Teknik Pembuatan Garam Industri-4

Teknik Pembuatan Garam Industri-4 merupakan lanjutan dari https://bestekin.com/kimia/e-book-kimia-terapan/teknik-pembuatan-garam-industri-3/

VII . Peralatan Produksi Garam Bestekin III dan IV

Peralatan produksi pembuatan garam industri metode bestekin III dan IV hanya memiliki perbedaan di ruang vakum dan pompa vakum.

Pada metode bestekin III, proses penuaan air garam hanya dilakukan menggunakan pemanasan melalui pemanas surya dan spraying untuk memecahkan butir-butir air (dalam rangka perluasan permukaan air garam).

Sedangkan dalam proses pembuatan garam industri menggunakan metode bestekin IV, pompa vakum dan ruang vakum digunakan untuk menurunkan tekanan udara di ruang penuaan air dan pengkristalan air garam.

VII.1. Pompa Air Baku

VII.2. Pompa Drainase

VII.3. Ruang Vakum

VII.3.1. Ruang Vakum Penuaan Air

VII.3.2. Ruang Vakum Kristalisasi Air Tua

VII.4. Pipa-pipa Sirkulasi

VIII . Bahan-bahan Kimia

Bahan-bahan kimia yang digunakan untuk proses pembuatan garam industri metode bestekin I hingga IV pada dasarnya semuanya sama. Penambahan jenis bahan kimia umumnya bertujuan untuk lebih meningkatkan kemurnian garam yang dihasilkan.

Misalkan, kita bisa menghilangkan semua sisa ion sulfat melalui penggunaan larutan barium klorida.

VIII.1. Bahan Kimia Pengendap Logam-logam Berat dan Magnesium

VIII.2. Bahan Kimia Penghilang bau dan pengendap Merkuri

VIII.3. Bahan Kimia Pengendap Ion Sulfat

IX. Proses Kimia Pengolahan Air laut

Memahami proses-proses kimia dalam pembuatan garam industri adalah hal terpenting, terutama agar bisa menghasilkan output garam dengan kualitas terbaik.

Proses-proses kimia berkaitan terhadap kadar produk NaCl berapa persen yang diinginkan. Misalnya, untuk menghasilkan output NaCl berkadar 97%; ini menggunakan proses, kualitas, dan kuantitas bahan kimia yang sedikit berbeda dengan output NaCl 99,5%.

IX.1. Kandungan Air laut

Mengetahui kandungan mineral-mineral air laut dalam perairan setempat penting diketahui, agar proses pemisahan dan pemurnian air garam tak mendapat kendala, serta memudahkan perhitungan biaya produksi untuk pembuatan garam industri.

IX.2. Pengaruh Zat Higroskopis dan deliquescence

IX.3. Proses Koagulasi dan Pengendapan Logam berat

IX.4. Proses Pemisahan Ion Magnesium (Mg2+)

IX.5. Pemisahan Ion Sulfat (SO42-) dan Ca2+

IX.6. Stabilisasi pH Air Garam

Ke halaman 5