Pengolahan Limbah Elektronik 10

Pengolahan Limbah Elektronik 10 adalah lanjutan dari ebook gratisPengolahan Limbah Elektronik 9”.

II.4.4. pH.

Asam dan basa adalah suatu ukuran spesifik berupa sifat dasar dari suatu unsur, molekul, atau senyawa. Unsur-unsur memiliki kondisi dasar yang bersifat asam ataupun basa. Molekul yang terbentuk dari unsur-unsur dikatakan basa atau asam tergantung dari unsur-unsur pembentuknya.

Skala asam dan basa memiliki rentang ukuran antara 0 – 14, yang dinyatakan dalam satuan pH. pH dibawah 7 disebut berada dalam rentang asam.

Makin kuat suatu asam, maka pH nya pun akan makin rendah, demikian juga sebaliknya. Angka pH pada posisi 7 titik netral atau pH netral. Wilayah basa berada diatas pH 7 hingga 14. Makin basa suatu zat, maka pH nya akan makin tinggi, dan demikian sebaliknya.

Istilah pH dengan angka-angkanya sudah biasa didengar dan menjadi istilah yang umum saat ini, akan tetapi defenisi pH itu sendiri sangat jarang yang mengetahuinya. Ukuran pH sebenarnya merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan, dengan perbandingan yang terbalik. Makin tinggi kandungan ion hidrogen, makin rendah nilai pH suatu larutan, demikian juga sebaliknya.

Dalam ilmu kimia, ukuran konsentrasi suatu unsur atau ion didefenisikan dalam simbol [unsur/ion]. Konsentrasi ion hidrogen diberi simbol [H+], konsentrasi ion hidroksida [OH]. Konsentrasi ion ini memiliki satuan mol/liter.

Rumusan baku pH adalah :

pH = – log [H+] , dimana :

  • Log = logaritma
  • [H+] = jumlah konsentrasi ion Hidrogen dalam 1 liter larutan.

Nilai konsentrasi ion hidrogen paling besar adalah 1 mol/liter, dan nilai terkecil 10-14 mol/liter (1/10.000 milyar mol/liter).

Jika nilai konsentrasi tertinggi ion [H+] = 1 mol/liter, maka :

pH = – log 1 = 0

Nilai konsentrasi ion hidrogen = 0,1, maka ;

pH = – log 0,1 = 1

Nilai konsentrasi [H+] = 10-14, maka ;

pH = – log 10-14 = 14

II.5. Reaksi Redoks

Reaksi redoks (reduksi-oksidasi) adalah reaksi yang melibatkan pertukaran ion, pengurangan (reduksi) dan penambahan ion terluar (oksidasi) suatu unsur / molekul / senyawa, yang terjadi secara simultan (serempak). Setiap proses oksidasi terjadi, maka pada saat yang bersamaan terjadi juga proses reduksi. Contoh reaksi redoks :

CuSO4 (l) + Fe (s)   =====> Cu (s)  + FeSO4  (l)                                          …..(1)

atau secara ionik dapat ditulis ,

Cu2+ (l)+ SO42- (l)   +    Fe (s) =====> Cu (s)  + Fe2+ (l)  + SO42- (l)         ……..(2)

Pada reaksi kimia di atas, larutan tembaga II sulfat bereaksi dengan logam besi, menghasilkan larutan besi dan logam tembaga (1). Pada peristiwa ini, kation tembaga II (Cu2+) mengoksidasi logam besi (Fe) menjadi kation besi II (Fe2+), dan secara bersamaan tembaga II tereduksi menjadi logam tembaga (Cu).

Elektrokimia adalah reaksi-reaksi kimia yang menghasilkan energi listrik (misalnya penggunaan sel volta, atau accumulator/akki). Kebalikan dari elektrokimia adalah elektrolisis, suatu reaksi kimia redoks yang terjadi akibat adanya aliran listrik dari luar yang mengalir dalam cairan elektrolit.

Untuk melanjutkan konten “Pengolahan Limbah Elektronik 10″, Anda bisa klik link di bawah ini :

Ke halaman 11