Teknik Pembuatan Garam Industri

Proses pemurnian juga bertujuan memisahkan sebagian besar dari senyawa-senyawa yang bersifat deliquscence. Pemisahan senyawa deliquescence berimplikasi pada makin cepatnya laju penguapan air.

VI. Proses Penuaan Air Garam. Air laut umumnya memiliki berat jenis antara Be 2 hingga Be 3. Berat jenis air (H2O) pada suhu kamar (250C) berada di posisi Be 0, artinya selisih berat jenis air dan berat jenis air laut hanya sedikit.

Proses kristalisasi garam dimulai saat berat jenis air laut di posisi Be 2. Agar kristalisasi dapat berlangsung cepat (karena harus memperhitungkan daya dukung lahan), diperlukan proses penuaan cepat, menggunakan aplikasi fisika cahaya dan kalor. Bagian ini menjelaskan rekayasa penuaan terhadap air laut, sehingga produksi garam bisa berlangsung cepat.

VII. Proses Kristalisasi & Pemurnian Tahap II. Hasil dari pemurnian tahap I masih menyisakan ion Kalium (K+) pada larutan garam. Pemisahan ion K+ ini dilakukan pada saat mulai terbentuknya kristal-kristal garam.

VIII. Pengeringan Kristal Garam.  Pengeringan garam dilakukan menggunakan Sentrifugal Drier dan Vacuum Pump. Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan kandungan air (moisture content) pada kristal garam, sehingga kadar garam yang diinginkan bisa tercapai. Pada bagian ini dibahas cara pengeringan dan pembuatan alat pengering.

IX.Pengemasan dan Penyimpanan. Pengemasan dan penyimpanan perlu mendapat perhatian khusus, karena menyangkut garam yang bersifat korosif, volume produksi yang besar, dan resiko terendam air pasang atau rob jika jarak gudang berdekatan dengan garis pantai. Garam industri yang kembali tercemar tentu harus diproses ulang lagi, suatu hal yang tak diinginkan.

X. Analisa Biaya Produksi. Biaya produksi memegang peranan utama dalam industri pembuatan garam industri. Saat ini kebutuhan akan garam industri seluruhnya diperoleh dari impor. Pasar domestik untuk garam industri memang sangat besar, lebih dari 2 juta ton per tahun ; namun kita harus memperhitungkan keekonomian harga produksi, yang harus jauh lebih murah dibanding harga produk impor. Bab ini membahas analisa biaya produksi, agar praktisi yang akan memproduksi garam industri mampu mendapat keuntungan yang maksimal.

Selanjutnya, klik disini