Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Korban Virus Corona Virus Corona COVID-19

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona perlu dipelajari, mengingat makin mahalnya harga-harga disinfektan yang dikenal secara umum saat ini. Harga alkohol dan hidrogen peroksida mengalami kenaikan yang tajam hingga 10 kali lipat dari harga normalnya.

Ada banyak alternatif yang bahkan jauh lebih kuat dibanding alkohol dan peroksida, yang bisa digunakan sebagai disinfektan pembasmi virus corona.

Corona adalah jenis enveloped virus, yang memiliki lapisan lemak di permukaan luarnya. US EPA (United States  Environmental Protection Agency) telah menetapkan kombinasi antara senyawa kompleks perak sitrat dan asam sitrat sebagai salah satu dari jenis bahan kimia yang bisa digunakan sebagai disinfektan virus corona.

Sekilas Perak Sitrat

Pembentukan larutan kompleks sitrat perak / asam sitrat telah lama diselidiki. Meskipun perak sitrat sangat sedikit yang larut di dalam air, namun senyawa ini bisa dilarutkan dalam larutan asam sitrat.

Konsentrasi maksimum ion Ag + dalam larutan diperkirakan 23 hingga 25 g /L, jika konsentrasi asam sitrat yang digunakan setidaknya 4 mol / L atau lebih tinggi. Pelarutan perak sitrat dalam larutan asam sitrat dikaitkan dengan pembentukan kompleks perak sitrat dari formula umum [Ag3 (C6H5O7) n + 1] 3n−.

Larutan kompleks perak sitrat + asam sitrat telah menunjukkan aktivitas bakteriostatik dan bakterisida yang sangat kuat.

Sudah diketahui dengan baik bahwa perak dalam bentuk ionik atau senyawa kompleksnya lah yang aktif sebagai antimikroba. Sedangkan perak dalam bentuk logam, bahkan dalam apa yang disebut “nanoparticle”, tidak memiliki kemampuan anti mikroba.

Senyawa perak menarik digunakan sebagai disinfektan, karena pada kisaran konsentrasi yang berlaku, ion perak tidak menunjukkan toksisitas dan aktivitas karsinogenik terhadap tubuh manusia.

Perak sitrat adalah zat berwarna putih dengan kelarutan yang sangat terbatas dalam air. Di bawah kondisi fisikokimia normal, 1 bagian perak sitrat larut dalam 3500 bagian air, yang sesuai dengan 285 ppm ion Ag + dalam larutan.

Pemasukan larutan perak nitrat ke dalam larutan asam sitrat atau asam hidroksikarboksilat lainnya menghasilkan endapan.

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona

Proses pembuatan Larutan Perak Sitrat

Larutan perak sitrat dibuat menggunakan larutan perak nitrat sebagai bahan baku. Tahap-tahap pembuatan sebagai berikut :

  1. Melarutkan logam perak murni menjadi larutan perak nitrat, atau langsung menggunakan perak nitrat standar farmasi sebagai bahan baku.
  2. Mereaksikan larutan perak nitrat dengan larutan asam sitrat (sitrun), untuk mendapatkan endapan perak sitrat.
  3. Menyaring perak sitrat agar terpisah dari larutan asam nitrat.
  4. Melarutkan perak sitrat dalam larutan asam sitrat.

4 tahap di atas dijelaskan melalui reaksi kimia berikut :

Menggunakan perak nitrat farmasi sebagai bahan baku, yang direaksikan dalam larutan asam sitrat.

3AgNO3 + H3C6H5O7⟷Ag3C6H5O7↓+3HNO3              (i)

Dimana : 

AgNO3 = perak nitrat

H3C6H5O7 = asam sitrat atau sitrun.

Berikutnya adalah menyaring endapan perak sitrat menggunakan kertas saring..

Selanjutnya mereaksikan endapan perak sitrat dalam asam sitrat, seperti reaksi kimia berikut ini :

Ag3C6H5O7↓  + 2 H3C6H5O7 →   3 AgH2C6H5O7       (ii)         

2 Ag3C6H5O7↓+ H3C6H5O7   →  3 Ag2HC6H5O7          (iii)

Dalam larutan asam sitrat, perak sitrat larut dalam 2 senyawa kompleks, yaitu senyawa kompleks AgH2C6H5O7 dalam reaksi (ii), dan senyawa kompleks Ag2HC6H5O7 pada reaksi (iii).

Pelarutan sempurna jika semua endapan perak sitrat (Ag3C6H5O7) yang berwarna putih telah larut semua dalam asam sitrat. Jika masih tersisa endapan, langkah yang Anda lakukan adalah penambahan asam sitrat ke dalam media pereaksi.

Larutan kompleks perak sitrat yang memiliki konsentrasi tinggi, dalam beberapa minggu, dapat berubah sebagia menjadi endapan baru senyawa perak sitrat Ag3C6H5O7 yang tak larut. Ini artinya, terjadi penurunan kelarutan perak sitrat di dalam larutan asam sitrat.

Agar ini tak terjadi, maka proses pelarutan perak sitrat dalam asam sitrat harus menggunakan larutan asam sitrat yang encer, dengan perkiraan ion perak yang larut maksimum 13 g/L.

Pengenceran Larutan Perak Sitrat + Asam Sitrat

Larutan kombinasi perak sitrat + asam sitrat adalah larutan kompleks perak sitrat yang berada di dalam larutan asam sitrat.

Pengenceran dilakukan agar penggunaan perak tak terlalu boros.

Larutan perak sitrat yang memiliki konsentrasi ion perak (Ag+) sekitar 100 ppm (100 grak perak per 1000 liter cairan) sudah mampu membunuh berbagai jenis mikroorganisme dan virus, termasuk di dalamnya virus corona SARS-Cov2 atau yang lebih dikenal COVID-19.

Kemampuan perak sitrat membunuh 99,99% virus corona sekitar 1 menit, yang setara dengan penggunaan sodium hipoklorit dan hidrogen peroksida, dan jauh lebih kuat dibanding alkohol.

Keekonomian Perak Sitrat sebagai Disinfektan Virus Corona

Ion perak dalam cairan disinfektan perak sitrat diperkirakan sekitar 100 gram dalam 1000 liter larutan. 100 gram perak saat ini memiliki harga sekitar Rp 900.000,-, dimana 1 gram logam perak dijual di pasaran seharga Rp 9.000,-.

Jika dibagi dalam sartuan liter, larutan kompleks perak sitrat menggunakan bahan baku logam perak seharga Rp 900,-, yang jauh lebih murah dibanding harga alkohol maupun senyawa kimia lainnya.

Categories
Korban Virus Corona Politik

Lockdown Hanya Membuat Keadaan Makin Parah

Lockdown hanya membuat keadaan makin parah. Setelah 3 bulan Wuhan di isolasi, terbukti masih saja ada korban tewas akibat virus corona di sana. Perintah isolasi 3 bulan yang lalu justru langsung menaikkan angka kematian di Wuhan. Sementara di seluruh provinsi China lainnya juga ada korban tewas, namun tak separah Wuhan.

Ternyata kebijakan China ditiru oleh Italia. Tragis, tingkat kematian naik tajam hingga mendekati 500 orang per hari. Demikian juga di Spanyol dan Prancis.

Singapura tak pernah melakukan penguncian total. Namun hingga artikel ini dimuat, belum 1 orang pun yang tewas di sana. Karena mereka sadara, bahwa lockdown hanya membuat keadaan makin parah.

Perintah presiden untuk melarang kepala daerah bertindak sendiri sudah sangat tepat. Kita harus belajar dari data. Bahwa virus corona ini datangnya dari negara yang memiliki iklim berbeda dengan kita. Dan jumlah persentase korban tewas memang terbukti jauh lebih tinggi di negara-negara sub-tropis tersebut.

Sebelum presiden memberikan peringatan keras, bestekin.com pun telah terlebih dahulu menulis artikel yang isinya mengkritik keras wacana-wacana lockdown yang digaungkan oleh sejumlah orang.

3 bulan sudah corona virus menjadi wabah di dunia. Dan mungkin saja virus ini sudah menyebar ke Indonesia jauh sebelum pengumuman resmi pemerintah. Namun kenyataan di lapangan, tidak ada kehebohan di pemukiman-pemukiman. Tidak ada kematian massal atau misterius yang jumlahnya seperti di negara-negara non-tropis saat ini.

Tidakkah politisi-politisi ini melihat karakteristik penularan dan jumlah korban tewas di negara-negara dingin ? Khususnya jika dibandingkan dengan negara-negara tropis?!

Sejak diumumkan telah masuk ke Singapura, hingga kini belum 1 orang pun dari penderita corona virus yang tewas di sana. Jika alasannya karena pelayanan medis yang baik, bukankah negara-negara Eropa dan Amerika Utara memiliki pelayanan yang baik, dan bahkan lebih maju dibanding Singapura ?!

Malaysia, baru hari ini diumumkan 2 orang tewas karena virus ini. Dan kejadian ini baru ada setelah 3 bulan virus COVID-19 bercokol di sana. Begitupun di negara-negara ASEAN lainnya. Atau di benua Amerika yang dilalui khatulistiwa, dan juga Afrika!

Lantas atas dasar apa wacana lock down ini muncul ke permukaan! 9% dari rakyat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, dan masih ada puluhan juta lagi yang rentan miskin.

Para pekerja harian dan pelaku sektor informal umumnya kerja hari ini untuk makan esok hari. Sudahkan dipikirkan nasib mereka jika dilakukan isolasi suatu kota?

Sekarang saja pendapatan para pekerja tersebut mengalami penurunan tajam. Warung di depan sekolah dan kantor yang diliburkan menjadi tutup, tak tak jelas bagaimana nasib mereka.

Orang lapar mudah terserang penyakit apapun. Yang sebelumnya sehat menjadi sakit. Kemudian terserang corona. Siapa yang mau bertanggungjawab?!

Sekali lagi, untuk membicarakan penyakit ini harus didukung oleh fakta dan data. Faktanya 20 besar negara yang terserang COVID-19 adalah negara dengan iklim sub-tropis dan dingin. Dan faktanya juga, jumlah korban tewas pun jauh lebih tinggi dibanding negara-negara tropis.

Mahluk hidup tak ada yang sempurna. Demikian juga dengan corona virus COVID-19. Virus malaria mematikan di Indonesia, tapi di Eropa menjadi tak berdaya. Virus demam berdarah adalah penyakit tropis, dan tak berbahaya di wilayah sub-tropis.

Singkong tak akan tumbuh di Eropa Utara. Begitupun, tak mungkin bunga tulip bisa tumbuh dengan baik di negeri kita.

3 bulan sudah wabah virus ini berlangsung. Tak ada lonjakan kematian di negara-negara tropis.

Di tutup-tutupi?! Bagaimana caranya? 200 juta rakyat Indonesia sudah melek internet. Bagaimana cara menutup-nutupi dari 200 juta jiwa yang bisa mengirim informasi dengan cepat ini?

India dengan jumlah penduduk mendekati 1 milyar jiwa dan berbatasan langsung dengan China, memiliki jumlah korban COVID-19 yang lebih kecil dibanding negeri kita. Namun mereka bersatu. Tak ada tekanan dari luar maupun dari dalam negeri.

Jangan korbankan rakyat demi ambisi sesaat.

Categories
Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Korban Virus Corona

Cara Membuat Sendiri Hand Sanitizer Standar WHO

Cara Membuat Sendiri Hand Sanitizer Standar WHO sangat mudah dipraktekkan. Bahan-bahan kimia yang digunakan juga tersedia bebas di pasaran.

Hand sanitizer mengalami kelangkaan akibat merebaknya kasus virus corona. Disamping langka, barang yang tersedia juga memiliki harga yang mahal.

Pada artikel ini, bestekin.com mengajarkan bagaimana membuat hand sanitizer sendiri, namun memiliki standar kesehatan yang sama dengan yang dipersyaratkan oleh WHO. Di artikel sebelumnya telah diajarkan beberapa cara pembuatan cairan desinfektan. (sumber) (sumber).

WHO telah membuat 2 formula hand sanitizer untuk diproduksi dan dipergunakan di berbagai negara. (sumber)

Faktor logistik, ekonomi, keselamatan, budaya, dan agama telah ikut dipertimbangkan dengan cermat oleh WHO sebelum merekomendasikan formula tersebut untuk digunakan di seluruh dunia.

Saat ini, handrubs berbasis alkohol adalah satu-satunya cara yang mudah dibuat untuk secara cepat dan efektif menonaktifkan beragam mikroorganisme dan virus yang berpotensi berbahaya di tangan.

WHO merekomendasikan handrubs berbasis alkohol berdasarkan faktor-faktor berikut:

1. Fakta nyata berbasis bukti dari aktivitas mikrobisida cepat-aksi dan spektrum luas dengan risiko minimal terhadap resistensi mikroba akibat penggunaan bahan kimia ini.

2. Mudah digunakan di daerah yang terbatas sumber daya atau terpencil dengan kurangnya akses ke bak cuci atau fasilitas lain untuk kebersihan tangan.

5. Meminimalkan risiko dari peristiwa buruk (saat ini pandemi COVID-19) karena peningkatan keselamatan yang terkait dengan penerimaan dan toleransi yang lebih baik daripada bahan kimia lain.

Pengaturan perawatan kesehatan yang menggunakan handrubs komersial harus mengikuti standar ASTM atau EN, dan diterima / ditoleransi dengan baik oleh petugas kesehatan (lihat juga Toolkit Implementasi yang tersedia di http: // www.who.int/gpsc/en/).

WHO merekomendasikan produksi lokal dari 2 formula berikut sebagai alternatif ketika produk komersial yang sesuai tidak tersedia atau terlalu mahal. Disarankan komposisi formulasi handrub berbasis alkohol untuk produksi lokal

Pilihan komponen untuk formulasi handrub yang direkomendasikan WHO memperhitungkan kendala biaya dan aktivitas mikrobisida. Dua formulasi berikut direkomendasikan untuk produksi lokal dengan maksimum 50 liter per lot, agar memastikan keamanan dalam produksi dan penyimpanan.

Formula I

Untuk menghasilkan produk yang memiliki konsentrasi akhir etanol 80% v / v, gliserol 1,45% v / v, hidrogen peroksida (H2O2) 0,125% v / v.

Cara Membuat Sendiri Hand Sanitizer Standar WHO+ Desinfektan I

Tuang ke dalam labu ukur (bisa juga menggunakan erlenmeyer atau beaker glass) berukuran 2000 ml:

  • Etanol yang memiliki konsentrasi 96%  sebanyak 833,3 ml
  • Larutan hidrogen peroksida (H2O2) konsentrasi 3% (dapat Anda peroleh di apotik atau toko kimia) sebanyak  41,7 ml
  • Gliserol konsentrasi 98% sebanyak 14,5 ml.
  • Tambahkan air suling (air destilasi) atau air yang telah direbus ke dalam erlenmeyer, hingga mencapai volume penuh 1000 ml (1 liter)

Formula II

Untuk menghasilkan produk yang memiliki konsentrasi akhir isopropil alkohol 75% v / v, gliserol 1,45% v / v, hidrogen peroksida 0,125% v / v:

Cara Pembuatan Formula Hand Sanitizer + Desinfektan I

Tuang ke dalam labu ukur 2000 ml:

  • Larutan isopropyl alkohol berkonsentrasi 99,8%, sebanyak 751,5 ml
  • Larutan hidrogen peroksida (H2O2) berkonsentrasi 3%, sebanyak 41,7 ml
  • Gliserol konsentrasi 98%, sebanyak 14,5 ml
  • Tambahkan ke dalam labu ukur air suling atau air hasil rebusan hingga volume total mencapai 1000 ml (1 liter)

Tujuan Penggunaan H2O2

Penggunaan konsentrasi rendah dari H2O2 yang dimasukkan dalam formula bertujuan untuk membantu menghilangkan spora yang terkontaminasi dalam larutan curah, dan bukan zat aktif untuk antiseptik tangan.

Tujuan Penambahan Gliserin

Gliserin / Gliserol ditambahkan ke formula sebagai humektan (pelembab kulit). Humektan atau emolien lain dapat digunakan untuk perawatan kulit, asalkan harganya terjangkau, tersedia secara lokal, bisa bercampur dalam air dan alkohol, tidak beracun, dan hipoalergenik. Gliserol dipilih karena aman dan relatif murah. Menurunkan persentase gliserol bisa dilakukan untuk mengurangi kelengketan handrub di tangan.

Penambahan Aditif lain Ke Dalam formula

Sangat disarankan agar tidak ada bahan selain yang ditentukan di atas untuk ditambahkan ke formula hand sanitizer.

Pewarna dapat dimasukkan untuk membedakan handrub dari cairan lain, asalkan zat tambahan tersebut aman dan kompatibel dengan komponen-komponen penting dari handrub. Namun zat H2O2 dalam handrubs mungkin cenderung memudarkan zat pewarna yang digunakan.

Penambahan wewangian tidak dianjurkan karena risiko reaksi alergi.

Keamanan dalam produksi

Dari 3 bahan kimia di atas (etanol, hidrogen peroksida, dan gliserol), etanol adalah bahan kimia yang yang harus ditangani dengan hati-hati. Zat kimia ini, dalam konsentrasi tinggi sangat mudah terbakar.

Categories
Ekonomi Kesehatan Korban Virus Corona

Pemerintah Jangan Mau Didikte Karena Pandemi Corona

Pemerintah jangan mau didikte karena pandemi corona. Karena ada yang jauh lebih penting dari coronavirus, yaitu ekonomi. 25 juta rakyat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan, dan lebih dari 50 juta yang rentan miskin.

Ekonomi nasional sudah sejak awal tahun terpukul karena coronavirus. Dengan tekanan pandemi corona, dipastikan tingkat kemiskinan akan naik tajam. Jumlah rakyat miskin naik akibat perubahan dari rentan miskin menjadi miskin.

Dan saat pusat-pusat keramaian ditutup, banyak sektor ekonomi yang ikutan kolaps. Warung-warung yang menggantungkan keberlangsungan hidupnya pun terancam bangkrut.

Gembar-gembor korona ini sejak awal telah menghantam sektor pariwisata, dan kini mulai menghancurkan sektor informal dan formal di kota-kota besar.

Corona Virus Penyakit Non-tropis.

Tak disangkal lagi bahwa orang Indonesia pun bisa tertular coronavirus. Akan tetapi Virus corona COVID-19 bukanlah penyakit yang berbahaya di wilayah khatulistiwa. Penyakit ini memang mematikan di negara-negara non-tropis, namun hingga saat ini belum terbukti ganas di wilayah tropis.

Resiko penyakit virus corona di negeri ini sangat jauh lebih ringan dibanding demam berdarah.

Pada dasarnya negeri ini sudah lebih dahulu dimasuki virus COVID-19 sebelum adanya pengumuman resmi pemerintah. Ini didasarkan keterangan Gubernur Jabar yang mengumumkan hasil tes terbaru korban tewas di Cianjur https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200315120514-20-483562/ridwan-kamil-konfirmasi-warga-cianjur-meninggal-karena-corona   , yang ternyata mengandung virus corona. Korban Cianjur tewas beberapa hari setelah pengumuman resmi pemerintah (03/03/2020).

Namun apakah kita melihat lonjakan jumlah korban sakit maupun tewas akibat virus ini?! Hingga saat ini deteksi di klaster-klaster pemukiman belum menunjukkan aktifitas corona yang berbahaya. Padahal virus ini sudah lama bercokol di negeri ini. Setidaknya mungkin jauh lebih dahulu masuk ke Indonesia, sebelum beberapa waktu kemudian terdeteksi di negara-negara Eropa.

Isu yang mengatakan mungkin pemerintah menutup-nutupi fakta adalah isu yang tak bertanggungjawab. Sudah jelas puluhan hingga ratusan orang tewas tiap hari di rumah sakit-rumah sakit di masing-masing negara di Eropa dan Asia yang memiliki iklim dingin.

Namun apakah hal yang sama juga terjadi di sini?! Kita tak melihat eskalasi jumlah korban tewas di rumah sakit-rumah sakit, mapun di pemukiman-pemukiman padat penduduk.

Kita pun tak melihat adanya korban tewas si Singapura dan Malaysia.

Pembatasan  dan Lockdown justru berbahaya bagi kesehatan

Hampir 100 juta orang Indonesia merupakan gabungan dari rakyat miskin dan rentan miskin. Pembatasan dan penutupan beberapa kegiatan dipastikan akan mempersulit ekonomi rakyat. Kesulitan ekonomi secara langsung meningkatkan kerawanan dari segi kesehatan.

Kesulitan ekonomi juga mengakibatkan naiknya tensi stres masyarakata, yang membawa kemungkinan naiknya angka penyakit, yang di dalamnya termasuk COVID-19.

Tentu sulit menyuruh orang lapar untuk tidak sakit. Para pemangku kepentingan perlu mengkaji kebijakan yang dibuat dan akan dipustuskan. Karena efek kebijakan coronavirus ini sudah pasti menyengsarakan rakyat banyak.

Perbedaan Keganasan COVID-19 antara Wilayah Tropis vs Non- tropis

Dari data-data yang dirilis oleh WHO maupun oleh otoritas negara-negara yang terserang oleh corona, jumlah korban COVID-19 di negara-negara sub-tropis dan negara-negara dingin terus meningkat tajam. Jumlah ini hampir selaras dengan naiknya jumlah kematian korban corona.

Namun terlihat anomali jika membandingkan dengan data-data yang dirilis Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara ASEAN lainnya. Di negara-negara tropis ini memang ada korban virus corona, dan sudah terbukti COVID-19 menular. Akan tetapi bagaimana dengan tingkat kematian?

Hingga saat ini jumlah kematian di Singapura dan Malaysia masih 0%. Ini dihitung berdasar korban-korban yang sedang di rawat. Negara-negara Eropa dan Amerika tentu memiliki standar kesehatan yang lebih maju dari Singapura dan Malaysia. Namun hari ini jumlah korban tewas terbaru di Italia 368 orang, Spanyol 96 orang, Prancis 36 orang, dan Amerika Serikat 11 orang.

Kita pun bisa menyaksikan melalui data-data online yang menunjukkan bagaimana pola perkembangan coronavirus di negara-negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Jelas sekali terlihat perbedaan mencolok dengan data COVID-19 di negara sub-tropis dan degara beriklim dingin.

Lockdown = Bunuh Diri

Pemerintah jangan mau didikte oleh tekanan dari luar dan dalam negeri.

Kebijakan China yang melakukan lockdown di Wuhan justru menaikkan jumlah korban dan angka kematian di kota tersebut. Padahal terbukti seluruh propinsi di China juga mengalami kasus corona, dan ada juga yang tewas. Namun mengapa eskalasi kenaikan jumlah korban dan eskalasi kematian justru hanya tinggi di Wuhan?

Italia melakukan jurus yang sama di kota-kota yang tertular. Namun setelah kebijakan dilaksanakan, data-data justru menampilkan kenaikan yang luar biasa terhadap jumlah korban dan korban tewas.

Kita tak boleh meniru kebijakan ini. Lockdown justru meningkatkan stres dan depresi. Lockdown juga menaikkan jumlah kelaparan, yang pada akhirnya membuat penyakit apapun makin mudah masuk ke tubuh.  

Kapan Wabah Ini Akan Mereda?

Karena COVID-19 atau SARS-Cov2 penyakit di cuaca dingin, perubahan iklim di bulan Mei diperkirakan akan menurun tensi serangan dan keganasan COVID-19.

Categories
Korban Virus Corona

Virus Corona Bukan Ancaman Serius Bagi Indonesia

Virus Corona bukan ancaman serius bagi Indonesia. Setelah 3 bulan mengikuti perkembangan COVID-19, semakin terlihat bahwa virus corona COVID-19 adalah wabah sub-tropis.

Penelusuran terhadap laju pertumbuhan jumlah korban dan laju pertumbuhan jumlah korban tewas di berbagai negara selama 3 bulan memperlihatkan adanya disparitas yang sangat tajam.

Disparitas ini ditinjau dari segi geografi bumi memperlihatkan bahwa akselerasi penyebaran virus ini berlangsung cepat di negara-negara yang memiliki 4 musim.

Demikian juga dengan jumlah korban tewas. Jumlah korban tewas secara global sudah melewati 5000 orang. Namun jumlah korban tewas akibat dari COVID-19 di negara-negara tropis hingga hari ini (13/03/2020) baru mencapai 6 orang di sepanjang garis tropis di seluruh dunia. Inilah fakta sementara.

Jumlah korban tewas yang hanya 6 orang di sepanjang zona tropis yang memiliki populasi hampir 2 milyar orang sepertinya membuktikan bahwa virus corona COVID-19 bukanlah wabah yang menakutkan di wilayah tropis.

Jika dibandingkan dengan jumlah korban tewas di negara-negara non-tropis, akan terlihat perbedaan yang sangat jauh. Tropis 5 orang : non-tropis 5000 orang, atau 1 : 1000.

Tabel di bawah kembali menampilkan data-data perbandingan jumlah korban COVID-19 dan jumlah korban tewas akibat COVID-19 di negara-negara tropis vs non tropis.

Tabel perbandingan korban COVID-19 Negara Tropis VS Non-tropis

Peringkat Negara Tropis/non-tropis Jumlah korban COVID-19 Total korban tewas
1. China Non-tropis 80,796 3,169
2 Italia Non-tropis 15,113 1,016
3 Iran Non-tropis 10,075 429
4 Korea Selatan Non-tropis 7,869 66
5 Spanyol Non-tropis 3,146 86
6 Prancis Non-tropis 2,876 61
7 Jerman Non-tropis 2,745 6
8 Amerika Serikat Non-tropis 1,680 40
9 Swiss Non-tropis 868 7
10 Norwegia Non-tropis 800 1
11 Jepang Non-tropis 691 19
12 Swedia Non-tropis 687 1
13 Denmark Non-tropis 674 0
14 Belanda Non-tropis 614 5
15 Inggris Non-tropis 590 10
16 Belgia Non-tropis 399 3
17 Austria Non-tropis 361 1
18 Qatar Non-tropis 262 0
19 Bahrain Non-tropis 197 0
20 Singapore Tropis 187 0
21 Malaysia Tropis 158 0
22 Australia Non-tropis 156 3
23 Canada Non-tropis 142 1
24 Hong Kong Non-tropis 130 3
25 Yunani Non-tropis 117 1

Data disunting dari odometers

Tabel di atas memperlihatkan bahwa penularan virus corona COVID-19 jauh lebih lambat di wilayah tropis (di tabel negara tropis tertinggi di Singapura dan Malaysia).

Kematian akibat COVID-19 juga sangat kecil di negara-negara tropis (Singapura dan Malaysia 0). Data di atas didasarkan fakta yang sudah berlangsung selama 3 bulan di seluruh dunia.

Kematian korban coronavirus COVID-19 memang naik makin tajam di negara-negara non-tropis (4965 orang). Namun angka kematian akibat COVID-19 di negara-negara tropis bertambah dengan sangat lambat.

Hingga saat ini (13/03/2020) jumlah kematian di negara-negara tropis seluruh dunia hanya 6 orang. Kematian akibat virus COVID-19 berasal dari negara Thailand 1 orang, Filipina 2 0rang, Indonesia 1 orang, Panama 1 orang, dan Guyana 1 orang.

Jika menelusuri akibat kematian dari korban virus COVID-19 di negara-negara tropis, dapat dikatakan bahwa sebab utama kematian bukan karena virus corona.

Kematian korban yang terjadi di Thailand disebabkan virus “demam berdarah”, yang kebetulan juga terkena COVID-19. COVID-19 yang menyerang korban menyebabkan korban sulit disembuhkan dari demam berdarah.

Begitu pun yang terjadi di Bali, dimana korban tewas lebih disebabkan riwayat penyakit diabetes dan paru-paru akut yang sebelumnya telah ada.  

Ditinjau dari segi kesehatan, virus corona bukan ancaman serius bagi Indonesia. Masyarakat tak perlu terlalu takut terhadap ancaman virus ini. Namun kewaspadaan tetap diperlukan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun harus tenang, agar tensi ketakutan di masyarakat bisa berkurang. Dari segi kesehatan virus corona bukanlah ancaman serius bagi kita dan negara-negra tropis lainnya.

Namun dari segi ekonomi, wabah virus ini jelas sangat mengancam Indonesia. Negara-negara non-tropis yang terkena pandemi COVID-19 merupakan negara-negara yang menguasai perekonomian dunia. Ini yang sangat perlu ditanggulangi oleh kita semua.

Categories
Korban Virus Corona Virus Corona

Perbedaan Korban Virus Corona Tropis dan Sub-tropis

Perbedaan Korban Virus Corona Tropis dan Sub-tropis dari data-data yang ada terlihat jelas, antara lain :

  1. Jumlah korban virus corona di negara-negara tropis lebih sedikit.
  2. Laju pertumbuhan korban virus corona di negara-negara tropis cenderung lebih lambat dibanding laju pertumbuhan korban virus corona di negara-negara sub-tropis
  3. Tingkat kematian korban virus corona di negara-negara tropis jauh lebih rendah dibanding di negara-negara sub-tropis.

3 kesimpulan sementara di atas diperoleh dari riwayat data-data tentang virus corona di berbagai negara tropis dan sub-tropis yang diambil dari situs worldometers.

Indonesia dan negara-negara Asean lainnya memiliki jumlah penduduk sekitar 600 juta jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk di negara-negara Eropa. Namun dalam angka jumlah korban dan angka kematian jauh lebih rendah dibanding jumlah korban virus corona di negara-negara Eropa dan negara-negara sub-tropis lainnya.

Jumlah angka kematian juga terlihat sangat rendah. Selama 60 hari sejak wabah virus ini mulai menyebar ke seluruh dunia, jumlah kematian di negara-negara Asean hanya 2 orang, 1 orang di Philipina dan 1 orang di Thailand.

Dari data-data juga terlihat bahwa 90% dari jumlah kematian akibat virus corona COVID-19 berasal dari negara-negara sub-tropis yang saat ini sedang dalam transisi dari musim dingin ke musim semi.

Berikut perbandingan data-data korban virus corona antara negara-negara tropis dan negara-negara sub-tropis, yang disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel Perbandingan Persentase Jumlah Korban di Negara Tropis VS Sub-tropis

No. Negara Tropis/Sub-tropis Jumlah Penduduk / Jiwa Penderita COVID-19 Persentase Korban/Jumlah penduduk
1. Indonesia Tropis 272.636.699 27 1 per 10 juta orang
2. Singapura Tropis 5.836.276 166 28 per 10 juta orang
3. Malaysia Tropis 32.238.519 129 40 per 10 juta orang
4. Filipina Tropis 109.132.467 33 3  per 10 juta orang
5. Thailand Tropis 69.746.758 53 7,6 per 10 juta orang
6. Vietnam Tropis 97.338.579 34 3,5 per 10 juta orang
7. Ekuador Tropis 17.560.477 15 8,5 per 10 juta orang
8. Meksiko Tropis 128.517.414 7 0,5 per 10 juta orang
9. Korea Selatan Sub-tropis 51.255.803 7.513 1500 per 10 juta orang
10. Iran Sub-tropis 83.662.473 8.042 100 per 10 juta orang
11. Jepang Sub-tropis 126.593.369 581 46 per 10 juta orang
12. Prancis Sub-tropis 65.229.639 1.784 27 per 10 juta orang
13. Italia Sub-tropis 60.488.719 10.149 1700 per 10 juta orang
14. Amerika Serikat Sub-tropis 330.410.645 950 29 per 10 juta orang
15. China Sub-tropis 1.437.632.388 80.761 560 per 10 juta orang

Tabel di atas dikutip dari berbagai sumber, salah satunya situs (website) odometers.

Dari tabel di atas terlihat bahwa (kesimpulan sementara) kemampuan virus corona untuk menginfeksi manusia di wilayah tropis lebih lambat dibanding di wilayah sub-tropis yang sekarang masih bercuaca dingin.

Kesimpulan sementara, ada Perbedaan Korban Virus Corona Tropis dan Sub-tropis, dalam hal jumlah, kemampuan virus untuk mematikan korban, dan beberapa bukti sementara lainnya.

Categories
Korban Virus Corona

Jumlah Korban Virus Corona Meningkat Tajam di Italia

Jumlah Korban Virus Corona Meningkat Tajam di Italia. Jumlah korban tewas hari ini di Italia sebanyak 133 orang.  Per hari ini (09/03/2020) pukul 18.34 GMT, berdasarkan situs worldometers, terjadi pertambahan jumlah korban virus corona sebanyak 1.492 orang di negara tersebut. (sumber)

Jumlah total korban virus corona COVID-19 di Italia saat ini sebanyak 7.375 orang, tertinggi ke-2 setelah China.

Jumlah Korban Virus Corona Meningkat Tajam di Italia, dimana untuk hari ini saja telah mencapai 133 orang, yang memecahkan rekor kematian harian tertinggi di China.

16 hari setelah awal wabah virus corona masuk, Presiden Italia Giuseppe Conte mengeluarkan keputusan hari ini dengan mengambil tindakan luar biasa untuk menampung sekitar 16 juta orang Italia yang tinggal di 14 provinsi di utara negara itu, serta tindakan pembatasan yang mencakup seluruh negara.

Italia Utara di isolasi

– Wilayah Lombardy (seluruh wilayah, semua provinsi)

– Piedmont (provinsi Alessandria, Asti, Novara, Verbano Cusio Ossola, dan Vercelli)

– Veneto (provinsi Padua, Treviso, dan Venesia)

– Emilia Romagna (provinsi Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, dan Rimini)

– Marche (provinsi Pesaro Urbino)

Larangan di area 14 Provinsi di utara Italia :

  • Bepergian ke dalam dan ke luar area, juga di dalam area. Pergerakan manusia hanya akan mungkin sebagai tanggapan terhadap “persyaratan profesional yang telah diverifikasi, situasi darurat, atau untuk alasan kesehatan”.
  • Orang dengan gejala penyakit pernapasan dan demam 37,5 Celcius atau lebih sangat dianjurkan untuk tinggal di rumah dan membatasi kontak sosial sebanyak mungkin, termasuk dengan dokter mereka.
  • Hindari berkumpul
  • Semua sekolah dan universitas harus ditutup
  • Semua museum dan tempat budaya akan ditutup
  • Semua acara budaya, agama, atau perayaan ditunda
  • Bioskop, pub, teater, sekolah dansa, ruang permainan, kasino, klub malam dan tempat-tempat serupa lainnya akan tetap ditutup
  • Semua acara dan kompetisi olahraga ditangguhkan
  • Resor ski ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut
  • Kolam renang, ruang olahraga, pemandian air panas, pusat budaya dan pusat kesehatan harus menunda aktivitas mereka
  • Bar dan restoran dapat tetap buka dari jam 8 pagi hingga 6 malam, asalkan pengunjung menghormati jarak aman setidaknya 1 meter antara pelanggan – ketentuan ini juga menyangkut kegiatan komersial lainnya
  • Pusat perbelanjaan dan department store harus tetap tutup pada hari libur umum dan hari-hari sebelumnya
  • Tempat ibadah tetap terbuka, namun jarak aman minimal 1 meter harus dilakukan, tetapi upacara keagamaan (pernikahan, pembaptisan) dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut

Batasan Nasional

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, telah menandatangani peraturan baru yang berisi langkah-langkah lebih lanjut untuk penahanan dan penanggulangan penyebaran virus Covid-19 di seluruh wilayah nasional Italia.

  • Seperti di utara negara itu, bioskop, teater, museum, pub, ruang permainan, sekolah dansa, diskotik dan tempat-tempat serupa lainnya akan ditutup
  • Kompetisi olahraga ditangguhkan dengan beberapa pengecualian.
Categories
Korban Virus Corona

Korban Virus Corona di Indonesia Bertambah 2 Orang

Korban Virus Corona di Indonesia Bertambah 2 Orang. Dengan tambahan ini, maka jumlah korban virus corona di Indonesia naik menjadi 6 orang.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyatakan, hingga Minggu (8/3/2020), jumlah korban virus corona di Indonesia naik menjadi enam orang. “Menambah dua kasus postitif.

Pertama disebut kasus 05. Laki-laki 55 tahun ini adalah hasil laboratorium lanjutan dari tracking cluster Jakarta. Tadi dapat data laboratorium yang bersangkutan confirm Covid-19,” ujar Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (8/3/2020). “Kedua confirm kasus Covid-19 yang kita sebut kasus 06. Laki-laki 36 tahun imported case yang dia dapat dari Jepang pada saat dia kerja sebagai awak kapal pesiar Diamond Princess,” lanjut dia.

Sementara hingga pukul 09.30 GMT, jumlah korban virus corona COVID-19 naik lagi menjadi 106,467 orang di seluruh dunia. Jumlah negara yang telah terinfeksi pun naik menjadi 103 negara. Sedangkan jumlah korban tewas naik menjadi 3600 orang.

Sedangkan negara-negara yang melaporkan kasus virus corona pertama di negara tersebut adalah Bulgaria, Moldova, dan Paraguay.

Dengan bertambahnya jumlah korban virus corona di Indonesia hari ini, ada kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah. Ini sesuai dengan trend perkembangan jumlah penderita virus corona di berbagai negara.

Berikut data-data penting tentang virus corona di dunia, menggunakan tabel yang berasal dari media penyedia informasi tentang coronavirus, worldometers.

Negara/Teritori Jumlah kasus Kasus Baru Jumlah kematian Kematian Baru Jumlah Pasien Sembuh Kasus aktif Penderita serius / kritis Tot Cases/
1M pop
China 80,696 +45 3,097 +27 57,236 20,363 5,264 56.1
S. Korea 7,313 +272 50 +2 130 7,133 36 142.6
Italy 5,883 233 589 5,061 567 97.3
Iran 5,823 145 1,669 4,009 69.3
France 949 16 12 921 45 14.5
Germany 847 +47 18 829 9 10.1
Diamond Princess 696 6 245 445 32
Spain 525 10 30 485 9 11.2
Japan 461 6 76 379 28 3.6
USA 447 +12 19 15 413 8 1.4
Switzerland 268 1 3 264 31.0
UK 209 2 18 189 3.1
Netherlands 188 1 187 1 11.0
Belgium 169 1 168 1 14.6
Sweden 161 1 160 15.9
Norway 157 +1 1 156 29.0
Singapore 138 90 48 8 23.6
Hong Kong 108 2 51 55 6 14.4
Austria 104 +23 2 102 1 11.5
Malaysia 93 23 70 2.9
Bahrain 85 6 79 50.0
Australia 78 +4 3 22 53 1 3.1
Greece 66 66 1 6.3
Kuwait 62 +1 1 61 3 14.5
Canada 60 8 52 1 1.6
Iraq 54 4 1 49 1.3
Thailand 50 1 31 18 1 0.7
Iceland 50 1 49
Egypt 48 1 47
Taiwan 45 1 15 29 1.9
UAE 45 7 38 2 4.5
India 39 +5 3 36
Lebanon 28 1 27 3 4.1
Denmark 27 1 26 4.7
San Marino 26 1 25 5
Czechia 26 26 2.4
Israel 25 3 22 1 2.9
Portugal 21 21 2.1
Vietnam 21 +1 16 5
Algeria 19 19
Brazil 19 19
Finland 19 1 18 3.4
Ireland 19 19 3.8
Palestine 19 19 3.7
Oman 16 2 14 3.1
Russia 15 3 12
Ecuador 14 14 1 0.8
Georgia 13 13 1 3.3
Romania 13 3 10 0.7
Croatia 12 12 2.9
Qatar 12 12 4.2
Slovenia 12 12 5.8
Macao 10 10 0
Estonia 10 10 7.5
Argentina 9 1 8
Azerbaijan 9 9 0.9
Mexico 7 +1 1 6 1
Saudi Arabia 7 1 6
Chile 7 7
Philippines 6 1 2 3 1
Belarus 6 6 0.6
Pakistan 6 1 5
Peru 6 6
Poland 6 6
New Zealand 5 5 1.0
Costa Rica 5 +4 5 1 1.0
French Guiana 5 5
Hungary 5 5 0.5
Afghanistan 4 4
Indonesia 4 4
Senegal 4 1 3
Bulgaria 4 +2 4 0.6
Luxembourg 3 3
North Macedonia 3 3 1.4
Bosnia and Herzegovina 3 3 0.9
Malta 3 3
Slovakia 3 3 0.5
Cambodia 2 1 1
Dominican Republic 2 2
Morocco 2 2 1
Cameroon 2 2
Faeroe Islands 2 2
Maldives 2 2
South Africa 2 2
Andorra 1 1
Armenia 1 1
Jordan 1 1
Latvia 1 1 0 0.5
Lithuania 1 1
Monaco 1 1
Nepal 1 1 0
Nigeria 1 1
Sri Lanka 1 1 0
Tunisia 1 1
Ukraine 1 1
Bhutan 1 1
Colombia 1 1
Gibraltar 1 1 1
Vatican City 1 1
Liechtenstein 1 1
Moldova 1 1
Paraguay 1 1
Serbia 1 1
Togo 1 1
Total: 106,467 418 3,600 29 60,356 42,511 6,040 13.7
Categories
Korban Virus Corona

Jumlah Korban Virus Corona Hari ini 106.000 Orang

Jumlah Korban Virus Corona Hari ini 106.000 Orang di seluruh dunia. Jumlah ini meningkat sebanyak 4000 orang dibanding sehari sebelumnya. Peningkatan jumlah korban virus corona hari ini sebesar 4% disebabkan meningkat tajamnya penambahan penderita virus corona di sejumlah negara.

Italia meningkat sebanyak 1247 orang, Iran terjadi peningkatan 1076 orang, Korea Selatan 444 orang, dan Prancis sebanyak 296 orang.

Pada pukul 18.50 GMT tanggal 7 Maret, jumlah koban tewas total menjadi 3,567 orang di seluruh dunia. Sedangkan jumlah negara yang tertula virus corona mencapai 100 negara.

Negara-negara yang melaporkan kasus virus pertama adalah Paraguay, Maladewa, Malta, Costa Rica, dan Colombia.

Jumlah korban tewas hari ini tertinggi terjadi di Italia sebanyak 36 orang. Korban tewas kedua terbesar berasal dari China sebanyak 28 orang, diikuti oleh Iran sebanyak 21 orang.

Negara-negara eropa menjadi penyumbang ke-2 korban tewas setelah negara-negara di benua Asia.

Tabel berikut menyajikan perkembangan terbaru virus corona di dunia. Isi tabel meliputi Jumlah negara (100 negara), jumlah kasus per negara, jumlah kasus terbaru, jumlah kematian, jumlah kematian baru, kasus yang masih aktif, jumlah penderita korona yang sembuh, dan jumlah penderita serius atau kritis.

Country,
Other
Total
Cases
New
Cases
Total
Deaths
New
Deaths
Active
Cases
Total
Recovered
Serious,
Critical
Vietnam 20 +3 4 16
Vatican City 1 1
USA 373 +54 17 +2 341 15 8
Ukraine 1 1
UK 206 +42 2 186 18
UAE 45 38 7 2
Tunisia 1 1
Togo 1 1
Thailand 50 +2 1 18 31 1
Taiwan 45 1 29 15
Switzerland 268 +54 1 264 3
Sweden 161 +24 160 1
Sri Lanka 1 0 1
Spain 503 +102 10 +2 463 30 9
South Africa 2 +1 2
Slovenia 12 +4 12
Slovakia 3 +2 3
Singapore 138 +8 48 90 8
Serbia 1 1
Senegal 4 3 1
Saudi Arabia 7 +2 6 1
San Marino 23 1 22 4
S. Korea 7,041 +448 48 +5 6,875 118 36
Russia 14 +1 12 2
Romania 13 +4 10 3
Qatar 12 +1 12
Portugal 20 +7 20
Poland 6 +1 6
Philippines 6 +1 1 3 2 1
Peru 1 1
Paraguay 1 +1 1
Palestine 19 +3 19
Pakistan 6 5 1
Oman 16 14 2
Norway 155 +28 154 1
North Macedonia 3 3
Nigeria 1 1
New Zealand 5 +1 5
Netherlands 188 +60 1 187 1
Nepal 1 0 1
Morocco 2 2 1
Monaco 1 1
Mexico 6 5 1
Malta 1 +1 1
Maldives 2 +2 2
Malaysia 93 +10 70 23
Macao 10 0 10
Luxembourg 3 3
Lithuania 1 1
Liechtenstein 1 1
Lebanon 28 +6 27 1 3
Latvia 1 0 1
Kuwait 61 +3 60 1
Jordan 1 1
Japan 461 +41 6 379 76 28
Italy 5,883 +1,247 233 +36 5,061 589 567
Israel 21 19 2
Ireland 19 +1 19
Iraq 54 +8 4 49 1
Iran 5,823 +1,076 145 +21 4,009 1,669
Indonesia 4 4
India 34 +3 31 3
Iceland 50 +5 49 1
Hungary 5 +1 5
Hong Kong 108 2 55 51 6
Greece 46 +1 46 1
Gibraltar 1 1 1
Germany 800 +130 782 18 9
Georgia 13 +4 13 1
France 949 +296 16 +7 921 12 21
Finland 19 +4 18 1
Faeroe Islands 2 2
Estonia 10 10
Egypt 48 +33 47 1
Ecuador 14 +1 14 1
Dominican Republic 2 2
Diamond Princess 696 6 445 245 32
Denmark 27 +6 26 1
Czechia 21 +2 21
Croatia 12 +1 12
Costa Rica 1 1
Colombia 1 1
China 80,652 +100 3,070 +28 22,061 55,521 5,489
Chile 5 5
Canada 60 +6 52 8 1
Cameroon 2 2
Cambodia 2 +1 1 1
Brazil 14 +1 14
Bosnia and Herzegovina 3 3
Bhutan 1 1
Belgium 169 +60 168 1 1
Belarus 6 6
Bahrain 85 +25 81 4
Azerbaijan 9 9
Austria 79 +13 77 2 1
Australia 64 +1 2 40 22 1
Armenia 1 1
Argentina 8 8
Andorra 1 1
Algeria 19 +2 19
Afghanistan 4 +3 4
Total: 105,893 3,948 3,567 101 43,701 58,625 6,234

Data dalam tabel di atas berasal dari situs wordometers, yang menyediakan informasi update kasus-kasus COVID-19 dari seluruh negara.

Categories
Korban Virus Corona

Korban Virus Corona Tembus 100.000 Orang

Korban Virus Corona Tembus 100.000 Orang. Hari ini pada pukul 18.57 GMT, penderita virus corona sudah mencapai 101.765 orang di seluruh dunia.(1)

Angka korban tewas mencapai 3.461 orang, dan yang sembuh 56.108 orang.

Hanya dalam waktu 3 hari, terjadi penambahan negara yang tertular sebanyak 19 negara, peningkatan jumlah korban sebanyak 11.000 orang.(2)

Di Indonesia, jumlah penderita virus corona naik 2 orang, menjadi saat ini 4 orang.

Negara dengan tingkat kematian terakhir tertinggi (hari ini) diduduki Italia (49 orang), disusul China di peringkat ke-2 (30 orang), dan Iran di posisi ke-3 (16 orang).

Kematian korban virus corona di Amerika Serikat dan negara-negara eropa saat ini terus berlangsung, sementara di China tingkat kematian korban mengalami penurunan.

Jumlah negara yang tertular virus ini hampir mencapai 100 negara, dimana angkat tepatnya mencapai 96 negara.

Negara-negara yang baru mengumumkan penularan virus corona pertama antara lain Togo, Peru, Slovakia, Kamerun, Serbia, Vatikan, Bhutan, Costa Rica, Palestina, Afrika Selatan, dan Bosnia,

Jumlah penularan harian  tertinggi terjadi di Iran, disusul Italia, dan Korea Selatan.

Karena telah menular ke hampir 100 negara (termasuk semua negara besar), maka luasan sebaran virus corona sudah mencapai 90% dari seluruh dunia. Negara Jerman sudah menganggap serangan virus ini sebagai pandemi, karena telah menyerang seluruh benua dan lebih dari 75 % negara di dunia.

Berikut petikan dari media brifing Dirjen WHO pada tanggal 5 Maret :

“Kami khawatir bahwa beberapa negara tidak menganggap ini cukup serius, atau telah memutuskan tidak ada yang dapat mereka lakukan”.

“Kami prihatin bahwa di beberapa negara tingkat komitmen politik dan tindakan yang menunjukkan bahwa komitmen tidak sesuai dengan tingkat ancaman yang kita semua hadapi”.

Ini bukan latihan.

Ini bukan waktunya untuk menyerah.

Ini bukan waktunya untuk alasan.

Ini adalah waktu untuk menarik semua berhenti.

“Negara-negara telah merencanakan skenario seperti ini selama beberapa dekade. Sekarang lah waktunya untuk bertindak berdasarkan rencana itu”.