Pemurnian emas menggunakan asam nitrat 6 adalah lanjutan dari link ini.

II.4.2.1. Pelarutan Menggunakan Asam Nitrat.

Larutan asam nitrat (HNO3) yang dijual di pasaran memiliki konsentrasi 68%. Untuk pemakaian sebagai pelarut logam emas, asam nitrat 68% sebaiknya diencerkan dengan aquadest, agar reaksi yang terjadi tak terlalu cepat dan berbahaya. Pencampuran sebaiknya dilakukan di media plastik atau stainless stell. Proses pencampuran sebagai berikut :

1. Ambil 1 bagian dari larutan asam nitrat.

Volume disesuaikan dengan berat logam yang akan dilarutkan. Untuk berat logam 100 gram, volume awal asam nitrat sebaiknya 200 ml, dimana jika nantinya kurang bisa ditambah lagi. Asam nitrat yang telah diambil selanjutnya dimasukkan ke wadah plastik atau stainless steel yang memiliki tutup atas.

2. Masukkan air aquadest ke dalam wadah asam nitrat, dengan perbandingan 1:4, dimana setiap 1 volume asam nitrat dicampur dengan 4 volume air.

Jika menggunakan 200 ml asam nitrat, maka campurlah dengan 800 ml air. Hasilnya diaduk merata sekitar 1 menit, lalu tutup rapat di atasnya.

3. Masukkan larutan asam nitrat yang telah diencerkan (2) ke dalam panci stainless steel atau beaker glass, dengan volume maksimal sekitar 25% dari volume panci. Kemudian masukkan kedalamnya bullion yang akan dimurnikan.

4. Taruh panci atau beaker glass di atas api pemanas atau pemanas listrik. Untuk beaker glass, sebaiknya bagian dasarnya dialasi oleh kasa asbes (ini bertujuan agar aman dari retak atau pecah).

5. Nyalakan api atau listrik, hingga terjadi pendidihan.

Sebelumnya, nyalakan exhaust fan untuk menyedot gas coklat (gas NO2) yang keluar dari panci. Ciri-ciri bahwa reaksi telah selesai adalah warna asap (uap).

6. Jika uap masih berwarna coklat kemerahan, reaksi kimia masih berlangsung.

7. Jika uap sudah berwarna putih namun logam masih bergumpal agak hitam, larutan asam nitrat yang dimasukkan sudah bereaksi semua, namun endapan logam masih menyisakan sejumlah logam selain emas.

Pada kondisi ini, tuangkan semua cairan dari media reaksi ke dalam wadah gelas pyrex lainnya. Kembali masukkan larutan asam nitrat (2) ke dalam panci stainless atau beaker glass tempat berlangsungnya reaksi kimia pemurnian emas. Ulangi proses (2) hingga (7).

8. Jika uap telah berwarna putih sedangkan endapan sudah berwarna coklat, maka reaksi kimia pemurnian emas telah selesai dilakukan.

9. Setelah dingin, tuangkan larutan yang telah dipisahkan ke dalam kertas saring yang telah diwadahi corong, dimana larutan akan melewati kertas ke bawah, yang telah diwadahi oleh wadah plastik atau pyrex. Dalam hal ini, cairan terdiri dari logam-logam yang larut (seperti perak, timbal, tembaga), sedangkan emas masih tetap dalam bentuk lumpur coklat.

10. Dalam proses penyaringan, cairan lolos dari kertas saring ke wadah tampungan bawah, sedangkan lumpur emas berwarna coklat tertahan di kertas saring.

11. Masukkan semua endapan coklat ke dalam kertas saring menggunakan spatula (pengaduk kaca), sembari dibilas menggunakan cairan aquadest.

12. Bilas terus endapan coklat yang tak lolos kertas saring, dengan aquadest yang disemprot menggunakan sprayer. Lakukan proses ini setidaknya 2 kali, untuk memastikan sisa-sisa larutan sudah menetes keluar dari bagian bawah kertas saring.

Hasil dari proses-proses di atas ada 2, yaitu :

  • Larutan yang tersaring, terdiri dari larutan perak, tembaga, timbal, dan sebagainya.
  • Lumpur emas tertahan di bagian atas kertas saring.

Lumpur yang tertahan di kertas saring selanjutnya dibilas menggunakan air aquadest, untuk memastikan bahwa sisa-sisa cairan yang menempel di kertas menjadi sangat sedikit. Gunakan sprayer halus (yang berisi air aquadest) untuk proses ini.

Proses nitrifikasi pada dasarnya melarutkan logam selain emas, dimana reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut :

Bullion (s)  +  m HNO3 (l)  ===>  Au (s) +  AgNO3 (l)  +  Cu(NO3)2 (l)  + Pb(NO3)2 (l) +  n NO2 (g) + H2O (aq) …dst

atau

AuAgPbCu (s)  +  m HNO3 (l)  ===>  Au (s)  + AgNO3 (l)  +  Pb(NO3)2 (l)  +  Cu(NO3)2 (l)  +  n NO2 (g) +  H2O (aq) …..

Dari reaksi kimia di atas, terlihat bahwa emas (Au) tak terlarut, sedangkan perak (Ag), tembaga (Cu), timbal (Pb) larut dalam asam nitrat.

Versi PDF (lengkap), klik disini

Halaman 7