Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Penggunaan Tembaga Untuk Membunuh Virus Corona

Penggunaan Tembaga Untuk Membunuh Virus telah ribuan tahun dilakukan oleh peradaban kuno. Coronavirus dan virus influensa yang mendarat di permukaan logam tembaga atau paduannya akan segera mati dalam beberapa menit saja. Dan dalam beberapa jam sudah tak terdeteksi lagi.

“Kami melihat virus baru saja pecah,” kata Bill Keevil, profesor kesehatan lingkungan di University of Southampton. “Mereka mendarat di tembaga dan itu hanya menyebabkan kematian mereka.”(sumber)

Tembaga beserta paduannya (kuningan, perunggu, kupronikel, tembaga-nikel-seng, dan lainnya) adalah bahan antimikroba alami. Peradaban kuno mengeksploitasi sifat antimikroba dari tembaga jauh sebelum konsep mikroba dipahami pada abad kesembilan belas.

Selain beberapa untuk bahan obat, juga diamati berabad-abad yang lalu bahwa air yang terkandung dalam wadah tembaga atau diangkut dalam sistem pengangkutan menggunakan wadah tembaga memiliki kualitas yang lebih baik. (sumber)

Bakteri, ragi, dan virus dengan cepat dibunuh pada permukaan logam tembaga, dan istilah “pembunuhan kontak” telah diciptakan untuk proses ini. Sementara fenomena itu sudah dikenal di zaman kuno, saat ini kembali menerima perhatian baru.

Pembunuhan kontak diamati berlangsung pada laju setidaknya 7 hingga 8 log per jam, dan tidak ada mikroorganisme hidup yang secara umum ditemukan dari permukaan tembaga setelah inkubasi yang berkepanjangan.

Aktivitas antimikroba dari tembaga dan paduan tembaga sekarang sudah mapan, dan tembaga baru-baru ini terdaftar di Badan Perlindungan Lingkungan A.S (US-EPA) sebagai bahan antimikroba padat pertama. (sumber)

Stainless steel adalah logam yang paling banyak digunakan di lingkungan perawatan kesehatan. Ini disebabkan penampilannya yang “bersih” dan tahan korosi.

Namun tidak ada keuntungan antimikroba yang melekat dalam penggunaan stainless steel. Permukaan tembaga, dengan sifat self-sanitizing-nya, dapat digunakan sebagai kontribusi penting untuk pengendalian infeksi di rumah sakit-rumah sakit.

Dengan demikian, penggunaan permukaan logam tembaga sebagai antimikroba cenderung memberikan perlindungan dari mikroba infeksius dengan mengurangi kontaminasi permukaan.(sumber)

Studi tentang sifat-sifat antimikroba dari permukaan tembaga logam adalah perkembangan yang relatif baru. Penelitian antimikroba tembaga memperoleh momentum ketika Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US-EPA) mendaftarkan hampir 300 jenis permukaan paduan logam tembaga yang berbeda sebagai antimikroba pada tahun 2008.

Karena telah terbukti mampu membunuh semua jenis virus, perlu kiranya dipertimbangkan penggunaan tembaga untuk membunuh virus corona di rumah sakit-rumah sakit yang menjdi rujukan pasien virus corona.

Karena stainless steel tak memiliki kemampuan disinfektan, maka peralatan stainless steel bisa saja diganti dengan peralatan yang terbuat dari tembaga atau paduan tembaga.

Categories
Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga Virus Corona COVID-19

Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona

Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona di rumah tangga telah diterbitkan oleh US-CDC (United States Centers for Disease Control and Prevention). Pedoman ini juga berlaku dan tepat untuk diterapkan di negara kita.

Artikel ini sebagian besar berisi konten dari “Interim Recommendations for US Households with Suspected/Confirmed Coronavirus Disease 2019” yang berasal dari link ini.

Istilah “Disinfeksi” pada beberapa kalimat di bawah mengacu pada kata kerja “melakukan menggunakan cairan disinfektan”.

Latar Belakang Virus Corona

Ada banyak yang harus dipelajari tentang novel coronavirus yang menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19). Berdasarkan apa yang saat ini diketahui tentang novel coronavirus dan coronavirus dari strain yang berbeda (penyebab SARS dan MERS), umumnya spesies virus ini menyebar dari orang ke orang. Penyebaran paling sering terjadi pada jarak dekat, sekitar 6 kaki atau kurang dari 2 meter. Jenis penularan ini terjadi melalui kontak pernapasan.

Dengan kata lain, penularan coronavirus dari benda-benda atau permukaan lantai yang terkontaminasi virus kepada manusia belum didokumentasikan secara utuh.

Namun bukti terbaru menunjukkan bahwa coronavirus dapat bertahan selama berjam-jam pada permukaan yang terbuat dari berbagai bahan. Pembersihan permukaan yang tampak kotor diikuti oleh pembasmian kuman dan virus adalah tindakan praktik terbaik untuk pencegahan COVID-19 dan penyakit virus pernapasan lainnya, di rumah tangga dan masyarakat.

Tujuan Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona di Pemukiman

Panduan ini berisi rekomendasi tentang pembersihan dan disinfeksi rumah tangga di mana orang yang sedang diselidiki (suspek corona), atau mereka yang memiliki COVID-19 yang dikonfirmasi tinggal atau mungkin berada dalam isolasi sendiri.

Ini bertujuan untuk membatasi kelangsungan hidup virus di lingkungan tempat tinggal.

Pedoman ini difokuskan pada pengaturan rumah tangga dan dimaksudkan untuk digunakan oleh masyarakat umum.

Pembersihan mengacu pada pemisahan kuman dan kotoran dari permukaan benda dan permukaan lantai atau dinding. Membersihkan tidak bertujuan membunuh kuman, tetapi dengan menghilangkannya, akan menurunkan jumlah dan risiko penyebaran infeksi.

Disinfeksi mengacu pada penggunaan bahan kimia disinfektan, yang bertujuan membunuh kuman di permukaan benda atau ruangan. Proses ini tidak bertujuan membersihkan permukaan yang kotor atau membuang kuman. Tetapi proses disinfeksi menggunakan disinfektan dengan membunuh kuman di permukaan setelah dibersihkan, dapat semakin menurunkan risiko penyebaran infeksi.

Rekomendasi Umum untuk Pembersihan Rutin dan Disinfeksi Rumah Tangga

Anggota masyarakat dapat melakukan pembersihan rutin permukaan yang sering disentuh (misalnya: meja, gagang pintu, sakelar, pegangan, meja, toilet, keran, bak cuci) dengan pembersih rumah tangga dan desinfektan yang sesuai untuk permukaan tersebut. Untuk penggunaan disinfektan, Anda harus mengikuti instruksi label, atau mencari tahu cara penggunaan cairan disinfektan yang akan digunakan.

Label berisi instruksi untuk penggunaan yang aman dan efektif dari produk pembersih, termasuk tindakan pencegahan yang harus Anda ambil saat menggunakan produk. Misalnya harus mengenakan sarung tangan dan memastikan Anda memiliki ventilasi yang baik selama penggunaan produk.

Rekomendasi Umum untuk Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona Rumah Tangga dengan Orang-Orang yang Terisolasi dalam Perawatan di Rumah (mis. Diduga / Dikonfirmasi memiliki COVID-19)

  • Anggota rumah tangga harus mendidik diri mereka sendiri tentang gejala COVID-19 dan mencegah penyebaran COVID-19 di rumah.
  • Bersihkan dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari di area umum rumah tangga (mis. Meja, kursi bersandaran keras, gagang pintu, sakelar lampu, remote, gagang, meja, toilet, wastafel)
  • Di kamar tidur / kamar mandi yang digunakan untuk orang sakit: pertimbangkan mengurangi frekuensi pembersihan sesuai kebutuhan (mis., Benda dan permukaan yang kotor) untuk menghindari kontak yang tidak perlu dengan orang yang sakit.
  • Sebisa mungkin, orang yang sakit harus tinggal di ruangan khusus dan jauh dari orang lain di rumah mereka, mengikuti panduan perawatan di rumah.
  • Pengasuh dapat menyediakan persediaan pembersih pribadi untuk kamar dan kamar mandi orang yang sakit. Persediaan ini termasuk tisu, handuk kertas, pembersih, dan desinfektan.
  • Jika kamar mandi terpisah tidak tersedia, kamar mandi harus dibersihkan dan didesinfeksi setelah digunakan oleh orang yang sakit. Jika ini tidak memungkinkan, pengasuh harus menunggu setelah digunakan oleh orang yang sakit, untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang memiliki frekwensi sentuhan tinggi.
  • Anggota rumah tangga harus mengikuti panduan perawatan di rumah ketika berinteraksi dengan orang-orang yang dicurigai / dikonfirmasi COVID-19 dan kamar / kamar mandi isolasi mereka.

Cara membersihkan dan mendisinfeksi:

Permukaan

  • Kenakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkan dan mendisinfeksi permukaan. Sarung tangan harus dibuang setelah setiap pembersihan. Jika Anda menggunakan sarung tangan yang bisa dipakai ulang, sarung tangan tersebut harus digunakan hanya untuk membersihkan dan mendesinfeksi permukaan yang dicurigai tercemar COVID-19.  Artinya sarung tangan jangan digunakan untuk kepentingan lain. Konsultasikan instruksi pabrik untuk membersihkan dan mendesinfeksi produk yang digunakan. Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.
  • Jika permukaannya yang akan didisinfeksi kotor, mereka harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan deterjen atau sabun dan air, sebelum dilakukannya desinfeksi.
  • Untuk desinfeksi, larutan pemutih rumah tangga yang diencerkan (sodium hipoklorit atau hidrogen peroksida), larutan alkohol yang setidaknya memiliki konsentrasi 70%. Atau menggunakan beberapa jenis bahan kimia disinfektan rumah tangga yang terdaftar di EPA.
  • Larutan pemutih rumah tangga encer dapat digunakan jika sesuai untuk permukaan. Ikuti instruksi pabrik untuk aplikasi dan ventilasi yang tepat. Periksa untuk memastikan produk tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Jangan sekali-kali mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya. Pemutih rumah tangga yang tidak kadaluwarsa akan efektif melawan virus corona bila diencerkan dengan benar.
  • Siapkan larutan pemutih dengan mencampurkan: 5 sendok makan (1/3 gelas) pemutih per galon air, atau 4 sendok teh pemutih per liter air
  • Ikuti instruksi pabrik untuk semua produk pembersih dan desinfeksi (mis., Konsentrasi, metode aplikasi, dan lamanya waktu kontak, dll.).
  • Untuk permukaan lunak (keropos) seperti lantai berkarpet, permadani, dan gorden, singkirkan kontaminasi yang terlihat mata jika ada, dan bersihkan dengan pembersih yang sesuai untuk permukaan ini. Setelah dibersihkan, cuci barang sesuai dengan instruksi pabrikan. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Pakaian, handuk, linen, dan barang-barang lain yang masuk binatu

Pakailah sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor dari orang yang sakit dan kemudian buang (sarung tangan) setelah digunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, sarung tangan tersebut harus didedikasikan untuk membersihkan dan mendesinfeksi permukaan COVID-19 dan tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya. Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.

Jika tidak ada sarung tangan yang digunakan saat menangani cucian kotor, pastikan untuk mencuci dan mendisinfeksi tangan sesudahnya.

Jika memungkinkan, jangan kocok cucian kotor. Ini akan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus melalui udara.

Mencuci barang sesuai dengan instruksi pabrikan. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Kebersihan tangan dan tindakan pencegahan lainnya

  • Anggota rumah tangga harus sering membersihkan tangan, termasuk segera setelah melepas sarung tangan dan setelah kontak dengan orang yang sakit, dengan mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia dan tangan tidak tampak kotor, pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol dapat digunakan. Namun, jika tangan tampak kotor, selalu cuci tangan dengan sabun dan air.
  • Anggota rumah tangga harus mengikuti tindakan pencegahan normal saat bekerja dan di rumah termasuk kebersihan tangan yang direkomendasikan dan menghindari sentuhan mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Mencuci tangan dengan disinfektan juga harus Andas lakukan setelah :

  • Setelah menyentuh hidung, batuk, atau bersin
  • Setelah menggunakan kamar kecil
  • Sebelum makan atau saat menyiapkan makanan
  • Setelah kontak dengan hewan atau hewan peliharaan
  • Sebelum dan sesudah memberikan perawatan rutin untuk orang lain yang membutuhkan bantuan (mis. Seorang anak)

Pertimbangan lainnya

Orang yang sakit harus makan / diberi makan di kamar mereka jika memungkinkan. Barang-barang layanan makanan non-sekali pakai yang digunakan harus ditangani dengan sarung tangan dan dicuci dengan air panas atau dalam mesin cuci piring. Bersihkan tangan setelah memegang item layanan makanan bekas.

Jika mungkin, persembahkan tempat sampah berjajar untuk orang sakit. Gunakan sarung tangan saat mengeluarkan kantong sampah, penanganan, dan pembuangan sampah. Cuci tangan setelah memegang atau membuang sampah.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan departemen kesehatan setempat tentang pedoman pembuangan sampah jika tersedia.

Categories
Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Menggunakan Formalin Sebagai Disinfektan Virus Corona

Menggunakan formalin sebagai disinfektan virus corona membutuhkan cara yang tepat agar aman dan bisa membunuh virus hingga 100%. Formalin adalah jenis disinfektan yang sangat kuat, yang bisa membunuh semua mikroorganisme dan seluruh jenis virus.

Namun penggunaan formalin untuk membunuh virus membutuhkan konsentrasi minimum dan waktu optimum yang diperlukan.

Formalin adalah versi cair dari formaldehida.

Pada artikel sebelumnya,  https://bestekin.com/2020/03/19/cara-membuat-disinfektan-virus-corona-dari-formalin/, telah diajarkan bagaimana membuat formalin sebagai disinfektan untuk pembunuh virus.

Agar efektif membunuh virus hingga 99,9%, formalin yang digunakan harus memiliki konsentrasi minimum 2%, dan optimum 4%.

Untuk menggunakan sebagai disinfektan, dibutuhkan beberapa peralatan pelindung tubuh sebagai berikut :

  • Kacamata, yang melindungi mata dari percikan zat ini, baik di saat pembuatan maupun di saat penggunaan.
  • Masker udara. Gunakan masker udara yang rapat, seperti masker N95.
  • Sarung tangan karet. Formalin, jika terkena kulit dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kanker kulit.
  • Sepatu atau alas kaki yang rapat. Saat disemprotkan, formalin juga membasahi lantai.

Peralatan dalam penyemprotan sebagai berikut :

  • Alat semprot hama. Alat ini bisa ditemui di toko-toko yang menjual alat pertanian. Semua jenis alat penyemprot hama bisa digunakan untuk menyemprotkan formalin ke seluruh ruangan.
  • Air tawar sebagai pembilas dan pencuci tangan.
  • Sabun mandi untuk membersihkan tangan dan tubuh setelah penyemprotan.
  • Lembaran plastik. Plastik diperlukan untuk menutupi ventilasi udara agar formalin dapat efektif mematikan semua kuman dan virus.
  • Lembaran plastic wrapping. Plastic wrapping digunakan untuk membungkus makanan dan bahan-bahan makanan dengan rapat, agar terhindar dari cairan formalin.

Cara menggunakan formalin sebagai disinfektan virus corona dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

  1. Proses persiapan sebelum penyemprotan.
  2. Proses penyemprotan.
  3. Proses setelah penyemprotan.

Proses persiapan sebelum penyemprotan

  • Masukkan sejumlah volume formalin ke dalam alat semprot hama, yang disesuaikan dengan luas dan volume ruangan yang akan disemprot.
  • Tutup semua ventilasi  dengan rapat. Celah-celah bisa ditutup menggunakan lembaran plastik yang di lakban.
  • Masukkan makanan ke tempat tertutup, termasuk bahan-bahan makanan. Anda bisa menggunakan kulkas atau lemari yang tertutup rapat.
  • Gunakan masker dan peralatan pengaman lainnya.

Proses penyemprotan

  • Lakukan penyemprotan secara urut  dari satu ruangan ke ruangan lain. Ini dimaksudkan agar Anda terhindar dari paparan cairan formalin melalui kulit dan pernafasan.
  • Semprot bagian atas terlebih dahulu (plafon ruangan), dinding, dan ruang udara, dan lantai.
  • Penyemprotan dilakukan secara mundur. Artinya, Anda bergerak mundur agar terhindar dari cairan dan uap formalin.
  • Semprot juga berbagai peralatan rumah tangga selain makanan.
  • Lakukan penyemprotan secara menyeluruh dan teliti.

Proses setelah penyemprotan

  • Setelah selesai menyemprot menggunakan formalin, Anda segera keluar ruangan, dan tutup pintu ruangan dengan rapat dari luar.
  • Biarkan kontak formalin dengan mikroorganisme dan virus selama 2 – 4 jam.
  • Setelah 4 jam, buka ruangan secara bertahap, termasuk ventilasi udara.
  • Biarkan ruangan terbuka selama 4-6 jam, agar sebagian besar sisa formalin menguap keluar dari ruangan atau rumah Anda. Anda juga bisa menggunakan kipas angin atau exhaust fan untuk mengusir semua sisa-sisa formalin.
  • Mandi dan cuci semua bagian tubuh.
  • Khusus untuk makanan dan bahan makanan, Anda baru bisa mengeluarkan mereka setelah 8 jam selesainya penyemprotan.
Categories
Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Memilih Pembersih Udara Ditengah Ancaman Virus Corona

Memilih pembersih udara terbaik perlu dicermati di tengah ancaman virus corona. Penularan virus corona lebih cepat terjadi melalui udara.

Ada banyak sekali jenis penjernih udara (Air Purifier), namun tak semuanya bisa diandalkan untuk menangkal sebaran virus di udara.

Pemilihan produk yang akan dibeli harus mempertimbangkan kemampuan suatu alat menyaring partikel padat yang berukuran di bawah 1000 nano meter.

Untuk memilih pembersih udara yang tepat, di bawah ini dijelaskan beberapa alat purifier dari berbagai merek yang terkenal.

Pembersih Udara merek Samsung

Pembersih udara merek Samsung menjamin mampu menyaring 99,97% partikel padat hingga berukuran 300 nm dari udara.

Front Air Inflow dengan mudah menarik udara dari luar. Sebuah Power Fan dengan cepat mendistribusikan udara bersih ke berbagai arah menggunakan 3 Way Air Flow-nya.

Produk Air Purifier Samsung sudah dilengkapi oleh HEPA Pro Filter yang bekerja secara efektif pada ruangan yang cukup luas.

Air purifier merek Samsung memiliki berbagai sensor yang mampu mendeteksi tingkat polusi dan meningkatkan kecepatan filter secara otomatis. Beberapa fitur juga terpasang di Samsung Air Purifier seperti LED Indicators, power button, fan speed, timer control, dan child locking.

LED Indicators berfungsi untuk menunjukkan kualitas udara di dalam ruangan. Indikator tersebut bisa dalam bentuk angka dan warna.

Air Purifier Merek SHARP

Sharp mengandalkan gabungan 2 teknologi dalam penyaringan udara. Penggunaan saringan yang rapat ditambah plasmacluster yang mampu menyaring mikroba hingga virus.

Sharp memiliki berbagai tipe produk, mulai dari penjernih udara untuk ukuran luas 0,3 m2, hingga penjernih udara berukuran 62 m2.

Sharp mengandalkan 2 metode dalam menyaring udara, yaitu :

Penggunaan filter untuk menyaring udara sirkulasi yang akan dihembuskan kembali. Filter ini juga digunakan oleh Air Purifier merek lain.

Menggunakan teknologi Plasmacluster. Plasmacluster pada dasarnya adalah generator ion, yang mengionisasi molekul air yang menempel padanya. 

Plasmacluster juga dipercaya mampu menghasilkan ion positif dan negatif yang sama seperti di alam.

Cara kerja plasmacluster pada Sharp dibagi menjadi 3 tahap :

Alat melepaskan ion negatif OH- dan positif H+ bersama-sama udara yang melewati saringan. Ion OH- dan H+ bersifat reaktif dan cenderung akan menetralkan menggunakan lawan jenisnya dari udara.

Ion OH- yang terlepas ke udara selanjutnya jika terkena mikroba dan virus, bereaksi menjadi air. Ion OH- akan merampas ion H+ dari protein mikroba dan virus, agar menjadi netral dalam bentuk molekul air (H2O).

Sama seperti OH-, ion H+ dari alat juga akan menyerang ion radikal yang mengandung OH- dari benda-benda yang dilalui, untuk membentuk senyawa air yang netral.

Air Purifier Merek Xiaomi

Xiaomi juga memproduksi alat penjernih udara yang mereka klaim sebagai High Performance Smart Air Purifier. Air purifier ini mampu membersihkan ruangan hingga seluas 406 m3/jam dengan jangkauan efektif seluas 48 m2.

Produk “Mi Air Purifier”  telah dibekali dengan aerodynamic principles yang mampu membersihkan polusi serta virus di udara. Mi Air Purifier Max, salah satu jenis air purifier Xiaomi, dilengkapi dengan dual-blower 4-duct, sehingga mampu membuat produk ini memompa udara bersih ke setiap sudut ruangan.

Mi Air Purifier juga dibekali dengan Triple-filter protection (3 lapis penyaringan) sehingga lebih efektif ketimbang air purifier biasa, karena mampu menyaring lebih dari 99% partikel kecil di udara.

Air Purifier Merek Honeywell

Air Purifier buatan Honeywell juga terkenal akan kualitasnya yang cukup baik. Honeywell mengklaim bahwa produk mereka berbeda dari air purifier buatan perusahaan lain.

Salah satu jenis Air Purifier yang dikeluarkan Honeywell adalah “HONEYWELL Air Purifier Air Touch HAC35M1101G Gold”.

Air Purifier “HONEYWELL Air Purifier Air Touch HAC35M1101G Gold” menggunakan penyaringan udara 3 lapis, dengan urutan :

  • Pre Filter
  • HEPA
  • HiSiv

Tipe ini beberapa keunggulan, antara lain :

  • Mampu membersihkan udara 300 m3 per jam, dengan cakupan luas area hingga 450 feet2.
  • Menggunakan 3 lapis penyaring membuat saringan menjadi lebih awet, dan dapat dipakai hingga 3000 jam.
  • Konsumsi daya yang rendah. Rata-rata daya yang digunakan antara 7,5 – 52 watt.

Air purifier Honeywell tepat digunakan untuk orang-orang yang mengidap alergi udara. Honeywell memproduksi Honeywell Air Touch untuk penggunaan di rumah, dan Honeywell Move Car Air Purifier untuk digunakan di mobil.

Air Purifier Merek Daikin

Daikin menjual 5 jenis Air Purifier.

Air Purifier Daikin dinilai tidak hanya menghilangkan bakteri dan menyegarkan udara, namun juga mampu menghilangkan bau.

Salah satu tipe yang akan di ulas di sini adalah tipe MC30VVM-H.

Tipe ini bisa digunakan pada ruangan seluas 21,5 m2.

Daikin pun sudah menggunakan filetr HEPA, yang mampu menyaring partikel padat berukuran 300 nm. Secara umum Air Purifier Daikin sudah memiliki penyaring bau, namun pada tipe MC30VVM-H tidak terpasang.

Tipe ini juga mampu membersihkan ruangan melalui tiga arah, agar proses penyaringan menjadi lebih cepat.

Dari 5 merek produsen “Air Purifier” di atas, mudah-mudahan Anda bisa memilih pembersih udara yang terbaik buat Anda.

Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Membuat Cairan Pembunuh Virus Corona dari Kaporit

Membuat cairan pembunuh virus corona perlu diketahui di saat langka dan mahalnya harga cairan desinfektan di pasaran saat ini. Cairan desinfektan adalah cairan kimia yang bertujuan membunuh mikroba dan virus.

Tak semua cairan desinfektan yang dijual memiliki keampuhan yang sama untuk membunuh virus.

Ada banyak jenis bahan kimia yang digunakan sebagai cairan desinfektan. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain :

  • Alkohol. Alkohol sudah biasa digunakan sebagai desinfektan, baik di rumah sakit maupun untuk perawatan wajah. Alkohol yang digunakan bisa berupa methanol (metil alkohol) atau ethanol (etil alkohol). Konsentrasi efektif alkohol yang terbaik untuk proses sterilisasi kuman dan virus adalah 70% ke atas.
  • Klorin. Klorin (gas Cl2) bisa diperoleh dari bahan kimia dengan nama sodium hipiklorit dan kaporit. 2 jenis bahan kimia ini menyimpan gas Cl2 (klorin), yang jika dilepaskan akan sangat efektif membunuh kuman dan virus. Kaporit sudah biasa digunakan di kolam-kolam renang. Sodium hipoklorit sering digunakan dalam deterjen cair atau pemutih pakaian.
  • Hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida adalah oksidator kuat yang melepaskan oksigen saat mengoksidasi.
  • Soda api. Penggunaan soda api untuk cairan pembunuh virus sudah dijelaskan pada post https://bestekin.com/2020/03/15/membuat-sendiri-desinfektan-pembunuh-virus-corona/ .
  • Amoniak (NH3). Amoniak banyak digunakan dalam industri untuk proses desinfektan.
  • HCl atau asam klorida. Penggunaan HCl sebagi larutan desinfektan jarang digunakan karena tak semua kuman maupun virus bisa mati oleh zat kimia ini.
  • Kapur bakar (CaO). Virus dan kuman dapat dengan mudah mati atau tak aktif pada pH di atas 10. Selain soda api dan amoniak yang memiliki pH tinggi, kapur juga bisa digunakan sebagai alat pembunuh kuman dan virus. Sayangnya keberadaan kapur saat ini cukup sulit ditemukan di perkotaan.
  • Asam borat. Asam borat dibuat dari borax, dengan cara melarutkannya dalam HCl. Sayangnya, asam borat bukan merupakan cairan desinfektan kuat, dan tak dianjurkan untuk digunakan sebagai pembunuh virus.

Masih ada belasan jenis cairan desinfektan lain yang efektif digunakan sebagai pembunuh virus.

Kali ini kita akan membahas penggunaan kaporit sebagai cairan desinfektan yang kuat dan ampuh dalam membunuh virus.

Di pasaran, kaporit yang dijual berbentuk tepung yang berwarna putih. Kaporit mudah ditemukan di toko-toko yang menjual peralatan untuk penjernih air dan kolam renang. Kaporit juga selalu ada di berbagai toko kimia.

Untuk mendapatkan hasil cepat dan sangat terjamin, maka kaporit sebaiknya dikombinasikan dengan larutan HCl. Kombinasi kaporit dan HCl akan segera melepaskan gas klorin yang langsung membunuh seluruh organisme mikron maupun virus.

HCl mudah ditemukan di toko-toko bangunan, dengan sebutan “air keras besi”. HCl juga mudah ditemukan di berbagai toko yang menjual bahan kimia. HCl yang dijual umumnya berkonsentrasi 28% – 32%.

HCl umumnya digunakan untuk membersihkan lantai keramik dari sisa-sisa semen.

Berikut cara membuat cairan desinfektan kombinasi kaporit dan HCl :

  1. HCl yang akan digunakan memiliki konsentrasi 28% – 32%. Jika penutupnya dibuka, jeriken berisi HCl akan mengeluarkan asap berupa upa HCl. Oleh karena itu, larutan HCl yang akan digunakan diencerkan terlebih dahulu menggunakan air tawar.
  2. Siapkan kaporit sebanyak 15 gram.
  3. Masukkan kaporit ke dalam jeriken plastik ukuran 10 liter.
  4. Siapkan larutan HCl sekitar 10 ml (10 cc) di dalam mangkuk yang terbuat dari kaca atau plastik.
  5. Encerkan larutan HCl menggunakan air sebanyak 8 liter.
  6. Masukkan larutan HCl yang telah diencerkan ke dalam jeriken, lalu tutup jeriken dengan rapat.
  7. Aduk jeriken dengan cara mengguncang-guncangnya dari luar.
  8. Setelah pengadukan, maka larutan desinfektan sudah siap untuk digunakan.
  9. Jangan gunakan peralatan logam dalam proses ini. Karena kaporit maupun HCl bersifat sangat korosif terhadap logam

Dalam proses di atas, gunakan pelindung sarung tangan karet dan masker. Cairan desinfektan ini sangat berbau, khas gas klorin.

Cairan desinfektan klorin tak disarankan untuk penggunaan pada kulit, karena larutan ini bersifat oksidator sangat kuat.

Baca juga : https://bestekin.com/2020/03/16/cara-membuat-sendiri-hand-sanitizer-standar-who/

Cairan klorin sangat kuat jika digunakan untuk pembersihan lantai, kamar mandi, dan mencuci peralatan-peralatan yang diduga mengandung virus.

Saat kaporit dicampur dengan HCl, terjadi reaksi kimia berikut ini :

Ca(ClO)2 + 4 HCl ===> CaCl2 (l)   +  2 Cl2 (g)  +   2 H2O (aq)

Dari reaksi kimia di atas, pencampuran HCl dan kaporit menghasilkan gas klorin (Cl2). Gas ini memiliki kekuatan lebih dibanding alkohol maupun formalin.

Di bawah 1 menit, kuman yang terpapar gas klorin akan segera mati. Demikian juga dengan segala jenis virus, termasuk virus corona. Namun dalam penggunaan, waktu terbaik adalah di atas 5 menit.

Pada dasarnya kaporit yang langsung dicampur air juga efektif membunuh kuman dan virus. Namun penambahan HCl dimaksudkan untuk lebih memperkuat daya desinfektan dari kaporit, karena gas klorin langsung dilepaskan dalam jumlah banyak.

Baca juga : https://bestekin.com/2020/03/19/cara-membuat-disinfektan-virus-corona-dari-formalin/

Categories
Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Membuat Sendiri Desinfektan Pembunuh Virus Corona

Membuat sendiri desinfektan pembunuh virus corona tak sulit untuk dilakukan oleh siapa saja. Karena pada dasarnya cairan desinfektan yang dijual di pasaran juga menggunakan bahan-bahan kimia yang juga mudah ditemukan.

Merebaknya pandemi coronavirus membuat harga-harga cairan desinfektan di berbagai tempat penjualan naik dan sulit ditemukan. Padahal tak semua cairan desinfektan yang dijual memiliki keampuhan untuk membunuh virus.

Jenis-jenis bahan kimia yang terkandung dalam cairan desinfektan, ukuran penggunaan, lama pemakaian, berpengaruh terhadap kemampuan suatu cairan desinfektan untuk membunuh virus.

Ada banyak jenis bahan kimia yang bisa digunakan sebagai cairan desinfektan. Salah satunya soda api. Soda api sangat mudah ditemukan di berbagai toko bangunan. Senyawa kimia ini umumnya digunakan untuk penanggulangan WC mampet.

Dalam konsentrasi sangat rendah, larutan soda api jauh lebih dikenal sebagai “air alkalin” atau air alkaline”, yang memiliki pH antara 8-9.  Air alkalin banyak digunakan sebagai air minum.

Soda api dalam konsentrasi 0,1 – 0,5 molar mampu membunuh bakteri, kuman, dan virus dengan cepat. Kemampuan soda api membunuh virus telah terbukti dan banyak digunakan dalam laboratorium (sumber) dan campuran dalam berbagai produk cairan desinfektan.

Untuk penggunaan sebagai cairan desinfektan kulit tubuh dan rumah tangga, larutan soda api yang digunakan cukup sekitar 0,05 Molar.

Untuk membuat sendiri desinfektan pembunuh virus corona, ikuti langkah berikut ini :

  1. Ambil soda api flake kurang dari 1/2 sendok makan (5 keping soda api per 1 liter air).
  2. Siapkan air tawar bersih 1 liter.
  3. Masukkan kristal soda api ke dalam air, aduk merata hingga semua terlarut..
  4. Simpan larutan soda api di tempat yang terbuat dari plastik tertutup (jeriken).

Anda bisa menambahkan 50 cc alkohol konsentrasi 70% ke dalam larutan soda api. Tujuannya untuk memperkuat kemampuan daya bunuh kuman dan virus.  

Soda api bersifat sangat higroskopis. Membiarkan larutan soda api di udara terbuka akan mengakibatkan terjadinya pengenceran, yang menyebabkan konsentrasinya berkurang.    

Untuk memastikan kekuatan soda api dalam membunuh virus, dalam pemakaiannya jangan diencerkan dengan air tawar.

Larutan soda api yang telah dibuat bisa digunakan untuk

  • Cairan pel lantai dan kamar mandi
  • Mencuci berbagai peralatan yang diduga kemungkinan tertular virus dan kuman.
  • Mencuci tangan dan kulit wajah. Hindarkan dari terkena mata.

Larutan soda api terasa licin dan lengket di kulit. Untuk penggunaan pada peralatan rumah tangga, ikuti langkah berikut :

  1. Basuh peralatan atau lantai yang akan dibersihkan.
  2. Biarkan selama minimum 2 menit.
  3. Setelah 2 menit, netralkan pH lantai atau peralatan menggunakan air tawar dengan cara ulangi pembilasan.

Penggunaan larutan soda api untuk desinfektan kulit :

  1. Basuh tangan dan kulit tubuh lain menggunakan larutan soda api yang telah dibuat.
  2. Biarkan selama minimum 2 menit.
  3. Bilas dengan air tawar atau air yang mengandung perasan jeruk nipis.
  4. Hindarkan larutan ini terkena selaput mata. Jika terkena selaput mata, cuci bersih dengan air tawar hingga rasa perih menghilang.

Dalam bentuk flake (kristal) atau cairan kental, soda api sangat berbahaya terhadap kulit. Oleh karena itu dalam proses pembuatan Anda harus berhati-hati. Ikuti petunjuk penggunaan asoda api, atau Anda bisa membaca artikel berikut : https://bestekin.com/2019/03/22/petunjuk-pemakaian-soda-api/

Untuk mengetahui jenis disinfektan lain yang ampuh dalam membasmi corona, Anda bisa baca link berikut : https://bestekin.com/2020/03/15/membuat-cairan-pembunuh-virus-corona-dari-kaporit/

Membuat desinfektan dari formalin : https://bestekin.com/2020/03/19/cara-membuat-disinfektan-virus-corona-dari-formalin/

Categories
Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Cara Menggunakan Soda Api Untuk WC Mampet

Cara Menggunakan Soda Api Untuk WC Mampet sangat mudah dilakukan. WC mampet bisa disebabkan oleh beberapa masalah, antara lain kotoran organik (misalnya dedaunan atau tinja yang keras). Kotoran organik yang mudah terurai bisa mencakup kotoran manusia, kotoran binatang peliharaan, kertas tisu, dan lemak.

Soda api hanya berfungsi untuk menghancurkan kotoran jenis ini untuk melancarkan kembali saluran pembuangan menuju septic tank.

Adapun kotoran yang bersifat sulit terurai (misalnya plastik atau pembalut wanita) tak mampu dibersihkan oleh soda api.

Karena soda api merupakan zat kimia yang sangat korosif dan berbahaya jika terkena kulit dan mata, maka hal terpenting dalam proses ini adalah segi pengamanan.

Karena sifatnya yang sangat suka air (deliquescence), maka soda api akan bereaksi  keras terhadap air. Saat dituangkan ke dalam air, terjadi kenaikan panas yang cepat (bahkan hingga mendidih) akibat penguraian kristal soda api menjadi larutan elektrolit natrium hidroksida.

Oleh karena itu Anda perlu mengetahui cara menggunakan soda api dengan tepat. Untuk petunjuk pemakaian soda api, klik di sini : .

Cara Menggunakan Soda Api Untuk WC Mampet

  • Gunakan wadah cangkir plastik (jangan yang terbuat dari kaca) sebagai cangkir wadah soda api).
  • Pastikan mangkuk WC tidak tergenangi air jauh di atas batas ketinggian normal. Jika mangkuk WC terlalu penuh, tunggu hingga airnya surut dan kembali ke ketinggian yang semestinya.
  • Tuangkan sekitar 1 cangkir soda api ke lubang WC menggunakan penyendok berbahan plastik. Anda tidak perlu menambahkan air karena air di dalam saluran sudah cukup untuk memancing reaksi soda api.
  • Diamkan soda api bereaksi dengan air selama sekitar 20 menit.
  • Tes apakah WC sudah terbebas dari penyumbat dengan menuangkan sejumlah air ke dalamnya.

Jika masalah masih terjadi, ulangi langkah 2-6 dengan lebih banyak soda api selama durasi yang lebih panjang. Meskipun demikian, Anda sebaiknya tidak menambahkan soda api berlebihan.

Bila WC masih tersumbat setelah Anda beberapa kali mencoba langkah-langkah di atas, Anda bisa menggunakan pompa kompresor. Namun jika sumbatan WC disebabkan karena masalah di septic tank, maka cara yang terbaik adalah segera hubungi jasa penyedot WC.