siapa pun yang berada dalam kontak dekat. Virus corona juga menyebabkan gejala seperti flu: Pasien mungkin mulai dengan demam dan batuk yang berkembang menjadi pneumonia atau lebih buruk.

Setelah wabah SARS, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa penyakit ini biasanya menyerang paru-paru dalam tiga fase: replikasi virus, hiper-reaktivitas imun, dan perusakan paru-paru.

Tidak semua pasien menjalani ketiga fase ini — faktanya hanya 25 persen pasien SARS yang mengalami gagal napas, tanda khas dari kasus yang parah. Demikian juga, COVID-19, menurut data awal, menyebabkan gejala yang lebih ringan pada sekitar 82 persen kasus, sedangkan sisanya parah atau kritis.

Melihat lebih dalam, novel coronavirus novel nampaknya mengikuti pola lain dari SARS, kata associate professor dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Matthew B. Frieman, yang mempelajari coronavirus yang sangat patogen (sumber).

Di awal infeksi, novel coronavirus dengan cepat menyerang sel-sel paru-paru manusia. Sel-sel paru itu dibagi dalam dua kelas: sel yang membuat lendir dan sel dengan tongkat seperti rambut yang disebut silia.

Lendir, meskipun kotor ketika berada di luar tubuh, membantu melindungi jaringan paru-paru dari patogen dan memastikan organ pernapasan seseorang tidak mengering. Sel-sel silia berdetak di sekitar lendir, membersihkan puing-puing seperti serbuk sari atau virus.

Frieman menjelaskan bahwa SARS senang menginfeksi dan membunuh sel silia, yang kemudian mengelupas dan mengisi saluran udara pasien dengan puing-puing dan cairan, dan ia berhipotesis bahwa hal yang sama terjadi dengan novel coronavirus. Itu karena studi paling awal pada COVID-19 telah menunjukkan bahwa banyak pasien mengembangkan pneumonia di kedua paru-paru, disertai dengan gejala seperti sesak napas.

Saat itulah fase dua dan sistem kekebalan tubuh masuk. Karena dihadapkan dengan kehadiran penyerang virus, tubuh kita melakukan perlawanan terhadap penyakit dengan membanjiri paru-paru dengan sel-sel kekebalan untuk membersihkan kerusakan dan memperbaiki jaringan paru-paru.

Ketika bekerja dengan benar, proses inflamasi ini diatur dengan ketat dan hanya terbatas pada area yang terinfeksi. Tetapi kadang-kadang sistem kekebalan tubuh Anda rusak dan sel-sel itu membunuh apa pun di jalan mereka, termasuk jaringan sehat Anda.

“Jadi, Anda mendapatkan lebih banyak kerusakan daripada respon imun,” kata Frieman. Bahkan lebih banyak puing menyumbat paru-paru, dan pneumonia memburuk.

Selama fase ketiga, kerusakan paru-paru terus meningkat — yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Bahkan jika kematian tidak terjadi, beberapa pasien bertahan dengan kerusakan paru-paru permanen. Menurut WHO, SARS membuat lubang di paru-paru, memberi mereka “penampilan seperti sarang lebah” —dan lesi ini juga ada pada mereka yang menderita coronavirus baru.

Lubang-lubang ini kemungkinan diciptakan oleh respons hiperaktif sistem kekebalan tubuh, yang menciptakan bekas luka yang melindungi dan mengencangkan paru-paru.

Ketika itu terjadi, pasien sering harus memakai ventilator untuk membantu pernapasan mereka. Sementara itu, peradangan juga membuat membran antara kantung udara dan pembuluh darah lebih permeabel, yang dapat mengisi paru-paru dengan cairan dan memengaruhi kemampuan mereka untuk mengoksigenasi darah.

“Dalam kasus yang parah, Anda pada dasarnya membanjiri paru-paru dan tidak bisa bernapas,” kata Frieman. “Begitulah orang-orang yang menderita virus corona dalam kondisi sekarat.”

Kerusakan organ tubuh lain akibat COVID-19

Kerusakan akibat infeksi virus corona COVID-19 tak selalu hanya menyerang paru-paru. Namun kerusakan juga bisa terjadi di bagian lain dari tubuh, terutama jika terkena sakit parah.

Perut dan usus

Beberapa orang dengan COVID-19 melaporkan gejala gastrointestinal, seperti mual atau diare, meskipun gejala ini jauh lebih jarang daripada masalah dengan paru-paru.

Sementara coronavirus tampaknya lebih mudah memasuki tubuh melalui paru-paru, usus tidak bisa dijangkau oleh virus-virus ini.

Laporan sebelumnya mengidentifikasi virus yang menyebabkan SARS dan MERS dalam biopsi jaringan usus dan sampel tinja.

Dua penelitian terbaru – satu di New England Journal of Medicine dan cetakan di medRxiv – melaporkan bahwa sampel tinja dari beberapa orang dengan COVID-19 dinyatakan positif virus. Namun, para peneliti belum tahu apakah penularan tinja dari virus ini dapat terjadi.

Jantung dan pembuluh darah

COVID-19 juga dapat memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Ini mungkin muncul sebagai irama jantung yang tidak teratur, tidak cukup darah masuk ke jaringan, atau tekanan darah cukup rendah sehingga membutuhkan obat-obatan. Namun, sejauh ini belum ada indikasi sumber terpercaya yang mengatakan bahwa virus tersebut langsung merusak jantung.

Hati dan ginjal

Ketika sel-sel hati meradang atau rusak, mereka dapat bocor lebih tinggi dari jumlah normal enzim ke dalam aliran darah.

Enzim hati yang meningkat tidak selalu merupakan pertanda masalah serius, tetapi temuan laboratorium ini terlihat pada orang dengan SARS.

Satu laporan baru-baru ini menemukan tanda-tanda kerusakan hati pada seseorang dengan COVID-19. Dokter mengatakan, tidak jelas apakah virus atau obat yang digunakan untuk merawat orang tersebut yang menyebabkan kerusakan.

Beberapa orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 juga mengalami kerusakan ginjal akut. Sumber terpercaya mengatakan, kadang-kadang membutuhkan transplantasi ginjal. Ini juga terjadi dengan SARS dan MERS.

Ada “sedikit bukti,” untuk menunjukkan bahwa virus secara langsung menyebabkan cedera ginjal, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia.

James Cherry, seorang profesor riset pediatri di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA, mengatakan kerusakan ginjal mungkin disebabkan oleh perubahan lain yang terjadi selama infeksi coronavirus.

“Ketika Anda menderita radang paru-paru, Anda memiliki sedikit oksigen yang beredar,” katanya, “dan itu dapat merusak ginjal.”

Sistem kekebalan

Dengan infeksi apa pun, sistem kekebalan tubuh merespons dengan menyerang virus atau bakteri asing. Walaupun respons imun ini dapat membersihkan tubuh dari infeksi, namun terkadang juga dapat menyebabkan kerusakan kolateral pada tubuh.

Ini bisa datang dalam bentuk respons peradangan yang intens, kadang-kadang disebut “badai sitokin.” Sel-sel kekebalan memproduksi sitokin untuk melawan infeksi, tetapi jika terlalu banyak dilepaskan, itu dapat menyebabkan masalah dalam tubuh.

“Banyak [kerusakan dalam tubuh selama COVID-19] disebabkan oleh apa yang kita sebut sindrom sepsis, yang disebabkan oleh reaksi imun yang kompleks,” kata Evans. “Infeksi itu sendiri dapat menghasilkan respons peradangan yang intens di dalam tubuh yang dapat memengaruhi fungsi berbagai sistem organ.”

Cara masuk virus corona ke dalam tubuh perlu Anda ketahui dalam rangka mencegah tertular atau menularkan virus ini ke orang lain. Karena dengan mengetahui cara masuk virus corona ke dalam tubuh, Anda bisa membuat perlindungan ekstra di pernafasan dan mulut menggunakan masker, dan mata menggunakan kaca mata.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Penular Virus Corona warga Depok Dirawat di Malaysia

Penular Virus Corona warga Depok dirawat di Malaysia Sejak 21 Februari. Kasus penderita virus corona Depok berawal dari interaksi dengan WN Jepang. Warga negara Jepang tersebut beberapa hari selanjutnya (21 Februari) dirawat di salah satu RS swasta di Malaysia, dan beberapa hari kemudian dinyatakan terkena virus corona oleh otoritas kesehatan Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia melaporkan tiga kasus baru Covid-19. Salah satunya WN Jepang berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Ia sempat dikabarkan melakukan perjalanan ke Indonesia. WN Jepang inilah yang sebelumnya melakukan kontak dengan warga Depok yang positif terkena virus corona di Jakarta.

WN Jepang yang terinfeksi Corona tersebut merupakan kasus ke-24 yang terkonfirmasi positif di Malaysia. Ia sempat melakukan perjalanan ke Indonesia pada awal Februari lalu dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat, 27 Februari 2020.

Direktur Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan saat ini WN Jepang tersebut tengah diisolasi.

“Dia sekarang dirawat di bangsal isolasi Rumah Sakit Kuala Lumpur,” kata Dr Noor, seperti diberikan Malaymail, Minggu, 1 Maret 2020.

Wanita Jepang berusia 41 tahun tersebut tercatat sebagai pasien suspek Corona ke 24 di Malaysia. Dan dia juga telah menulari 1 peserta perawat pelatihan di rumah sakit swasta tempat dia dirawat. Perawat tersebut menjadi pasien suspek corona ke-27 di Malaysia.

 “Dia diidentifikasi sebagai salah satu dari beberapa individu yang memiliki kontak dekat dengan seorang wanita Jepang berusia 41 tahun yang terinfeksi. Dia menangani kasus 24 (wanita WN Jepang) tanpa peralatan pelindung pribadi pada 21 Februari dan 22 Februari.

“Perawat tersebut dites positif pada 29 Februari dan telah dirawat di bangsal isolasi Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk perawatan dan observasi lebih lanjut,” kata Dr. Noor Hisham.

Ada kemungkinan Realitas jumlah suspek corona di Indonesia lebih tinggi, karena WN Jepang penular virus corona warga Depok telah dirawat di Malaysia Sejak 21 Februari

Dari kronologi penularan di atas, ada kemungkinan orang yang tertular corona virus dari WN Jepang tersebut lebih dari 2 orang, karena warga Depok yang tertular kemungkinan mulai terinkubasi sejak tanggal 14 Februari 2020.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Kronologi Warga Depok Terkena Virus Corona

Kronologi warga Depok terkena virus corona bermula dari Klub Malam Paloma. Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan kronologi 2 WNI terkena virus Corona dari WN Jepang.

Dalam penjelasannya di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020), Menkes menyebut semua berawal ketika satu di antara 2 WNI ini, yakni si putri, berdansa dengan WN Jepang yang menularkan virus Corona. Kemudian, si WN Jepang setelah beberapa hari berikutnya berangkat ke Malaysia. Dari Malaysia WN Jepang tersebut via telepon mengabarkan bahwa dia terkena virus Corona.

Kronologi warga Depok terkena virus corona sebagai berikut :

14 Februari 2020

Salah satu korban virus Corona berusia 31 tahun ini berdansa dengan WN Jepang, yang merupakan temannya di Klub Paloma. Namun tak dijelaskan lokasi klub ini. Terawan menyebut wanita 31 tahun asal Indonesia ini berprofesi sebagai guru dansa.

16 Februari

Guru dansa merasakan sakit batuk-batuk dan dirawat jalan di salah satu rumah sakit di Depok.

26 Februari

Guru dansa tersebut mengaku batuknya tidak hilang-hilang.

28 Februari

WN Jepang teman dansanya menelepon dari Malaysia. WN Jepang ini menyatakan dia tengah dirawat di Malaysia dan dinyatakan positif Corona.

29 Februari

Guru dansa ini melapor kepada tim medis tentang telepon teman Jepang-nya itu. Dia lalu dipindahkan ke RSPI Sulianto Saroso beserta ibunya yang tinggal bersamanya.

1 Maret

Guru dansa dan ibunya yang saat itu berstatus suspect Corona tersebut sampai di RSPI Sulianti Saroso.

2 Maret

Menkes Terawan mendapat laporan bahwa 2 WNI ini positif Corona. Menkes menyatakan kondisi 2 WNI ini batuk-batuk ringan.

Dua warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona sempat berobat ke RS Mitra Keluarga Depok. Usai menangani pasien tersebut, puluhan tenaga medis di RS Mitra Depok dirumahkan.

“Tujuh puluh orang itu bukan berarti positif, tapi yang berinteraksi dengan pasien, itu dirumahkan dan sedang kita pantau,” ujar Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad kepada wartawan di Balai Kota, Depok, Senin (2/3/2020).

Idris menyampaikan pihak rumah sakit merumahkan 70 tenaga medis tersebut untuk menghindari kontak dengan yang lain.

“Dikhawatirkan oleh pihak RS, karena 70 ini sempat berinteraksi mengobati mendampingi si pasien sementara dirumahkan agar tidak terjangkit ke yang lain,” kata Idris.

“Tenaga medis yang berinteraksi, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua, mereka semua dirumahkan,” sambung Idris.

Namun Menteri Kesehatan mengatakan klub tempat dugaan mulainya penularan virus belum diisolasi hingga saat ini.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Presiden Joko Widodo mengumumkan Virus Corona

Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona pertama di Indonesia. Kasus pertama ini menimpa 2 dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona. Menurut Jokowi, dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Warga Jepang tersebut terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran. “Orang jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan hari ini, Senin (2/3/2020). “Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona,” tutur Presiden.

Dengan pengumuman ini, maka untuk kali pertama ada penemuan orang yang terjangkit virus corona di Indonesia.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut rumah warga Depok yang positif terjangkit virus corona juga sudah diisolasi. “Sesuai prosedur, dinas kesehatan setempat langsung melakukan pemantauan, juga melakukan isolasi rumah dan sebagainya,” kata Terawan di Istana Kepresidenan hari ini, Senin (2/3/2020). Warga yang positif virus corona adalah seorang ibu berusia 64 tahun beserta putrinya berusia 31 tahun.

2 orang warga Depok ini saat ini telah berada di Rumah Sakit Khusus Sulianti Saroso dalam ruang isolasi khusus.

Dengan pengumuman ini, maka saat ini virus corona COVID-19 telah resmi masuk ke Indonesia, dan telah menyerang 69 negara dan teritori di seluruh dunia.

Dengan Presiden Joko Widodo mengumumkan virus corona yang menimpa 2 warga Depok ini, maka virus corona COVID-19 telah resmi masuk ke Indonesia, dan telah menyerang 69 negara dan teritori di seluruh dunia. Jumlah korban terpapar mencapai 89.081 orang, korban tewas 3.057 orang, dan yang dinyatakan sembuh 45.153 orang di seluruh dunia.

Beberapa hari sebelumnya melihat cepatnya transmisi penularan virus ke berbagai negara, bestekin.com sudah diperkirakan tak lama lagi virus ini akan memasuki Indonesia.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Apakah Virus Corona COVID-19 Kutukan Tuhan?

Apakah virus corona COVID-19 kutukan Tuhan? Akhir-akhir ini makin berkembang berbagai opini subjektif mengenai epidemi coronavirus COVID-19. Berbagai informasi hoaks dikembangkan oleh banyak pihak yang coba mencari keuntungan dengan cepatnya penyebaran virus corona.

Mulai dari opini sesat yang menyebutkan bahwa strain virus ini dibuat sebagai senjata biologis oleh China atau Amerika Serikat, hingga opini sesat yang mengaitkan virus corona dengan SARA dan kutukan Tuhan. Berbagai opini hoax ini dibangun oleh pihak-pihak yang berasumsi demi keuntungan sendiri.

Banyak orang lupa bahwa epidemi virus corona hanya salah satu dari puluhan epidemi penyakit menular yang telah menyerang peradaban manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Artinya epidemi virus corona bukanlah tren baru, namun hanya perulangan epidemi yang secara berkala muncul di permukan bumi.

Bahkan virus corona hingga saat ini masih belum tergolong pandemi, karena penyebaran virus ini belum merata dan transmisi yang masih dalam kecepatan sedang.

Sesungguhnya virus corona sudah terdeteksi sejak ribuan tahun yang lalu, dan coronavirus COVID-19 adalah satu strain baru yang berbeda dari SARS (strain coronavirus yang menyerang China tahun 2003) dan MERS (strain coronavirus yang menyerang timur tengah 6 tahun yang lalu).

Munculnya coronavirus COVID-19 adalah gejala biasa dalam proses evolusi kehidupan, bahwa tiap organisme terus mengembangkan pertahanan diri dalam menghadapi persaingan kehidupan.

Ada puluhan wabah penyakit menular (sebelum wabah coronavirus COVID-19) yang telah menyerang dunia dalam kecepatan tinggi (pandemi), dengan jumlah korban yang mencapai jutaan orang dalam waktu yang sangat singkat.

Beberapa pandemi penyakit menular yang terjadi 100 tahun belakangan ini beberapa diantaranya diulas pada bagian berikut :

  • Flu Spanyol, menyebar secara massive tahun 1918-1920. Penyakit flu Spanyol menyerang 1/3 dari total penduduk dunia saat itu. Virus yang menyerang type Influenza A subtipe H1N1. Jumlah korban jiwa di seluruh dunia diperkirakan mencapai 20 juta orang.
  • Flu Asia, menyerang manusia di tahun 1957-1958. Virus ini awalnya berasal dari China, dan dengan cepat menjalar ke seluruh dunia. Ini juga disebabkan oleh virus influenza sub-tipe H2N2.
  • Pandemi flu 2009. Pandemi ini terjadi pada tahun 2009-2010, dimulai dari Meksiko. Serangan disebabkan oleh virus influenza A sub-tipe H1N1 yang bermutasi lebih ganas lagi. Serangan virus ini menyebabkan angka kematian 284.500 orang di seluruh dunia.

Jumlah korban jiwa yang tinggi akibat Flu Spanyol disebabkan tak siapnya teknologi kesehatan dunia saat itu. Selanjutnya berbagai pandemi yang menyerang manusia di tahun-tahun selanjutnya makin mudah diatasi seiring makin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang virus dan kesehatan.

Apakah virus corona COVID-19 kutukan Tuhan? Anggapan yang dibangun bahwa virus corona COVID-19 merupakan kutukan Tuhan yang dikaitkan dengan SARA adalah cara curang untuk membodohi kemanusiaan.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Membaca Kesiapan Pemerintah Menghadapi Masuknya Virus Corona

Membaca kesiapan pemerintah menghadapi masuknya virus corona COVID-19 menjadi perhatian penting untuk saat ini. Penyebaran virus corona yang makin intensif dari hari ke hari membuat peluang masuknya virus ini ke Indonesia makin terbuka lebar.

Saat ini pusat transmisi virus corona COVID-19 tak hanya berasal dari Cina daratan, namun telah berkembang ke beberapa negara lain, antara lain ; Italia, Korea Selatan, Iran, dan beberapa negara lainnya.

Beberapa negara lain telah menetapkan travel warning terhadap Italia, Iran, dan Korea Selatan. Namun Indonesia, selain terhadap Tiongkok, belum menetapkan travel warning ke negara lainnya. Akan sangat sulit bagi RI membuat larangan-larangan baru ke negara-negara yang mengalami epidemi coronavirus. Sulitnya karena terkait dengan dampak ekonomi melalui penurunan jumlah wisatawan dan penurunan aktifitas perdagangan antar negara.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah jika suatu saat nanti virus corona terdeteksi masuk ke wilayah RI?

Bagaimana dengan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi wabah ini?

Apakah pemerintah dalam hal ini lebih banyak menggunakan instrumen BPJS sebagai alat dalam penanganan pembiayaan penderita virus corona?

Bagaimana upaya pemerintah dalam mempersempit ruang gerak transmisi virus Corona COVID-19, jika saja virus ini mulai terdeteksi masuk ke wilayah RI?

Virus corona adalah epidemi, yang harus dihadapi menggunakan pola-pola darurat yang menggunakan instrumen ekstra darurat juga. Membiarkan penderita yang tak memiliki jaringan ke BPJS sudah pasti akan meningkatkan daya sebar virus. Oleh karena itu penggunaan instrumen BPJS tak mungkin dilakukan dalam kondisi darurat, karena penanganan penderita virus corona harus bersifat segera.

Beberapa minggu yang lalu pemerintah memang memutuskan akan membangun fasilitas penanganan penyakit menular baru di suatu pulau yang bisa diisolasi. Namun rencana ini belum bersifat darurat, karena masih memerlukan waktu untuk implementasinya.

Antisipasi pemerintah (sejauh ini) yang terlihat jelas, masih bersifat penanggulangan dampak corona virus secara ekonomi, namun belum terlihat rencana darurat dari segi kesehatan, jika virus ini benar-benar telah memasuki wilayah Indonesia.

Sebagian besar masyarakat pun masih awam terhadap cara menghadapi dan penanganan virus ini, termasuk ciri-ciri umum orang yang terpapar virus corona.

Dari hari ke hari virus corona terus menyebar secara kontinu ke berbagai negara, dengan kenaikan rata-rata lebih dari 4 negara per hari (update terkini 65 negara). Melihat dari tren perkembangan transmisi virus ini, dapat dikatakan bahwa Indonesia makin sulit untuk bertahan terhadap masuknya virus corona.

Oleh karena itu melihat kesiapan pemerintah menghadapi masuknya virus corona COVID-19 menjadi perhatian bersama mulai saat ini.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Masuknya Virus Corona ke Indonesia Tinggal Menunggu Waktu

Masuknya Virus Corona ke Indonesia Tinggal Menunggu Waktu. Meskipun hingga saat ini belum ada suspek penderita virus corona COVID-19 di dalam negeri, namun penyebaran virus yang makin meluas hingga mencapai 33% dari total negara di dunia, maka dipastikan negara kita tak lama lagi akan kemasukan virus ini.

Pelarangan lalu-lintas orang dari Cina daratan ke dan transit melalui Indonesia hanya mampu memperlambat propagasi masuknya virus ke dalam negeri.

Dalam 1 minggu terakhir, perkembangan virus corona makin tak terbendung. Muncul negara-negara baru sebagai pusat penyebaran virus, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. Lebih dari 10 negara baru yang terpapar virus corona berasal dari orang-orang yang sebelumnya berkunjung ke Italia dan Iran.

Pemerintah akan sangat sulit membuat batasan-batasan baru seperti yang dilakukan sebelumnya terhadap negara Cina.

Pembatasan pergerakan orang dan barang yang dilakukan terhadap Cina saja sejauh ini telah memukul berbagai sektor industri di dalam negeri. Efek yang langsung terasa adalah penurunan pendapatan dari sektor pariwisata.

Hingga artikel ini dimuat, penyebaran virus corona sendiri telah mencapai 61 negara, atau 1/3 dari total jumlah negara di dunia. Ditinjau dari kekuatan ekonomi negara yang terserang, virus corona telah menyerang semua negara G-7. Virus corona juga telah masuk ke 17 dari 20 negara G-20. Artinya sisa 2/3 negara yang belum terserang wabah ini sebagian besar adalah negara-negara kecil dan negara-negara dengan kekuatan ekonomi yang rendah.

Oleh karena itu, masuknya Virus Corona ke Indonesia tinggal menunggu waktu. Saat ini yang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah adalah perencanaan darurat untuk mengantisipasi jika virus ini telah memasuki Indonesia. Bagaimana cara menangani penderita, mencegah penyebaran yang lebih luas lagi, hingga antisipasi dari dampak ekonomi yang ditimbulkan virus ini.

Categories
Kesehatan Virus Corona COVID-19

Virus Corona COVID-19 Sudah Menyebar ke 58 Negara

Virus Corona COVID-19 Tanggal 28 Februari 2020 pukul 13.40 GMT telah menyebar ke 58 negara dan teritori di seluruh dunia, serta 1 kapal pesiar “Diamond Princess” yang berlabuh di Pelabuhan Laut Yokohama, Jepang.

Total angka kematian akibat virus ini telah mencapai 2.869 jiwa dari 9 negara terdampak. Sedangkan jumlah penderita naik menjadi 83.906 orang dari 58 negara dan 1 kapal pesiar.

Update Terbaru Penyebaran Virus Corona COVID – 19 di 58 negara dan 1 kapal Pesiar “Diamond Princess”.

Negara, Teritori
Total kasus
Kasus Baru Jumlah kematian Kematian baru Jumlah penderita sembuh Penderita serius, kritis
Afghanistan 1
Algeria 1
Australia 24 +1 15
Austria 5
Azerbaijan 1 +1
Bahrain 36 +3
Belarus 1 +1
Belgium 1 1
Brazil 1
Cambodia 1 1
Canada 14 3
China 78,832 +335 2,788 +44 36,445 7,952
Croatia 5 +2
Denmark 1
Diamond Princess 705 6 +2 10 34
Egypt 1 1
Estonia 1
Finland 2 1
France 41 +3 2 11 1
Georgia 2 +1
Germany 60 +11 16 2
Greece 4 +1
Hong Kong 93 +1 2 18 6
India 3 3
Iran 388 +143 34 +8 73
Iraq 7
Israel 4 +1
Italy 655 17 45 56
Japan 226 +12 5 +1 32 13
Kuwait 45 +2
Lebanon 3
Lithuania 1 +1
Macao 10 6
Malaysia 25 +3 20
Mexico 1 +1
Nepal 1 1
Netherlands 2 +1
New Zealand 1 +1
Nigeria 1 +1
North Macedonia 1
Norway 4
Oman 6
Pakistan 2
Philippines 3 1 2
Romania 3 +2
Russia 2 2
S. Korea 2,337 +571 13 24 10
San Marino 1
Singapore 96 66 8
Spain 33 +8 2 2
Sri Lanka 1 1
Sweden 7
Switzerland 15 +7
Taiwan 34 +2 1 5 1
Thailand 41 +1 22 2
U.A.E. 19 5 2
U.K. 19 +3 8
USA 60 6
Vietnam 16 16

(sumber https://www.worldometers.info/coronavirus/)

Update terkini Virus Corona COVID-19 Tanggal 28 Februari 2020

EROPA

  1. 2 kasus baru di Rumania: keduanya baru-baru ini bepergian ke Italia. [https://www.digi24.ro/stiri/actualitate/doua-noi-posibile-cazuri-de-coronavirus-in-romania-1267704]
  2. 11 kasus baru di Jerman [https://uk.reuters.com/article/us-china-health-ministry/almost-60-confirmed-cases-of-coronavirus-in-germany-health-ministry-spokeswoman-idUKKCN20M1I5?feedType=RSS&feedName=healthNews]
  3. 1 kasus baru di Belanda “tidak memiliki tautan ke pasien pertama.” Pasien berada di karantina rumah di kota Diemen, 6 kilometer tenggara pusat kota Amsterdam.
  4. 3 kasus baru di Inggris, termasuk:

1 kasus di Wales: seseorang yang telah melakukan perjalanan ke Italia.

2 di Inggris: “virus ditularkan di Iran dan pasien telah dipindahkan ke pusat infeksi NHS spesialis di Royal Free Hospital.” di London

  • 7 kasus baru di Swiss.
  • 8 kasus baru di Spanyol. Total kasus meliputi: 5 kasus di Madrid, 8 di daerah Valencia, 6 di Andalusia, 6 di Kepulauan Canary, 3 di Catalonia, 2 di Castilla y León, 1 di Aragon, dan 1 di Kepulauan Balearic

TIMUR TENGAH

  1. 143 kasus baru dan 8 kematian di Iran. Mantan duta besar Iran untuk Vatikan, Hadi Khosroshahi, meninggal karena virus corona: dia berusia 80 tahun dan memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya.
  2. 3 kasus baru di Bahrain [https://www.arabnews.com/node/1634411/middle-east]

ASIA

  • 1 kasus baru di Azerbaijan