Pelatihan Pengolahan Merkuri dari Cinnabar

Penyulingan Merkuri Menggunakan Aluminium

tabung penyulingan cinnabar

 

Gbr 2. Alat Penyulingan Menggunakan Aluminium

Aluminium memiliki karakteristrik yang sangat khusus terhadap merkuri, di mana jika logam ini teramalgamasi, akan menghasilkan panas yang sangat tinggi. Penyulingan merkuri yang dilakukan menggunakan aluminium mirip dengan penyulingan menggunakan besi sebagai reduktor merkuri, dengan beberapa perbedaan sebagai berikut :

  • Kontak fisik antara aluminium dan cinnabar akan menimbulkan panas yang tinggi, oleh karena itu kita tak memerlukan panas tambahan dari luar tabung (aluminium mengeliminasi / meniadakan penggunaan bahan bakar selama berlangsungnya proses penyulingan).
  • Batuan cinnabar tidak perlu dihaluskan selama proses penyulingan. Hali ini juga berarti penghematan biaya penggerusan dan penghalusan bahan baku.
  • Waktu proses penyulingan yang cepat ( proses penyulingan hanya memakan waktu 20 menit). Bandingkan dengan penyulingan yang dilakukan menggunakan besi, dimana waktu proses diperkirakan antara 8 – 12 jam.
  • Kapasitas tabung yang besar, karena cinnabar hanya memerlukan sedikit aluminium untuk menghasilkan panas yang tinggi. Perbandingan aluminium : cinnabar berkisar antara 1 : 5 hingga 1 : 10, berat / berat. Bandingkan perbandingan antara besi dan cinnabar yang 2 : 3 berat / berat.
  • Valensi electron + 3 ( besi umumnya + 2) dan kerapatan atom aluminium yang tinggi, membuat penggunaan aluminium menimbulkan efisiensi yang sangat tinggi.
  • Tingkat recovery yang tinggi (99%), dalam kondisi berapapun persentase merkuri di dalam batuan. Tingkat recovery tak berubah, meskipun kita menggunakan batuan dengan kandungan merkuri yang sangat rendah (proses ini mampu mengekstrak merkuri yang hanya memiliki kandungan 1% dari total berat batuannya).
  • Alat yang awet, karena tak diserang oleh sulfur. Ini terjadi disebabkan adanya jembatan galvanis dan factor udara masuk yang mengoksidasi belerang menjadi gas SO2. Gas SO2 merupakan reduktor kuat, sehingga keberadaannya justru lebih baik bagi keawetan dinding bagian dalam dari tabung penyulingan.

Ekstraksi Merkuri Menggunakan Resin Penukar Ion Purolite A 500/2788

Ekstraksi Merkuri menggunakan resin penukar ion memiliki resiko kesehatan terkecil, dengan tingkat recovery tertinggi. Disamping itu, proses pengolahan metode ini membutuhkan biaya pengolahan yang relatif kecil, dan berbanding lurus dengan hasil yang di dapatkan, dalam setiap jenis batuan dan tingkatan kandungan merkuri di dalam batuan yang akan diolah.

Materi Pelatihan Pengolahan Cinnabar :

I. Ekstraksi Merkuri Menggunakan Kombinasi Aluminium dan Udara Kering

  1. Penentuan atau pengujian kadar atau kandungan logam merkuri di dalam sampel batuan cinnabar (raw material).
  2. Pencampuran dengan sedikit serbuk aluminium
  3. Proses penyulingan menggunakan kombinasi aluminium dan udara.
  4. Penyulingan gas SO2 menjadi larutan H2SO4 atau gypsum (CaSO4).
  5. Proses pemurnian logam merkuri (hingga mencapai 99,999).
  6. Pembuatan Peralatan Pengolahan.
  7. Analisa Biaya Produksi.
  8. (Option) Ekstraksi Sisa Logam Merkuri dari limbah pengolahan cinnabar secara tradisional

II. Ekstraksi Merkuri Menggunakan Anion Exchange Resin Purolite A 500/2788

  1. Proses leaching cinnabar atau limbah menggunakan alkali sulfida, dimana leaching bisa dilakukan dengan cara RIP (Resin In Pulp) maupun Heap Leach (penyiraman).
  2. Ekstraksi anion kompleks merkuri menggunakan Resin A 500/2788
  3. Elusi dan Regenerasi Resin
  4. Sementasi merkuri menggunakan reaksi redoks, yang menghasilkan logam merkuri cair
  5. Analisa Biaya Produksi

Durasi pelatihan 1 hari (hingga selesai), meliputi materi teori dan praktek

Waktu : Setiap hari kerja, Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jak-Sel

Keterangan Lebih lanjut, klik di sini