Pemurnian Emas Menggunakan Aqua Regia 3

Pemurnian Emas Menggunakan Aqua Regia 3 adalah lanjutan dari halaman “Pengolahan Emas Menggunakan Aqua Regia 2″.

III.3. Proses Klorinasi

Proses klorinasi hanya optimal dilakukan jika logam emas yang akan dimurnikan memiliki kadar emas tinggi dan kadar perak yang rendah. Perak bereaksi dengan air raja, menghasilkan 2 jenis senyawa, perak klorida / AgCl yang berupa suspensi putih, dan senyawa kompleks dikloroargentat yang larut dalam air raja.

Kadar perak yang tinggi dalam bullion yang akan dimurnikan dapat mengakibatkan passifnya logam terhadap air raja. Lapisan perak klorida bisa menutupi permukaan logam dari serangan gas klorin, sehingga proses klorinasi berjalan lamban, atau terhenti sama sekali.

Oleh karena itu, logam paduan emas yang akan dimurnikan sebaiknya memiliki kadar emas awal minimum 85%, dan kadar perak yang tak boleh lebih besar dari 15%. Jika bullion yang akan dimurnikan memiliki kadar perak tinggi, sebaiknya lakukan pemurnian menggunakan asam nitrat, baru kemudian dimurnikan kembali menggunakan air raja.

Proses pemurnian emas menggunakan aqua regia terdiri dari beberapa langkah berikut ini :

  1. Pembuatan air raja (aqua regia)
  2. Pelarutan bullion emas menggunakan air raja.
  3. Penetralan sisa-sisa oksidator (sisa-sisa gas Cl2, NOCl, dan sisa HNO3) menggunakan urea.
  4. Pengujian kemungkinan adanya kandungan logam platina dalam larutan emas.
  5. Proses reduksi larutan emas menjadi logamnya, menggunakan FeSO4 atau FeCl2, atau Na2S2O5.
  6. Penyaringan lumpur emas menggunakan kertas saring.
  7. Reduksi ion perak menjadi endapan perak klorida.
  8. Penyaringan lumpur perak menggunakan kertas saring.

III.3.1. Pembuatan air raja (aqua regia)

Air raja (aqua regia) adalah larutan yang dibuat dari campuran antara larutan asam nitrat (HNO3) dengan HCl dengan perbandingan volume 1 : 3. Air raja tak bisa disimpan dan ditutup rapat, karena larutan ini terus-menerus mengeluarkan gas Cl2 dan NOCl yang sangat beracun.

Oleh karena itu, pembuatan air raja harus dilakukan secara terbatas, sesuai dengan perkiraan minimum pemakaian, dalam hal ini harus mempertimbangkan ukuran bullion yang akan dimurnikan.

Untuk bullion emas seberat 100 gram, perkiraan awal pemakaian air raja haruslah tak lebih dari volume total maksimum 800 ml, dimana volume HCl 600 ml dan volume HNO3 200 ml. Pencampuran bisa dilakukan dengan menuang HCl terlebih dahulu, atau HNO3 terlebih dahulu.

Proses pencampuran dilakukan sebagai berikut :

  1. Ambil larutan HCl 32% dari wadahnya, menggunakan pipet atau pompa plastik. Pada proses ini, anda harus dilengkapi oleh masker pelindung hidung dan kacamata. Pengambilan cairan harus dilakukan di ruang terbuka, atau dibawah cerobong udara yang menggunakan exhaust fan. Gunakan juga sarung tangan karet sebagai pelindung tangan dan lengan.
  2. Pindahkan larutan HCl yang telah diambil ke wadah pencampuran yang terbuat dari kaca atau plastik. Cuci dengan air hingga bersih wadah-wadah, selang-selang, pompa, atau pipet yang digunakan pada saat proses pemindahan.
  3. Ambil larutan HNO3 dari wadahnya, kemudian lakukan seperti proses (2).
  4. Aduk hasil campuran sebentar, kemudian tutup atas wadah (jangan ditutup rapat, karena bisa menyebabkan naiknya tekanan di dalam wadah).
  5. Biarkan selama 10 menit, hingga terjadi perubahan warna dan munculnya gelembung-gelembung gas di larutan air raja.
  6. Setelah warna larutan berubah dari kuning transparan menjadi agak merah, encerkan air raja (menggunakan air) dengan perbandingan 1 : 2, dimana volume air sebanyak 2x volume air raja.

Lanjutan dari “Pemurnian Emas Menggunakan Aqua Regia 3” silakan klik link di bawah ini.

Halaman 4…