Pemurnian Emas Menggunakan Asam Nitrat 3

Pemurnian Emas Menggunakan Asam Nitrat 3 adalah lanjutan dari link ini.

Hasil akhir menunjukkan jika suatu bullion emas yang setelah ditimbang memiliki berat jenis 10,5781 g/cm3, memiliki kadar emas 1% di dalamnya. Demikian juga sebaliknya, jika emas memiliki kadar 1%, maka berat jenis emas tersebut berada di angka 10,5781 g/cm3.

Untuk memudahkan, kita bisa membuat tabel korelasi antara berat jenis bullion emas vs persentase emas di dalam bullion. Tabel hasil perhitungan menggunakan rumus (1) sebagai berikut :

Tabel 1. Tabel Persentase Emas vs Berat Jenis Bullion Emas

Persentase Emas Berat Jenis  g/cm3 Persentase Emas Berat Jenis g/cm3
0,00 % 10,49 9,75% 11,349
0,25% 10,512 10,00% 11,371
0,50% 10,534 10,25% 11,393
0,75% 10,556 10,50% 11,415
1,00% 10,5781 10,75 % 11,437
1,25% 10,600 11,00% 11,459
1,50% 10,622 11,25% 11,481
1,75% 10,644 11,50% 11,503
2,00% 10,666 11,75% 11,525
2,25% 10,688 12,00% 11,547
2,50 % 10,710 13,00% 11,635
2,75% 10,732 14,00% 11,723
3,00% 10,754 15,00% 11,812
3,25% 10,779 20,00% 12,252
3,50% 10.798 25,00% 12,693
3,75% 10,820 30,00% 13,133
4,00% 10,842 35,00% 13,574
4,25% 10,864 40,00% 14,014
4,50% 10,887 45,00% 14,455
4,75% 10,909 50,00% 14,895
5,00 % 10,931 60,00% 15,776
5,25% 10,953 70,00% 16,657
5,50% 10,975 80,00% 17,538
5,75% 10,997 90,00% 18,419
6,00% 11,019 91,00% 18,498
6,25% 11,041 92,00% 18,592
6,50% 11,063 93,00% 18,683
6,75% 11,085 94,00% 18,771
7,00% 11,107 95,00% 18,860
7,25% 11,129 96,00% 18,948
7,50 % 11,151 97,00% 19,036
7,75% 11,173 98,00% 19,124
8,00% 11,138 99,00% 19,213
8,25% 11,217 99,25% 19,234
8,50% 11,239 99,5% 19,256
8,75% 11,261 99,75% 19,278
9,00% 11,283 99,80% 19,282
9,25% 11,305 99,90% 19,291
9,50% 11,327 99,99% 19,299

Hasil dari tabel adalah persentase emas yang diperoleh dari hasil penimbangan berat jenis bullion emas yang akan dimurnikan. Persentase perak merupakan kebalikan dari emas ; jika emas memiliki persentase di angka 10%, maka kandungan perak di dalam bullion sebesar 90%.

Kelemahan dari tabel 1 adalah jika bullion emas juga mengandung logam-logam selain emas dan perak.

Jika bullion yang ditimbang juga bercampur dengan tembaga atau logam-logam yang memiliki berat jenis lebih ringan dari tembaga, maka hasil persentase emas tidak menunjukkan angka yang sebenarnya, dan turun dari perkiraan yang sesungguhnya.

Ini disebabkan berat jenis tembaga (8,99 g/cm3) yang lebih rendah dari perak (10,49).

Jika bullion tercampur dengan logam-logam yang lebih berat dari perak, persentase emas pun mengalami deviasi, naik dari persentase aslinya. Misalnya bullion yang tercampur dengan logam timbal, persentase emas yang sebenarnya justru lebih kecil dibanding persentase hasil pengukuran terhadap berat jenis bullion.

Persoalan di atas bisa merugikan dan menguntungkan, khususnya jika berhubungan dengan transaksi jual-beli logam emas. Jika bullion emas mengandung logam tembaga, maka dalam proses jual beli, penjual dirugikan, dan pembeli mendapat keuntungan akibat turunnya kadar karena cemaran tembaga.

Sebaliknya, jika bullion mengandung logam timbal atau logam-logam yang memiliki berat jenis lebih besar dari perak, maka penjual diuntungkan, dan pembeli mengalami kerugian. Namun dalam hal proses pemurnian, pengaruh logam-logam campuran yang berjumlah sedikit tak begitu signifikan terhadap cara kerja proses pemurnian yang akan dilakukan.

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian II.1. paragraph 4, kadar emas optimum haruslah antara 5-10% dari berat bullion yang akan dimurnikan. Kadar emas 5% memiliki berat jenis  10,931 gram/cm3 , dan kadar emas 10% memiliki berat jenis 11,371 gram/cm3.

Jadi nilai berat jenis optimum buliion emas yang akan dimurnikan menggunakan asam nitrat sebaiknya berada di rentang 10,931 g/cm3 – 11,371 g/cm3.

Adapun rentang kadar emas antara 0% -5% merupakan berat jenis bullion yang terbaik untuk dimurnikan menggunakan metode pemurnian emas dan perak menggunakan asam nitrat. Untuk menurunkan berat jenis bullion, kita bisa mencampur bullion emas menggunakan logam perak atau tembaga, dan dilelehkan pada suhu 1100 0 C.

Versi PDF (lengkap), klik disini

Selanjutnya klik halaman 4