Limbah elektronik / limbah peralatan elektronika merupakan barang yang masih memiliki nilai yang sangat tinggi, hal ini terjadi disebabkan banyaknya kandungan logam dalam berbagai peralatan elektronika. Lebih dari 10 % biaya produksi peralatan elektronika berasal dari pengadaan kandungan logam dalam peralatan tersebut, dimana nilai komponen logam ini justru terus mengalami kenaikan seiring berjalannya waktu.

Sebagai contoh, nilai kandungan logam pada pesawat komputer meja (desktop komputer) yang dibuat di era awal tahun 1990-an tentu sudah lebih mahal dibanding harga komputer baru saat ini. Ini terjadi disebabkan beberapa hal berikut :

  • Adanya pengaruh inflasi yang berlangsung tiap tahun, khususnya inflasi terhadap harga logam. Harga logam tembaga murni di pertengahan tahun 1990-an baru sekitar Rp 9.000,- per kg, dimana harga barang yang sama saat ini sudah di posisi Rp 70.000,- per kg nya. Harga logam emas pada saat itu masih di posisi Rp 20.000,- per gram, di mana harga barang yang sama saat ini sudah berada di kisaran Rp 550.000,- per gram nya.
  • Teknologi yang semakin maju menyebabkan makin efektifnya penggunaan logam pada peralatan komputer baru. Kandungan emas yang tinggi pada prosesor utama suatu komputer di era tahun 1990-an yang bisa mencapai 1 gram per prosesornya (misalnya kandungan Au pada prosesor Intel 20826), tentu sangat jauh lebih besar dibanding kandungan Au pada prosesor-prosesor terbaru saat ini. Artinya komputer-komputer yang beredar saat ini akan memiliki nilai kandungan logam yang tinggi pada 10 tahun yang akan datang. Rongsokan-rongsokan komputer yang berasal dari era 90-an bisa mengandung total logam emas hingga 3 gram, suatu hal yang mustahil ditemukan pada pesawat komputer yang mutakhir.

Atas dasar 2 hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa bisnis pengolahan / daur-ulang rongsokan peralatan elektronika menjadi usaha yang sangat menarik untuk ditekuni. Adanya keberlimpahan bahan baku (limbah peralatan elektronika) yang naik dari masa ke masa juga menjadi jaminan akan keberlanjutan usaha daur ulang limbah peralatan elektronika.

Ebook “Pengolahan Limbah Elektronika” disusun sebagai jawaban atas persoalan “bagaimana cara yang efektif untuk mendaur-ulang peralatan elektronika rongsokan”, sehingga bisa menjadi logam-logam yang bernilai ekonomis dan menjanjikan.

Ebook disusun dalam 8 bab yang ringkasannya antara lain :

Ke halaman 2…