Pengolahan Limbah Elektronik 6

Pengolahan Limbah Elektronik 6 merupakan lanjutan dari konten Pengolahan Limbah Elektronik 5”.

II.3. Stoikiometri.

Stoikiometri adalah cabang ilmu kimia yang berhubungan dengan perhitungan berat dan persentase suatu unsur dalam senyawa. Istilah-istilah yang berhubungan dengan stoikiometri antara lain mol, molar, berat atom, berat molekul, berat jenis.

Mol adalah satuan yang merupakan perbandingan antara berat unsur atau molekul dalam satuan gram dan berat atom atau berat molekul zat tersebut.

Molar merupakan hasil pembagian satuan mol dan volume larutan tersebut dalam liter.

Berat jenis (tepatnya massa jenis) merupakan perbandingan antara berat suatu zat terhadap volumenya sendiri.

Molaritas suatu larutan memegang peranan yang sangat penting dalam proses reaksi kimia larutan.

Sebagai contoh, logam Pb (timah hitam) larut dalam HNO3 pekat maksimum 8 molar, pada molaritas yang lebih tinggi akan cenderung pasif.

Contoh ;

Hitung molaritas larutan HNO3 pekat 68%, HCl pekat 32%, H2SO4 pekat 98%.

Jawab.

HNO3 :

Berat atom (BA) ; H = 1, N = 14, O = 16.

Berat Molekul (BM) HNO3 = H + N + 3O = 1 + 14 + 3 x 16 = .63 Berat jenis (Massa Jenis) HNO3 = 1,55 kg / liter = 1550 gr / liter.

Konsentrasi 68% artinya kandungan HNO3 dalam 1 liter adalah 68% dari volumenya, dimana sisa 32% lagi berupa air (H2O).

Molaritas HNO3 teknis 68% = (mol HNO3/1 liter) x 0,68 liter = gram/BM x 0,68 = 1550/63 x 0,68 = 16,7 M.

Jadi molaritas HNO3 68% = 16,7 M

HCl :

Berat atom (BA) ; H = 1, Cl = 17, BM HCl = 1 + 17 = 18.

Berat jenis HCl = 1,18 kg/liter = 1180 gram/liter.

Konsentrasi HCl 32%, maka volume HCl murni dalam 1 liter adalah 0,32 liter Molaritas HCl = (mol HCl/1 liter) x 0,32 liter = 1180/18 x 0,32 = 21 M

Jadi molaritas HCl 32% = 21 M

Lanjutan dari “Pengolahan Limbah Elektronik 6”, klik link di bawah ini.

Ke halaman 7