Pengolahan Limbah Elektronik 14

Pengolahan Limbah Elektronik 14 merupakan salah satu halaman dari ebook gratis “Pengolahan Limbah Elektronika”. Untuk melihat halaman sebelumnya, Anda bisa klik di link ini.

III. Proses Awal Pemisahan Limbah Elektronika

   (Lihat Versi PDF)

 III.1. Pemisahan Logam-logam Secara Fisika

Proses awal pengolahan limbah elektronika adalah pemisahan unsur-unsur logam yang bisa dilakukan menggunakan cara fisika. Misalnya pemisahan logam-logam besi, aluminium, dan stainless steel yang bisa dilakukan secara mekanis.

III.1.1. Memisahkan Unsur-unsur besi (Fe) dan stainless steel (FeNi)

Penyortiran dibutuhkan dalam usaha pengolahan limbah elektronika. Penyortiran sangat berguna, tak hanya bisa memisahkan bagian-bagian logam sejak awal, namun juga berfungsi untuk menekan penggunaan bahan kimia dalam proses-proses selanjutnya.

Unsur logam besi dan stainless bisa dipisahkan dari awal. Besi teridentifikasi menggunakan magnet, sedangkan stainless teridentifikasi melalui berat jenisnya yang hampir sama dengan berat jenis besi.

Dalam pengolahan limbah elektronik, pemisahan besi dan stainless dari komponen-kompeoen elektronika sebaiknya dilakukan secara maksimal, agar pemakaian bahan kimia dalam proses selanjutnya bisa dihemat.

III.1.2. Memisahkan Logam Aluminium dan Zinc

Aluminium adalah logam ringan yang lembut. Logam ini memiliki ciri-ciri khusus, tak mengkilap, abu-abu, dan sangat ringan. Aluminium umumnya digunakan sebagai pendingin dan bahan kapasitor. Sama seperti besi dan stainless, aluminium juga mengkonsumsi bahan kimia dalam jumlah yang besar. Pemisahan sejak awal sangat berguna, agar biaya penggunaan bahan kimia dalam pengolahan limbah elektronik menjadi rendah. Zinc umumnya berada di dalam kapasitor.

Karena aluminium tak bisa diekstrak dari larutan kimianya, maka pemisahan kapasitor sebaiknya dilakukan sempurna, agar pemakaian bahan kimia menjadi jauh lebih hemat. Begitu juga zinc, yang tak ekonomis jika diekstrak menggunakan bahan kimia.

III.1.3. Pemisahan Timah Putih

 Timah putih umumnya digunakan sebagai solder pada papan PCB. Pada papan PCB model lama, kandungan unsur kimia ini cukup banyak. Oleh karena itu, sebelum dilakukan proses kimia, sebagian besar dari unsur kimia timah (Sn) perlu dipisahkan terlebih dahulu sebisa mungkin, dari papan PCB. Pemisahan bisa dilakukan menggunakan panas, yang bisa menggunakan api dengan panas rendah, dibantu oleh sikat kawat baja.

Timah putih memang bisa diekstrak dari larutan kimianya, dan juga cukup ekonomis. Akan tetapi, pemisahan awal yang dilakukan hanya menggunakan panas, justru lebih hemat dibanding pemisahan dan pemurnian timah secara kimia.

Lanjutan dari Pengolahan Limbah Elektronik 14, silakan klik link di bawah ini.

Halaman 15