Pengujian Kadar Merkuri Pada Cinnabar

I. Kandungan Merkuri (Raksa) di Berbagai Jenis Padatan

Sejumlah batuan mineral mengandung senyawa merkuri di dalamnya, yang umumnya berupa senyawa tak larut merkuri II sulfida (HgS). Senyawa ini sangat stabil, memiliki kelarutan yang sangat rendah.

Merkuri tak hanya terdapat dalam batuan mineral, namun juga bisa ditemukan di material-material padat atau cairan yang diduga tercemar oleh logam merkuri.

Di dalam material padat merkuri bisa berupa logam merkuri elementer (Hg), HgS, HgO, Hg2CO3, Hg2Cl2, dan sebagainya. Di cairan jenis senyawa merkuri bisa berupa senyawa HgCl2, Hg(CN)2, dan senyawa-senyawa merkuri larut lainnya.

Untuk mengetahui adanya kemungkinan kandungan atau cemaran merkuri di dalam batuan, material padat, atau cairan, perlu dilakukan analisa secara kimiawi atau menggunakan alat XRF.

Pada bagian ini metode analisa yang digunakan adalah analisa secara kimiawi, khususnya kimia analisa kualitatif dan kuantitatif.

I.1. Berbagai Cara Analisa Secara Kimia.

Ada 3 cara analisa kimiawi yang bisa dilakukan untuk mengetahui adanya kandungan merkuri, sebagai berikut :

  1. Analisa menggunakan pelarut aqua regia, atau metode klorinasi. Metode ini digunakan untuk menentukan kadar merkuri dalam hitungan persen, atau nilai yang diperkirakan di atas 1 %.
  2. Analisa menggunakan pelarut sodium sulfida (Na2S), digunakan untuk menganalisa kemungkinan kadar merkuri di bawah 1%, atau lebih tepatnya di kisaran 10 ppm < Hg < 1%.
  3. Analisa cemaran merkuri yang diperkirakan di bawah 10 ppm, menggunakan emas koloid ( colloidal gold) sebagai pengendap.

Dari 3 cara di atas, pada bagian ini kita hanya menggunakan cara ke 2, yaitu analisa kandungan merkuri menggunakan pelarut sodium sulfida (Na2S).

Ke halaman 3…