Cara Membuat Air Suling (Air Destilasi) Menggunakan Resin Penukar Ion

Air yang paling sehat adalah air dengan kandungan mineral nol, atau setidaknya mendekati nol ppm. Untuk mendapatkan air dengan kualitas ini, kita bisa melakukan proses penyulingan, yaitu proses pemisahan H2O dari berbagai material padat yang terlarut padanya. Teknologi proses penyulingan air tertua menggunakan cara penguapan air mendidih, dimana uap air dilewatkan pipa-pipa, kemudian didinginkan sehingga mengembun kembali menjadi air. Untuk mendapatkan uap dengan cepat, air dipanaskan menggunakan perebusan di dalam ketel hingga mencapai 1250C. Proses pembuatan air suling secara tradisional saat ini mulai ditinggalkan, disebabkan biaya produksi tinggi dan tingginya pencemaran udara akibat asap CO2 yang dihasilkan dari proses pembakaran.

Perkembangan teknologi menyebabkan proses penyulingan air menjadi lebih murah dan cepat. Saat ini telah tersedia 2 jenis teknologi penyulingan air; teknologi penyulingan melalui proses penyaringan menggunakan membrane osmosis, dan teknologi demineralisasi menggunakan resin penukar ion. 2 jenis teknologi ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dalam beberapa implementasi, 2 jenis teknologi ini diterapkan secara bersamaan.

II. Dasar Teori Penyulingan Menggunakan Resin Penukar Ion

Air jernih belum tentu sehat dan menyehatkan. Air alami, air hujan, atau air yang jernih lainnya umumnya masih mengandung mineral-mineral logam dan non logam, yang terlarut di dalamnya. Mineral terlarut hampir pasti semuanya terionisasi, membentuk kation (mineral bermuatan positif) dan anion (umumnya unsur atau gabungan unsur non logam yang terionisasi).

Mineral terlarut adalah sinonim dengan larutan atau partikel padat terlarut dalam air. Untuk mengukur banyaknya kandungan mineral terlarut dalam air, kita bisa menggunakan alat TDS-meter. TDS – meter adalah alat untuk mengukur banyaknya padatan terlarut dalam air (Total Dissolved Solids / TDS), dalam satuan ppm (part per million / 1 per 1 juta bagian berat). Air yang masih mengandung mineral terlarut memiliki nilai TDS > 0, sedangkan air suling terbaik memiliki nilai TDS = 0 ppm.

Penyulingan air menggunakan resin penukar ion bertujuan menghilangkan semua mineral terlarut dari air, artinya menjadikan nilai TDS menjadi 0 ppm.

Proses pemurnian air menggunakan resin penukar ion memiliki 2 prinsip utama, yaitu :

  1. Mengganti semua kation (unsur atau gabungan unsur kimia yang memiliki ion positif) yang ada di dalam air dengan kation hidrogen (H+) dari resin penukar ion positif (resin kation).
  2. Mengganti semua anion yang ada di larutan dengan anion hidroksil (OH) dari dalam resin penukar ion negatif (resin anion).

Dari 2 point di atas dapat disimpulkan bahwa tiap kation diganti oleh kation H+, dan tiap anion diganti oleh anion OH-, sehingga tiap pasang kation dan anion digantikan oleh air, yang merupakan gabungan dari kation H+ dan anion OH-, seperti reaksi berikut :

H+  +  OH  →  H2O (aq)

Dari reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa pasangan resin kation dan resin anion menukar tiap kation terlarut dengan kation hidrogen yang berasal dari resin kation, dan tiap anion terlarut dengan anion hidroksil (OH) yang berasal dari resin anion. Artinya, tiap menyerap ion positif dan negatif, resin mengeluarkan air (H2O) sebagai penggantinya.

Ke halaman 3