Pengolahan Limbah Elektronik

I. Pendahuluan Pengolahan Limbah Elektronika

Ditinjau dari segi berat, peralatan-peralatan elektronika umumnya mengandung 20%-40% bahan logam. Ada lebih dari 10 unsur kimia logam di dalam suatu peralatan elektronika modern, yang merupakan salah satu penyumbang tingginya harga suatu produk elektronika.

Aluminium (Al), besi (Fe), nikel (Ni), tembaga (Cu), dan timah putih (Sn) merupakan unsur-unsur kimia logam utama pembentuk suatu peralatan elektronika.

Disamping 5 unsur logam tersebut, peralatan elektronika juga mengandung sejumlah unsur logam-logam mulia, antara lain perak (Ag), palladium (Pd), rhodium (Rh), platina (Pt), dan emas (Au).

Selain unsur-unsur logam, sirkuit elektronika juga mengandung sejumlah unsur kimia yang tergolong rare earth minerals (mineral tanah jarang).

Daur-ulang limbah peralatan elektronika adalah proses pemanfaatan kembali, atau menjadikan limbah kembali memiliki nilai ekonomi. Proses awal daur ulang adalah proses pemisahan komponen-komponen, yang tanpa diolah lebih lanjut, sudah bisa langsung bermanfaat secara ekonomi.

Komponen-komponen yang terbuat dari aluminium, besi, stainless steel, dan tembaga murni, adalah komponen yang memiliki nilai ekonomi langsung. Proses pemisahan logam-logam tersebut umumnya menggunakan kombinasi cara mekanis dan penghitungan berat jenis.

Proses selanjutnya adalah pembakaran (insinerasi), dimana pada proses ini bagian-bagian tak berharga yang bisa diuraikan dihilangkan melalui pembakaran. Proses insinerasi menyebabkan terjadinya pembakaran yang menguraikan sebagian besar polimer-polimer menjadi air (H2O) dan gas CO2.

Insinerasi harus dilakukan secara cermat, karena proses yang ceroboh justru menghasilkan asap yang bisa menyebabkan polusi dan penyakit. Asap dari pembakaran tak sempurna kemungkinan mengandung sejumlah racun, dan bisa menyebabkan kanker pada orang yang terpapar olehnya.

Untuk lebih aman, maka proses pengolahan limbah elektronika harus menggunakan peralatan-peralatan yang cukup mampu untuk mencegah kemungkinan polusi udara, perairan, dan tanah.

Ke halaman 4…