Pengolahan Limbah Elektronik 2

Pengolahan Limbah Elektronik 2  merupakan lanjutan dari ebook “Pengolahan Limbah Elektronik”.

I. Pendahuluan  Pengolahan Limbah Elektronik   

(Lihat Versi PDF )

 Logam adalah unsur kimia yang berasal dari alam. Di alam, jumlah logam sudah tetap, artinya tak mengalami pertumbuhan atau regenerasi. Secara umum logam termasuk sumber daya alam yang tak terbarui. Penambangan yang dilakukan secara terus-menerus membawa implikasi pada makin berkurangnya sumber daya logam, sementara kebutuhan akan logam justru meningkat dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, Logam yang digunakan uintuk berbagai kebutuhan, sebagian besar diantaranya justru di daur ulang kembali, untuk menutupi kekurangan suplai dari hasil tambang. Saat ini, sekitar 40% dari kebutuhan logam dunia, dihasilkan melalui daur ulang logam dari limbah.

Logam adalah komponen utama dalam sebuah peralatan elektronika. Sebagian dari logam digunakan sebagai rangka (casing), sebagian lainnya digunakan sebagai pendingin, dan sebagian besar dari logam-logam berharga digunakan sebagai penghantar sinyal listrik dan sinyal gelombang elektromagnetik.

Mahalnya suatu peralatan elektronika berhubungan dengan nilai logam yang digunakan dalam peralatan tersebut.

Perangkat elektronika juga menggunakan berbagai jenis logam-logam mulia, mulai dari perak, palladium, platina, dan emas. Logam-logam ini digunakan untuk penghantar (konduktor) dan penyambung (switch) berkecepatan tinggi.

Logam-logam mulia juga digunakan untuk pelapis logam tembaga, dimana pelapisan dimaksudkan untuk mempercepat transmisi data elektronika, disamping juga bertujuan untuk mencegah oksidasi tembaga dari berbagai oksidan dari luar.

Pada perangkat elektronika modern, penggunaan logam-logam mulia makin banyak digunakan dalam berbagai aparat dari elektronika tersebut.

I.1. Logam-logam dasar dalam Peralatan Elektronika

Secara kuantitas (berat), logam utama dalam peralatan elektronika adalah besi, nikel, dan aluminium. Umumnya logam-logam ini digunakan sebagai rangka, baut-mur, dan pendingin. Logam-logam jenis ini memiliki ciri-ciri khusus, antara lain :

– Logam ini mudah dideteksi menggunakan magnet.

– Stainless steel.

Stainless steel adalah paduan antara logam besi dan nikel. Pada stainless steel yang memiliki kandungan nikel tinggi, penggunaan magnet mungkin saja tak berhasil. Untuk meyakinkan bahwa suatu bagian adalah stainless steel, kita bisa mengira beratnya, yang hampir sama dengan berat besi.

– Logam jenis aluminium adalah logam yang sangat ringan.

Membedakan aluminium dari logam jenis lainnya sangat mudah, cukup merasakan berat logam berdasarkan besarnya logam tersebut, khususnya dibanding dengan berat besi.

– Timah putih.

Logam timah banyak digunakan sebagai penyambung antara peralatan elektronika, atau sering diebut dengan istilah solder. Pada peralatan elektronika berkecepatan tinggi semacam komputer atau HP, timah yang digunakan umumnya bercampur dengan perak. Campuran timah perak bertujuan agar sambungan tahan terhadap oksidasi, khususnya oksidasi pada suhu tinggi. Oksidasi bisa menyebabkan terjadinya korosi pada sambungan, yang menyebabkan gagal koneksi.

– Tembaga dipakai secara luas sebagai konduktor, mulai dari catu daya (power sulply) hingga konektor pada papan PCB.

Pada peralatan elektronika data semacam komputer dan HP, umumnya plat tipis tembaga yang melapisi PCB juga dilapisi oleh lapisan tipis logam emas. Lapisan emas ini membuat tampilan plat tembaga terlihat berwarna kuning emas.

Lanjutan dari Pengolahan Limbah Elektronik 2 ke

Ke halaman 3