Pengolahan Limbah Elektronik

Bab I merupakan pendahuluan, yang membahas secara umum berbagai peralatan dan jenis-jenis logam yang terkandung di dalamnya.

Bab II berjudul “Proses Awal, Pemilahan dan Pemisahan Bahan”. Bagian ini mengajarkan cara pemilahan plastik, pemisahan logam-logam besi menggunakan magnet, alat-alat yang terbuat dari aluminium (umumnya keeping-keping pendingin), logam-logam feronikel, dan tembaga-tembaga murni.

Logam-logam yang telah disebutkan dan telah mengalami pemisahan secara fisik, tentu saja sudah bisa diperdagangkan, atau sebagian dibuat “ingot” (misalnya tembaga dilebur menjadi batangan tembaga).

Bab III diberi judul “Proses Insinerasi”. Insinerasi adalah proses pembakaran suatu limbah yang hanya menghasilkan gas CO2 dan H2O. Untuk menghasilkan hanya 2 gas tersebut, perlu dilakukan pembakaran sempurna, yang menggunakan dua tingkat pembakaran, sehingga tak menghasilkan gas buang yang masih bersifat racun. Pada bagian ini diajarkan cara membuat tungku insinerasi, dan juga cara mengoperasikan peralatan tersebut.

Mengapa harus dilakukan proses insinerasi? Alat-alat elektronika yang telah dipisahkan secara mekanis tentu saja masih mengandung sebagian material plastik, yang akan sangat sulit jika hanya dipisahkan menggunakan peralatan mekanis. Insinerasi akan menguraikan polimer-polimer yang masih tersisa, merubahnya menjadi gas CO2 dan uap air (H2O).

Bab IVProses Pelarutan dan Pemisahan Logam-Logam Dasar”. Bagian ini menguraikan proses pelarutan berbagai jenis logam dasar (tembaga, timah putih) menggunakan pelarut kimia, sehingga bisa terpisah dari lumpur tak larut yang kemungkinan mengandung logam-logam mulia (emas, perak, palladium, platina).

Larutan yang telah mengandung logam kemudian dipisahkan dari material tak larut menggunakan penyaring mikro dan koloid, dimana hasil dari proses ini adalah 2 bagian ; material terlarut yang berupa larutan ion-ion logam-logam dasar, dan material tak terlarut berupa logam-logam mulia.

Selanjutnya terhadap material terlarut, dilakukan pemisahan ion-ion logam secara kimiawi, sehingga dihasilkan endapan logam-logam yang telah murni dan siap untuk dilebur menjadi ingotnya.

Bab V mengulas proses “Pengolahan Logam-logam Mulia menggunakan Kombinasi Klorinasi dan Sianidasi“. Hasil dari proses ini adalah diperolehnya logam-logam mulia yang telah dipisahkan dan dimurnikan satu sama lainnya.

Bab VI membahas “Cara Membuat dan Memakai Tungku Peleburan Logam“.

Bab VII mengajarkan “Cara Penetralan Limbah Cair Sisa Pengolahan Limbah Elektronika“, yang tentu saja masih mengandung larutan kimia yang berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan.

Bab VIII merupakan bagian terakhir, yang mengupas “Analisa Biaya Produksi“. Analisa biaya produksi adalah penentu ekonomis atau tidaknya suatu produksi dilakukan.

Ke halaman 3….